POJOKSATU.id - Beredar kabar bahwa gaji guru naik pada Oktober 2024 mendatang setelah pelantikan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden.
Disebutkan gaji guru naik pada Oktober 2024 itu bukan saja untuk guru yang sudah memiliki sertifikat pendidik atau serdik.
Melainkan juga guru non serdik, mulai dari guru TK, SD, SMP, SMA/SMK sederajat.
Kabar gaji guru naik pada Oktober 2024 ini beredar luas melalui berbagai platform media sosial.
Baca Juga: Hari Ini Pemerintah Memulai Pencairan Gaji Ke-13 untuk ASN, Totalnya Senilai Rp21,12 Triliun
Seperti diketahui, pasangan Prabowo-Gibran telah disahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih.
Setelah resmi ditetapkan sebagai orang nomor 1 dan nomor 2 terpilih, keduanya akan menjalani pelantikan.
Hal itu didasarkan pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 3 Tahun 2022 Tentang Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024.
Dalam aturan tersebut, Presiden dan Wakil Presiden terpilih akan dilantik pada 20 Oktober 2024.
Baca Juga: PDIP dan PKS Kritik Tapera yang Potong Gaji Pegawai 3 Persen, Indonesia Alami Situasi Sulit
Pertanyaannya, benarkah kabar guru naik gaji pada Oktober 2024?
Sebelum membahas lebih jauh, mati kita bedah bersama-sama apakah informasi tersebut benar atau tidak.
Diucapkan Hashim Djojohadikusumo
Pertama, pernyataan soal kenaikan gaji guru ini memang pernah dilontarkan Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo.
Tepatnya saat Deklarasi Prabowo-Gibran di Tapos, Kota Depok, pada 29 Oktober 2023.
"Tolong sampaikan ke semua guru di Indonesia, Prabowo-Gibran akan menambah gaji mereka Rp2 juta per bulan selama 13 bulan, setiap tahun, termasuk THR."
"Diberikan kepada guru-guru, termasuk guru honorer di seluruh Indonesia," kata Hashim kepada wartawan saat itu.
Hashim menegaskan, kakaknya itu tidak akan ingkar janji dan tidak akan membohongi rakyat.
"Tolong dicatat. Hari ini, Prabowo tidak pernah ingkar janji, orang bilang itu kelemahan, Prabowo itu tidak pintar bohong." kata dia.
"Orang bilang Mas Bowo harus bohong sedikit lah, tapi Prabowo tidak pernah mau bohong, apalagi buat rakyat Indonesia," tegas dia.
Dalam Debat Capres
Kedua, Prabowo sendiri juga menyinggung soal gaji ini dalam Debat Capres ke-5 pada 4 Februari 2024.
Prabowo saat itu menyatakan, bahwa pendidikan adalah hal yang strategis.
Baca Juga: Tinggal Menghitung Hari Cair, Cek Komponen Gaji ke 13, ASN Golongan IV Auto Semringah
"Kami yakin, pendidikan adalah hal strategis, kita harus memperbaiki gaji guru, termasuk honorer," ucap Prabowo.
Selain kenaikan gaji, juga akan mendorong perbaikan kompetensi guru dengan pelatihan dan penataran.
Prabowo juga menyebut akan melakukan perbaikan gaji ASN, aparat dan perangkat lainnya, seperti penyuluh pertanian.
"Dan juga seluruh penyelenggara negara, ASN, TNI, Polri, Penyuluh Pertanian, di mana harus kita perbaiki gajinya," kata dia.
"Sehingga kualitas hidup mereka akan baik, sehingga mereka bisa memberi pelayanan kepada rakyat dengan sebaik-baiknya," ucap Prabowo.
Berbeda dengan Hashim, Prabowo saat itu sama sekali tidak menyatakan soal detil teknis dan besaran kenaikan gaji.
Kenaikan Gaji pada Januari
Sebelum-sebelumnya, kenaikan gaji ASN, TNI/Polri, pensiunan, selalu dilakukan pemerintah setiap Januari.
Terakhir kenaikan gaji diberikan pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2024 Tentang Perubahan Kesembilan Belas Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil.
Dalam PP tersebut, kenaikan gaji diberikan sebesar 8 persen untuk aparatur sipil negara.
Sedangkan untuk pensiunan diberikan kenaikan gaji sebesar 12 persen.
Sementara dalam rapat kinerja APBN 2024 pada awal Januari lalu, Menkeu Sri Mulyani juga menyinggung terkait pencairan kenaikan gaji PNS 8 persen dan pensiunan 12 persen.
Sri Mulyani mengaku, sebelum rapat digelar, dirinya sudah ditanya terkait hal tersebut.
Baca Juga: Honorer Juga Terima Gaji 13 tahun 2024, Cek Ketegori dan Syaratnya
Ia menyatakan bahwa sampai saat ini pencairan kenaikan gaji ASN dan pensiunan itu
"Jadi sebelum itu aku jawab aja, gaji ASN 2024 tetap dibayarkan kenaikannya sesuai dengan yang disampaikan bapak Presiden kenaikan 8 persen untuk ASN, TNI/Polri dan untuk pensiunan 12 persen PP-nya sedang diselesaikan," tutur Sri Mulyani.
Meski begitu, pihaknya tidak mau gegabah meski dibutuhkan segera dan tetap harus dilakukan dengan kehati-hatian dan tidak sembarangan.
"Ini sedang ngebut, nih. Jadi, kita sekarang sedang ngejar-ngejar," sambung dia.
Sri Mulyani lantas menyebut bahwa pencairan kenaikan gaji 2024 akan dilakukan secara komplit untuk 12 bulan.
Dia juga memastikan bahwa pembayaran kenaikan gaji 2024 itu tetap dilakukan pada Januari 2024, alias tidak mundur.
"Tapi, jangan khawatir tetap kita bayarkan Januari ini komplit untuk 12 bulan," tegasnya.
Sebagai informasi tambahan, Anda bisa mengirimkan tulisan berupa artikel atau opini untuk ditayangkan di portal Pojoksatu.id.
Baca Juga: Mau Bekerja dengan Gaji Tinggi? Ini Dia Lima Pekerjaan Remote Menjanjikan di Tahun 2024
Tidak ada batasan minimal penulisan. Syaratnya, artikel atau opini tersebut masih terkait dengan dunia pendidikan.
Redaksi tetap akan melakukan proses editing tanpa mengubah isi atau maksud dalam artikel atau opini yang Anda tulis.
Anda bisa mengirimkan artikel atau opini Anda disertai nama lengkap, foto dan data diri singkat ke email [email protected].
Sampai 16 Juni 2024 ini, redaksi Pojoksatu.id juga belum menemukan adanya pernyataan pemerintah tentang rencana kenaikan gaji pada Oktober 2024.
Kalau memang benar ada kenaikan gaji pada Oktober 2024, semestinya sudah mulai ada pembahasan berbulan-bulan sebelumnya.
Bahkan tentu saja harus dianggarkan dalam APBN 2024. Semoga artikel ini bisa membantu.***




