POJOKSATU.id - Dirjen Bimas Kristen Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd, memaparkan program pendidikan dalam rapat koordinasi capaian Asta Protas Kementerian Agama di Jakarta, Jumat 24 Oktober 2025.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA, yang menekankan program Kemenag harus berdampak nyata.

"Kontribusi Kemenag harus terukur, dampaknya harus tangible... secara sosial dapat dirasakan dampaknya, karena itulah dirumuskan Asta Protas," kata Sekjen.

Baca Juga: Pengumuman HASIL AKHIR Penerimaan Mahasiswa Baru PKN STAN 2025, Simak Lengkap Cara dan Ketentuan Daftar Ulang

"Seperti tagline Kemenag: Beragama Berdampak, Kemenag menerjemahkan Asta Protas melalui bagaimana semua layanan itu berdampak," sambungnya.

Sekjen mencontohkan program Ekoteologi (kerukunan dengan alam) yang diterjemahkan dalam aksi tanam pohon, yang juga melibatkan unsur pendidikan.

"Program 1 juta pohon tercapai, kini calon pengantin, alumni, santri, dan siswa wajib tanam pohon untuk implementasi ekoteologi," jelas Sekjen.

Baca Juga: Ketua DPRD Karawang Minta GP Ansor Wujudkan Kemandirian Ekonomi Melalui BUMA

Menyambung hal tersebut, Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung menyampaikan bahwa implementasi Ekoteologi telah melibatkan Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen.

"Bimas Kristen se-Indonesia maupun Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen baik Negeri maupun Swasta serta Satuan Pendidikan Keagamaan Kristen juga telah melakukan penanaman pohon ini," kata Dirjen.

"Kami juga sedang menyusun buku bertemakan Ekoteologi dalam pandangan Kristen, dan semoga bulan November ini sudah selesai," lanjutnya.

Baca Juga: Profil SMK Amaliah 1 Ciawi, Punya Jurusan Desain Komunikasi Visual, Pantas Jadi Unggulan, Peluang Karir Dijamin Luas


Akselerasi PPG Guru dan Pendidikan Unggul

Beralih ke fokus utama pendidikan, Dirjen Jeane memaparkan implementasi program pendidikan unggul, ramah, dan berintegrasi.

Jeane menyoroti tantangan keterbatasan anggaran bagi guru agama Kristen, namun Bimas Kristen berupaya keras menyelesaikannya.

"Kami telah melakukan pemetaan, dan dalam dua tahun ini, tahun 2025 dan 2026, ada 29.000 guru agama Kristen yang sedang dalam proses antrian penyelesaian PPG dan mudah-mudahan segera rampung," ungkap Dirjen Jeane.

"Tahun 2025 ini ada lebih 10.000 guru yang bisa mengikuti PPG guru agama Kristen," lanjutnya.

Baca Juga: Beri Petunjuk ke Mendikdasmen, Presiden Prabowo Minta Bahasa Portugis Diajarkan di Sekolah, Ini Alasannya

Pada tahun 2025, Bimas Kristen juga membuat terobosan baru terkait Pendidikan Profesi Guru (PPG).

"Per tahun 2025 ini, kami pertama kalinya menyelenggarakan PPG untuk guru mata pelajaran umum pada Satuan Pendidikan Keagamaan Kristen, bekerja sama dengan UNJ dan UKI, atas dukungan dari Kemendikbud," kata Dirjen.

Mendorong Transformasi Perguruan Tinggi Keagamaan

Baca Juga: Bupati Serang Gandeng PHRI, Siap Hidupkan Kembali Wisata Anyer dan Cinangka

Terkait capaian di lingkup pendidikan tinggi, Dirjen Jeane menyusuri peningkatan sertifikasi dosen yang terus bertambah setiap tahun.

Dirjen juga menegaskan pentingnya percepatan transformasi perguruan tinggi keagamaan non-Islam.

"Kami juga terus mengupayakan agar transformasi perguruan tinggi keagamaan bisa terwujud karena hal ini menjadi salah satu aspek penting untuk mempercepat pengembangan perguruan tinggi keagamaan non-Islam," pungkas Dirjen Jeane.

Baca Juga: Ini Peringkat 20 SMA Terbaik Indonesia Versi SIMT 2025, No 1 Prestasi Terbanyak Bukan dari Jakarta

Hadir dalam pertemuan ini seluruh Direktur Jenderal Kemenag, Kepala Badan BMBPSDM Kemenag, serta para penasihat ahli praktisi keagamaan dan pendidikan.***