POJOKSATU.ID - Pendapatan per kapita menjadi salah satu indikator penting untuk memotret kondisi ekonomi masyarakat Indonesia.

Melalui pembagian kelompok yang disebut desil, pemerintah dan lembaga statistik dapat melihat ketimpangan serta daya beli masyarakat secara lebih terukur.

Desil sendiri membagi penduduk ke dalam 10 kelompok berdasarkan tingkat pengeluaran atau pendapatan, dari yang terendah hingga tertinggi.

Dalam praktiknya, Desil 1 hingga Desil 4 sering menjadi sorotan karena mewakili kelompok masyarakat berpendapatan rendah hingga menengah bawah.

Baca Juga: Beberapa Bulan Lagi Ada 1.000 Kamar, Prabowo Ungkap Progres Kampung Haji Indonesia di Makkah

Kelompok ini kerap menjadi sasaran utama berbagai program bantuan sosial dan kebijakan pengentasan kemiskinan.

Desil 1, Pendapatan di Bawah Rp800 Ribu per Bulan

Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat pendapatan per kapita paling rendah.

Masyarakat dalam kelompok ini memiliki penghasilan kurang dari Rp800 ribu per bulan.

Kondisi ini biasanya dialami oleh pekerja sektor informal, buruh harian lepas, hingga rumah tangga rentan miskin di wilayah pedesaan maupun perkotaan.

Baca Juga: Bocoran Awal Rekrutmen BUMN 2026, Formasi Ini Diprediksi Paling Diburu Pelamar

Dengan pendapatan terbatas, kelompok Desil 1 sangat sensitif terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok.

Oleh karena itu, mereka menjadi prioritas utama penerima bantuan sosial seperti bantuan pangan, bantuan tunai, hingga subsidi pemerintah.

Desil 2, Pendapatan Rp800 Ribu – Rp1,2 Juta

Kelompok Desil 2 memiliki pendapatan per kapita bulanan antara Rp800 ribu hingga Rp1,2 juta.

Secara ekonomi, posisi mereka sedikit lebih baik dibanding Desil 1, namun masih tergolong rentan.

Banyak dari kelompok ini sudah mampu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi belum memiliki ruang finansial untuk menabung atau menghadapi kondisi darurat.

Desil 2 sering kali berada di garis tipis antara miskin dan hampir miskin.

Guncangan ekonomi seperti kehilangan pekerjaan atau kenaikan harga BBM dapat dengan cepat menurunkan kesejahteraan mereka.

Baca Juga: Banyak Incaran Fresh Graduate, Ini Posisi BUMN dengan Gaji Rp3–9 Juta

Desil 3, Pendapatan Rp1,2 Juta – Rp1,8 Juta

Pada Desil 3, pendapatan per kapita bulanan berada di kisaran Rp1,2 juta hingga Rp1,8 juta.

Kelompok ini kerap disebut sebagai masyarakat menengah bawah.

Mereka umumnya memiliki pekerjaan tetap, meski dengan upah minimum atau sedikit di atasnya.

Meski sudah lebih stabil, Desil 3 masih menghadapi tantangan tingginya biaya hidup, terutama di wilayah perkotaan.

Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran 2026, Tol Pekanbaru–Dumai Dikebut Pemeliharaan Rutin

Pengeluaran untuk perumahan, transportasi, pendidikan, dan kesehatan sering kali menghabiskan sebagian besar pendapatan bulanan.

Desil 4, Pendapatan Rp1,8 Juta – Rp2,5 Juta

Desil 4 menjadi batas atas kelompok menengah bawah dengan pendapatan per kapita antara Rp1,8 juta hingga Rp2,5 juta per bulan.

Masyarakat di kelompok ini relatif lebih aman secara ekonomi, meski belum sepenuhnya masuk kategori kelas menengah mapan.

Kelompok Desil 4 biasanya mulai memiliki kemampuan menabung, meski masih terbatas.

Mereka juga menjadi kelompok yang rawan “turun kelas” jika terjadi krisis ekonomi atau lonjakan biaya hidup yang signifikan.

Mengapa Pembagian Desil Penting?

Pembagian pendapatan per kapita berdasarkan desil sangat penting dalam perumusan kebijakan publik.

Data ini digunakan untuk menentukan sasaran bantuan sosial, mengukur ketimpangan ekonomi, hingga merancang strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Memahami posisi desil juga membantu masyarakat mengenali kondisi ekonominya sendiri.

Dengan begitu, kebijakan pemerintah dapat diawasi bersama agar benar-benar tepat sasaran dan berdampak nyata.***