POJOKSATU.id - Wacana kenaikan gaji guru menjadi Rp40 juta sempat menjadi sorotan publik.
Namun di balik pernyataan tersebut, pemerintah ternyata sedang menyiapkan strategi yang jauh lebih besar, yaitu pembangunan sekolah terintegrasi berskala nasional yang digadang sebagai fondasi utama peningkatan mutu pendidikan Indonesia.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo telah memerintahkan pembangunan satuan pendidikan terintegrasi mulai dari SD hingga SMA dengan fasilitas lengkap, guru pilihan, dan akses biaya yang tetap terjangkau bagi masyarakat.
Baca Juga: Mualem Panas! Aceh Tidak Pernah Halangi Bantuan Asing, Jangan Jadi Penghambat Penyelamatan Warga!
Untuk tahap pertama, pemerintah menyiapkan 40 sekolah percontohan dengan anggaran total Rp12 triliun, atau sekitar Rp300 miliar untuk setiap sekolah.
Meski angka itu terbilang besar, pemerintah memandang proyek ini sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang lebih cerdas dan kompetitif.
Menurut Purbaya, target sebenarnya jauh lebih ambisius, 7.000 sekolah terintegrasi di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Tagihan Banjir Sumatera Bikin Kaget Negara Harus Bayar Rp51 Triliun, BNPB Cuma Punya Rp500 Miliar!
Ia mengaku sempat terkejut dengan angka tersebut, namun menyebut bahwa visi besar memang membutuhkan keberanian dan eksekusi bertahap.
Ia juga menyinggung kondisi guru saat ini, di mana banyak tenaga pendidik berkualitas memilih industri lain karena gaji yang tak memadai.
Meski kenaikan gaji besar menjadi aspirasi, pemerintah ingin memastikan bahwa ekosistem pendidikan diperbaiki terlebih dahulu, mulai dari kualitas sekolah, ketersediaan fasilitas, hingga proses pelatihan guru.
Selain pembangunan sekolah, pemerintah menyiapkan program magang industri untuk puluhan ribu lulusan baru agar tercipta tenaga kerja yang lebih terampil dan siap menghadapi perubahan ekonomi.
Purbaya menyebut bahwa peningkatan kualitas manusia adalah kunci agar Indonesia memiliki equity story, negara yang tumbuh bukan sekadar lewat utang, tetapi melalui peningkatan produktivitas warganya. ***




