POJOKSATU.ID – Pemerintah Indonesia tengah serius mempertimbangkan rencana pemotongan gaji bagi para menteri dan wakil menteri dalam kabinet saat ini.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya evaluasi skema pengupahan pejabat negara yang dianggap perlu disesuaikan dengan kondisi efisiensi saat ini.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengonfirmasi bahwa rencana tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan mendalam.

Menurutnya, rincian mengenai konsep pemangkasan ini akan segera dimatangkan dalam rapat internal yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari ke depan di lingkungan Istana Kepresidenan.

Baca Juga: Jangan Panik! Muncul Notifikasi 'Proses Belum Bisa Dilakukan' Saat Daftar Kemenkop, Ini Penyebabnya?

"Jadi, intinya konsep-konsep itu akan dirapatkan dalam beberapa hari ini. Nanti kita lihat," ujar Teddy terkait perkembangan skema tersebut.

Rencana ini pun mendapat respons dari otoritas keuangan. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan persetujuannya terhadap wacana tersebut.

Ia menilai bahwa nominal gaji yang diterima oleh para pembantu presiden saat ini memang sudah tergolong cukup besar.

"Setuju, itu bagus, gajinya sudah kegedean," ungkap Purbaya secara singkat saat menanggapi usulan pemotongan tersebut.

Baca Juga: Kendala Pendaftaran Manajer Kopdes, Dari Kampus Tak Terdaftar Hingga Kuota yang Tiba-tiba Nol!

Hingga saat ini, kebijakan tersebut belum diputuskan secara final.

Pemerintah masih melakukan kajian komprehensif agar pemangkasan gaji ini tidak hanya menjadi wacana, tetapi menjadi langkah nyata dalam penghematan anggaran negara.

Masyarakat kini menanti hasil rapat koordinasi di Istana untuk mengetahui besaran persentase pemotongan yang akan diberlakukan.***