POJOKSATU.id - Isu kemungkinan gaji guru mencapai Rp40 juta per bulan kembali mencuat setelah Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, merespons pertanyaan tentang layak atau tidaknya target tersebut.

Menurutnya, wacana itu memang tidak dapat diwujudkan dalam satu langkah besar, namun merupakan arah ideal jika Indonesia ingin mengejar negara lain dalam kualitas sumber daya manusia.

Purbaya menilai gaji guru yang masih berada di kisaran Rp2,8 juta membuat profesi pendidik kalah bersaing dengan sektor swasta dan perusahaan global.

Baca Juga: Guru Honorer Tapanuli Tengah Terpuruk! Sudah Tertimpa Bencana, TPG TW3 dan TW4 Tak Kunjung Cair 6 Bulan

“Banyak orang pintar ingin mengajar, tapi mereka khawatir tidak bisa menaruh makanan di meja kalau gajinya segitu,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Presiden Prabowo telah mendorong transformasi besar di sektor pendidikan, salah satunya melalui pembangunan sekolah terintegrasi.

Proyek percontohan sebanyak 40 sekolah telah disiapkan dengan anggaran sekitar Rp12 triliun, dan nantinya ditargetkan menjadi 7.000 sekolah dalam jangka panjang.

Baca Juga: Prabowo Murka! Di Tengah 900 Lebih Korban Jiwa, Bupati Malah Umrah Tanpa Izin

Purbaya mengakui bahwa angka itu bikin sakit perut, namun menyebutnya sebagai investasi yang akan menentukan masa depan NKRI.

Ia menegaskan bahwa rencana penguatan SDM harus berjalan beriringan dengan stabilitas fiskal.

Terkait kemungkinan gaji guru Rp40 juta, ia tidak menutup pintu. Namun ia menekankan bahwa pemerintah perlu lebih dulu memperkuat perekonomian agar mampu menanggung kebutuhan fiskalnya.

Baca Juga: Terkuak! PPPK Paruh Waktu Tak Bisa Gantikan Semua Honorer 2026, Lalu Gimana Nasib Ribuan Non-ASN?

“Biarkan saya ciptakan pertumbuhan ekonomi dulu. Nanti kita lihat ruangnya. Itu target yang benar.”

Menurutnya, jika Indonesia ingin menciptakan equity story, negara yang tumbuh melalui peningkatan produktivitas, maka peningkatan kualitas guru menjadi elemen yang tidak dapat ditawar. ***