POJOKSATU.id - Gaji guru diusulkan Rp25 juta per bulan. Besaran tersebut dinilai merupakan angka ideal untuk Indonesia.
Pernyataan tersebut dilontarkan anggota Komisi X DPR RI, Juliyatmono dalam Kunjungan Kerja Komisi X ke Jambi, pada Jumat 9 Mei 2025.
Dikutip Pojoksatu.id dari laman resmi DPR RI, Juliyatmoko menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan guru.
Sebab guru merupakan salah satu pilar utama dalam reformasi pendidikan nasional.
Baca Juga: CEK Kenaikan Gaji PPPK, Apakah Nominalnya Jadi Lebih Tinggi dari PNS?
Juliyatmono menyampaikan usulan itu dalam kunker ke Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Jambi.
Menurutnya, idelnya gaji guru di Indonesia mencapai Rp25 juta per bulan.
"Gaji guru standarnya harus Rp25 juta per bulan. Ini baru akan ideal di Indonesia," ujarnya dikutip Pojoksatu.id dari laman resmi DPR RI.
Dengan gaji Rp25 juta per bulan, sambungnya, maka akan sekaligus meningkatkan minat menjadi seorang guru.
Baca Juga: JADWAL PENCAIRAN GAJI ke 13, Ini Rincian Lengkap Besaran dan Daftar Penerimanya
Di sisi lain, peningkatan kualitas pendidikan, disebut Juliyatmono tidak bisa dilepaskan dari kesejahteraan guru.
Maka sudah semestinya guru atau tenaga pendidik di Indonesia dihargai secara layak.
Ketika guru mendapatkan penghargaan layak, maka akan memberikan motivasi lebih besar dalam mendidik generasi bangsa.
Pernyataan Juliyatmono ini didukung laporan UNESCO Global Education Monitoring 2023.
Dalam laporan tersebut memaparkan salah satu alasan kenapa sebuah negara memiliki kualitas pendidikan yang tinggi.
Dari sejumlah negara yang disebut dua diantaranya adalah Finlandia dan Korea Selatan.
Di dua negara itu, tingkat kompensasi guru diberikan sepadan dengan profesional di sektor lain.
Sebagai contoh di Finlandia dimana gaji guru setara dengan rata-rata pendapatan nasional.
Baca Juga: Bocoran Besaran Gaji ke 13 yang Akan Diterima PNS Bulan Juni Nanti, Ada yang Capai Rp30 Juta?
Itu juga masih ditambah dengan berbagai pelatihan berkelanjutan yang kuat dan berjenjang.
Fakt di Finlandia itu bak langit dan bumi jika dibandingkan di Indonesia.
Di Indonesia, rata-rata gaji guru ASN golongan III berkisar antara Rp4 juta sampai Rp7 juta per bulan.
Lebih miris lagi adalah gaji guru honorer yang dipastikan jauh dari angka tersebut.
Baca Juga: Penasaran Besaran Gaji 13 Anda Kapan Cair Serta Berapa Masuk Rekening? Intip PP Nomor 11 Tahun 2025!
Ironisnya, tidak sedikit gaji guru honorer di banyak daerah di Indonesia malah di bawah UMR daerah tersebut.
Fakta ini menunjukkan bertapa lebarnya kesenjangan antara beban kerja dan penghargaan terhadap profesi guru.
Di sisi lain, alokasi anggaran APBN sebesar 20 persen juga belum sepenuhnya efektif menjangkau kebutuhan fundamental, salah satunya peningkatan kesejahteraan guru.
"Spending anggaran dua persen (dari PDB) saya kira bisa menjangkau itu, karena sekarang masih tersebar di mana-mana, tidak fokus," kata Juliyatmono.
Juliyatmono juga mengingatkan bahwa pendidikan adalah jalan utama untuk memutus rantai kemiskinan.
"Hasil BPS kemarin sudah ditulis, kalau keluarga itu tingkat pendidikannya S1 saja, tentu sudah tidak miskin," ungkap dia.
"Tapi kalau makin rendah, makin ekstrem miskinnya," sambungnya.
Saat ini, revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) tengah dalam pembahasan.
Karena itu, Juliyatmono mendesak agar kebijakan pendidikan nasional benar-benar menempatkan guru sebagai garda terdepan pembangunan sumber daya manusia.
Baca Juga: Sudah Dekat! Intip Estimasi Waktu Pencairan Gaji 13 untuk PNS dan PPPK Khusus Pemda!
