POJOKSATU.ID - Program Magang Nasional 2025 dari Kementerian Ketenagakerjaan kembali memicu antusiasme publik, terutama setelah aturan resmi soal uang saku dirilis.

Bukan sekadar magang, peserta program ini mendapatkan uang saku yang besarannya disamakan dengan UMK di lokasi perusahaan penyelenggara magang.

Sesuatu yang jarang terjadi dalam program magang di Indonesia.

Banyak yang langsung menyebut Magang Nasional 2025 sebagai “magang paling serius sepanjang sejarah”, bahkan dinilai setara dengan status pegawai entry level.

Baca Juga: Retakan 25 Meter dan Hujan Ekstrem, Mengapa Cibeunying Menjadi Titik Longsor Paling Mematikan?

Dalam unggahan resmi akun Instagram Kemnaker, disebutkan bahwa uang saku peserta magang diberikan berdasarkan kehadiran tiap bulan, dengan rumus:

Uang saku = (Jumlah hari hadir / Jumlah hari magang dalam sebulan) x Besaran uang saku (UMK)

Dengan skema tersebut, peserta magang di Jakarta misalnya, bisa menerima uang saku di kisaran Rp 5 juta lebih.

Sedangkan di kota dengan UMK lebih rendah akan mengikuti ketentuan daerah masing-masing.

Baca Juga: Keresahan PPPK Aceh Memuncak, Forum Koordinator Bongkar Fakta TPP 2026 Tanpa Porsi Anggaran

Kebijakan ini dianggap sebagai langkah baru dalam mendorong profesionalitas peserta magang.

Sekaligus memastikan perusahaan tidak memanfaatkan tenaga magang tanpa kompensasi yang memadai.

Meski uang saku tergolong besar untuk ukuran program magang, aturan absensi dibuat cukup ketat. Kemnaker menegaskan:

Izin sakit maksimal 3 hari per bulan tanpa pemotongan uang saku.

Hari sakit ke-4 dan seterusnya akan dipotong per hari.

Absen tanpa keterangan langsung dipotong.

Peserta tidak berhak menerima uang saku bulan berjalan bila mengundurkan diri sebelum masa magang selesai.

Untuk menjamin ketertiban administrasi dan menghindari potensi manipulasi data, seluruh uang saku disalurkan lewat transfer bank. Daftar bank penyalur:

Baca Juga: Jelajah Pesona Lampung! Dari Pantai hingga Air Terjun Tanpa Harus Mahal

BNI

BRI

BTN

Mandiri

BSI

Sistem digital ini disebut mampu mempercepat proses verifikasi identitas peserta dan meminimalkan keterlambatan pembayaran.

Baca Juga: Ini RINCIAN LENGKAP Aktivitas Bulan Guru Nasional 2025, Apa yang Harus Disiapkan Sekolah?

Program Magang Nasional 2025 tidak hanya menawarkan uang saku setara UMK, tetapi juga serangkaian manfaat lain yang membuat posisi peserta nyaris setara dengan pegawai pemula.

Peserta memperoleh perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian sepanjang masa pemagangan.

Mendapat pendampingan langsung dari mentor profesional, serta menerima sertifikat resmi dari pemerintah setelah menyelesaikan program.

Kombinasi fasilitas ini menjadikan Magang Nasional bukan lagi kegiatan sekadar “coba-coba dunia kerja”.

Melainkan paket pelatihan terstruktur untuk memperkuat kompetensi lulusan baru.

Di tengah meningkatnya jumlah sarjana yang kesulitan masuk pasar kerja, magang berbayar setara UMK tentu menjadi kesempatan berharga.***