POJOKSATU.ID - Kemendikdasmen terus berupaya meringankan beban administrasi para guru di Indonesia.

Salah satu langkah terbaru adalah penyederhanaan pengelolaan kinerja dan penyempurnaan Pelatihan Mandiri di Ruang GTK.

Langkah ini ditandai dengan penutupan fitur Aksi Nyata yang efektif mulai 21 Januari 2025.

Upaya ini bertujuan untuk memberikan lebih banyak waktu bagi guru untuk fokus pada pengembangan kompetensi dan inovasi dalam pembelajaran.

Baca Juga: BEASISWA LPDP 2025! Berikut Jadwal dan Tahapan Seleksi Bantuan Dana Pendidikan dari Pemerintah!

Dengan mengurangi beban administrasi yang selama ini dirasa memberatkan, guru diharapkan dapat lebih produktif dalam berbagi praktik baik di ruang kelas.

Fitur Aksi Nyata di Ruang GTK, yang selama ini menjadi sarana bagi para guru untuk menunjukkan karya dan inovasi mereka, secara resmi ditutup mulai 21 Januari 2025.

Namun, bagi para guru yang telah mengumpulkan Aksi Nyata sebelumnya, sertifikat apresiasi akan tetap diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka.

Langkah berikutnya adalah penyempurnaan Pelatihan Mandiri yang dilakukan oleh gtk atau guru sebagai pendidik yang senantiasa terus belajar.

Baca Juga: Panduan Mudah Bagaimana Mendapatkan Bansos BPNT, PKH, dan KIS PBI dari Pemerintah

Dengan adanya pembaruan ini, pelatihan di Ruang GTK diharapkan lebih relevan dan memberikan manfaat langsung bagi para guru dalam meningkatkan kompetensi profesional mereka.

Kementerian berharap guru-guru tetap aktif berbagi inspirasi dan praktik baik melalui fitur Bukti Karya di Ruang GTK.

Kolaborasi antar guru se-Indonesia diharapkan dapat terus terjalin untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang berkualitas.

Penyederhanaan pengelolaan kinerja dan penutupan fitur Aksi Nyata ini merupakan bagian dari strategi kemendikdasmen untuk memastikan guru memiliki lebih banyak waktu dan fokus untuk meningkatkan kompetensi mereka.

Dengan penghargaan berupa sertifikat atas kontribusi sebelumnya, guru tetap didorong untuk terus berkarya dan berbagi di Ruang GTK.***