"Guru adalah fondasi peradaban. Tanpa penghargaan yang layak, kita tak bisa berharap banyak dari sistem pendidikan," tandas dia.
TPG Konsisten Telat
Sementara, pemerintah hingga saat ini terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru.
Salah satunya adalah pemberian tunjangan sertifikasi guru atau Tunjangan Profesi Guru.
Akan tetapi tambahan penghasilan ini hanya diberikan kepada guru yang telah dinyatakan lulus Pendidikan Profesi Guru atau PPG.
Namun faktanya, sertifikasi guru itu hanya salah satu syarat yang harus dipenuhi sebagai penerima TPG.
Masih ada sejumlah syarat lain yang harus dipenuhi, salah satunya adalah pemenuhan jam mengajar.
Di lapangan, syarat yang satu ini kerap bersinggungan dengan guru-guru lainnya.
Tidak sedikit guru yang pada akhirnya kebagian sedikit jam mengajar sehingga syarat jam mengajar pun tidak terpenuhi.
Kedua, fakta bahwa pencairan TPG pun tak jarang telat atau molor dari jadwal yang telah ditentukan.
Seperti saat ini, contohnya. Dimana Mei 2025 ini adalah batas waktu terakhir pencairan TPG.
Sayangnya, masih cukup banyak guru yang belum menerima pencairan TPG meski sudah memenuhi berbagai syarat yang ditetapkan.
Tidak sedikit status validasi di Info GTK yang mandek pada kode angka tertentu.
Bahkan banyak guru dengan kode 08 yang belum juga menerima pencairan TPG.
Padahal, pemerintah sudah mengubah mekanisme pencairan TPG per tahun ini yang langsung ke rekening masing-masing guru.
Tahun-tahun sebelumnya, penyaluran tunjangan sertifikasi guru dilakukan oleh pemerintah daerah.
Dengan mekanisme ini, pencairan TPG lebih lelet dan molor jauh dari jadwal yang sudah ditentukan.
Guru Diajak Menghayal Selalu jadi Korban Janji
Usulan gaji guru Rp25 juta per bulan ini juga jadi perbincangan panas di kalangan guru.
Alih-alih girang bukan kepalang, kalangan guru malah menanggapi usulan gaji ini dengan reaksi dingin.
Sebagian menyatakan gaji Rp25 juta per bulan hanyalah sebuah hayalan.
"Jngn gitulah pak, JD mnghayal kmi, 10 juta aja asal fakta sdah sangat senang hati saya," tulis seorang guru dalam sebuah tangkapan layar yang diunggah di grup guru, seperti dikutip Pojoksatu.id, Minggu 11 Mei 2025.
"Menghayal lah sapa. Tau jadi kenyataan," balas seorang guru di unggahan yang sama.
"10 juta aja per bulan.. Kami sudah sangat bersyukur.." timpal guru lainnya.
"Mimpi disiang bolong," balas guru dengan nada pesimis.
"Nanti gajinya DPR jadi kurang kalo guru gajinya segitu," sindir seorang guru menanggapi perbedaan gaji guru dengan anggota DPR RI.
Baca Juga: Bukan untuk Semua! Inilah Daftar PNS, TNI, Polri yang Dipastikan Tak Kebagian Gaji 13
"Tidak perlu gaji yang besar, TPG tidak tersendat saja kami para guru sudah bersyukur," pinta guru lainnya.
Ada juga guru yang menyarankan tak perlu membuat usulan bombastis untuk mencari perhatian.
"Selesaikan dulu honorer yg sdh mengabdi lama demi rasa keadilan yg bijaksana," usul guru lainnya.
"Jangankan gaji di naikan.. Fungsional guru di beberapa daerah di Indonesia SJ blm di byrkan slm 2 THN ini ... Kpn Ya Guru bisa merdeka," ungkap seorang guru.
Baca Juga: Tunjangan Sertifikasi Guru Mulai Cair, Gaji ke-13 dan Tambahan THR Menyusul
Tidak ketinggalan seorang guru yang menyebut bahwa guru selama ini lebih banyak mendapatkan janji-janji manis ketimbang realisasi.
"Dalam beberapa bulan terakhir, angin sorga telinga terus bertiup kencang. Akankah membuat tuli telinga?" ungkap dia.
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:
Jadi, bagaimana pendapat Bapak Ibu guru soal gaji guru Rp25 juta per bulan. Setuju? Menghayal? Jadi obyek janji manis? Atau realistis?***




