POJOKSATU.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sudah merilis Buku Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) Revisi 2025. 

Namun masih banyak yang belum tahu, petunjuk itu membawa sejumlah pembaruan penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka.

Perubahan paling terasa terlihat di format rapor murid yang kini dibuat lebih sederhana tapi tetap bermakna.

Sekadar informasi, dalam dokumen resmi, penulisan yang benar adalah rapor, bukan raport.

Menurut KBBI Daring, rapor berarti laporan hasil belajar murid di sekolah.

Kata raport sendiri berasal dari bahasa Belanda rapport yang kemudian diserap ke bahasa Indonesia dengan penyesuaian ejaan.

Jadi, buat Bapak/Ibu guru dan operator, pastikan semua dokumen — termasuk eRapor dan Excel — pakai istilah rapor ya, bukan raport.

Baca Juga: Waduh, Prabowo Mau Ambil Guru Bahasa Inggris dari Selandia Baru, Segitunya ya Krisis Guru Bahasa Inggris di Indonesia? 

Apa yang Berubah di Format Rapor 2025?

Nah, ini dia yang paling penting.

Secara garis besar, formatnya memang tidak berubah banyak, tapi ada satu tambahan penting, yaitu kolom penilaian Kokurikuler.

Perubahan ini menjadi lebih sederhana karena tidak ada lagi Rapor Profil Pelajar Pancasila yang terpisah. Semua disatukan dalam satu rapor saja.

Jadi lebih ringkas, efisien, dan gampang dikelola baik di eRapor maupun Excel.

Apa Itu Kokurikuler?

Nah, perlu diketahui juga Kokurikuler menjadi istilah kunci dalam panduan terbaru.

Kegiatan Kokurikuler dimaksudkan agar memperkuat, memperdalam, dan memperkaya pembelajaran intrakurikuler, terutama untuk membangun karakter murid.

Baca Juga: KEMENKEU MENGAJAR Kembali DImulai, Siapkan Relawan TURUN ke SEKOLAH, Gratis dan Terbuka, Begini Cara Daftarnya

Kegiatan kokurikuler ini berfokus pada delapan dimensi profil lulusan, yakni:

 

  • Keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME

  • Kewargaan

  • Penalaran kritis

  • Kreativitas

  • Kolaborasi

  • Kemandirian

  • Kesehatan

  • Komunikasi

 

Pembiasaan Positif untuk Anak Indonesia

Kemendikdasmen juga menegaskan program Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH).

Fokusnya adalah menanamkan kebiasaan baik sejak dini melalui kegiatan harian yang terencana.

Ada tujuh kebiasaan utama dalam G7KAIH, yaitu:

Baca Juga: Kemendikdasmen Beberkan Nasib Guru Penerima TPG Triwulan 3 yang Masih Terjebak di Kode 02 setelah Penarikan Data Info GTK Selesai Dilakukan!

 

  • Bangun pagi

  • Beribadah

  • Berolahraga

  • Makan sehat

  • Gemar belajar

  • Bermasyarakat

  • Tidur cepat

 

Program ini bukan cuma ajakan moral, tapi bagian dari pembelajaran karakter yang mindful, bermakna, dan menyenangkan.

Jadi bukan sekadar slogan, tapi benar-benar dirancang biar murid terbiasa disiplin dan berkarakter kuat.

Pelaporan Hasil Kokurikuler di Rapor

Nah, di format baru, kolom Kokurikuler itu digunakan untuk mencatat kegiatan yang diikuti murid beserta pencapaian dimensi profil lulusan yang dikuatkan.

Deskripsi ditulis dengan bahasa positif dan membangun. Berikut contoh-contohnya:

  • "Ananda sudah baik dalam kemandirian yang terlihat dari kemampuan menentukan pilihan dan kegigihan menyelesaikan tugas secara tepat tanpa bergantung pada teman. Ananda masih perlu pendampingan dalam menyampaikan kembali informasi dengan tepat."
  • "Ananda sudah baik dalam penalaran kritis dan masih perlu pendampingan dalam mengomunikasikan gagasan dalam tema peduli lingkungan."
  • "Ananda sudah baik dalam kolaborasi yang terlihat dari kemampuan bekerja sama dengan sesama teman pada beberapa projek pembelajaran interdisipliner. Ananda masih perlu berlatih dalam mengomunikasikan gagasan."
  • "Ananda sudah baik dalam kemandirian yang terlihat dari kegigihan menyelesaikan tugas secara tepat. Ananda masih perlu pendampingan dalam menyampaikan kembali informasi dengan tepat."

Baca Juga: Mulai 2026 Mendikdasmen Janjikan Insentif Guru Honorer Naik Jadi Rp400 Ribu per Bulan, Segini yang Diterima Guru

Deskripsi ini bisa disesuaikan dengan kegiatan kokurikuler yang dilakukan setiap semester.

Jika satuan pendidikan menjalankan dua kegiatan sekaligus, misalnya G7KAIH dan proyek lintas mata pelajaran, maka deskripsi cukup satu — asalkan mencakup semua dimensi yang dinilai.

Catatan untuk Operator Sekolah

Sebagai operator, kita yang sering dimintai tolong untuk menyesuaikan format rapor.

Jadi, ada beberapa hal penting yang harus siap sejak awal:

  • Pastikan aplikasi eRapor sudah diperbarui ke versi terbaru sesuai Panduan PPA 2025.

  • Kalau masih pakai Excel, mulai ubah template-nya biar ada kolom Kokurikuler.

  • Ingatkan guru bahwa penilaian bukan cuma soal angka, tapi juga deskripsi yang menggambarkan perkembangan murid secara nyata.

Dengan begitu, guru bisa lebih fokus menulis catatan deskriptif yang berorientasi pada karakter dan pertumbuhan murid.

Contoh eRapor 2025 bisa didownload disini:

eRapor Kurikulum Merdeka Sekolah Dasar

eRapor Kurikulum Merdeka SMK

Link Resmi Download Panduan PPA 2025

Kemendikdasmen juga sudah menyediakan tautan resmi untuk mengunduh Panduan Pembelajaran dan Asesmen 2025 yang sudah direvisi. Berikut linknya:

Unduh Panduan PPA 2025 di sini

Panduan ini berisi kerangka pembelajaran mendalam, asesmen formatif, serta contoh penerapan pelaporan hasil belajar yang bisa langsung diterapkan di sekolah.

Perubahan format rapor ini memang terlihat sederhana, tapi maknanya sangat besar.

Baca Juga: 341 Ribu Guru Non ASN Terima BSU November Ini, Jangan Lupa Aktivasi Rekening!

Bukan cuma soal administrasi, tapi tentang bagaimana sekolah bisa lebih berpihak pada murid.

Semoga dengan format rapor 2025 ini, semangat pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, dan berkarakter bisa semakin tumbuh di setiap ruang kelas Indonesia. ***