POJOKSATU.ID - Tahun 2025 menjadi masa penuh adaptasi bagi dunia pendidikan, terutama bagi guru di bawah koordinasi Dirjen GTK.
Mulai dari penerapan verifikasi dua langkah di Info GTK, hingga pembaruan sistem PPG calon guru, semua dilakukan untuk memperkuat akuntabilitas dan keamanan data.
Dalam edaran terbaru yang disampaikan Dirjen GTK, Prof. Nunuk Suryani, lewat kanal media sosialnya, disebutkan bahwa sistem baru ini menuntut setiap guru lebih aktif memantau keabsahan datanya di Dapodik dan Info GTK.
Baca Juga: Rumah Atalia Praratya Diserbu Santri, Tuntutan Pemecatan Bergema Keras
“Kalau data tidak valid, SKTP tidak akan terbit. Jadi pastikan statusnya hijau sebelum pengusulan ke dinas,” ujar Nunuk.
Sejumlah guru mengaku kebijakan baru ini cukup rumit di awal. Banyak yang kebingungan saat login ke Info GTK karena harus memasukkan kode autentikator yang berubah setiap detik.
Namun, menurut GTK, langkah ini penting agar akun guru tak disalahgunakan pihak lain.
Selain validasi sistem, aturan mengajar lintas sekolah juga berubah. Jika dulu guru bisa menambah jam di sekolah lain untuk memenuhi 24 jam mengajar, kini kebijakan itu dibatasi.
Hanya guru dengan keahlian khusus yang mendapat rekomendasi dari dinas yang diperbolehkan.
“Sekarang lebih ketat. Tapi tujuannya agar data kepegawaian lebih akurat,” kata salah satu pengawas sekolah di Gowa.
Meski diwarnai pro-kontra, perubahan ini dianggap langkah maju menuju profesionalisme guru. Apalagi di tahun 2025, program PPG dan sertifikasi diarahkan menjadi basis utama peningkatan mutu pendidikan nasional.
“Digitalisasi dan validasi bukan untuk mempersulit, tapi melindungi hak guru,” tegas Nunuk. ***




