POJOKSATU.id — Festival Handai Indonesia (FHI) Tahun 2025 resmi digelar kembali.
Ajang bergengsi ini menjadi wadah unjuk kemahiran dan kreativitas warga negara asing (WNA) dalam berbahasa Indonesia, sekaligus memperkenalkan peradaban, masyarakat, dan budaya Nusantara.
FHI 2025 tercatat sebagai penyelenggaraan keenam sejak pertama kali dilaksanakan pada 2020.
Baca Juga: Buronan Kasus Pembunuhan Pacar di Indramayu, Mantan Polisi Ditangkap di NTB
Tahun ini, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kembali menghadirkan lima lomba utama, yakni bercerita, bernyanyi, berpantun, berpidato, dan berpuisi
Tahapan FHI 2025
Gelaran ini dibuka dengan pendaftaran karya pada 25 Agustus–22 September 2025. Selanjutnya, proses penjurian digelar 27 September, diikuti pengumuman peserta terbaik pada 28 September.
Peserta terbaik I dan II akan mendapat pembekalan secara daring pada 30 September, sebelum hadir di Jakarta pada 26–31 Oktober 2025 untuk menerima apresiasi langsung.
Ketentuan Peserta
Peserta FHI wajib merupakan WNA berusia minimal 18 tahun dan memiliki kemampuan bahasa Indonesia setidaknya setara BIPA 1 (level dasar).
Selain itu, peserta harus membuat karya dalam bentuk video orisinal sesuai kategori lomba, tanpa rekayasa, serta belum pernah dipublikasikan di ajang serupa.
Pendaftaran Peserta
Untuk bisa ambil bagian dalam lomba Festival Handai Indonesia (FHI) 2025, peserta diwajibkan mengikuti tahapan pendaftaran secara daring.
Caranya, pertama mengisi formulir online melalui tautan resmi di bipa.kemendikdasmen.go.id/fhi atau s.id/DaftarFHI2025.
Selanjutnya, peserta perlu mengisi data pribadi secara lengkap dan benar pada formulir tersebut, termasuk alamat e-mail aktif yang nantinya akan digunakan panitia untuk mengirimkan konfirmasi pendaftaran.
Tak kalah penting, peserta juga harus menyertakan tautan (link) video karya yang diunggah ke media penyimpanan daring. Link inilah yang menjadi dokumen utama untuk penilaian lomba.
Penghargaan
Pemenang terbaik I, II, dan III akan memperoleh piagam penghargaan dan dana apresiasi, dengan peserta terbaik I dan II diundang khusus ke Indonesia.
Biaya perjalanan, akomodasi, dan konsumsi ditanggung panitia sepenuhnya. Festival ini tidak hanya sekadar kompetisi, melainkan juga jembatan persahabatan budaya.
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:
Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov
Melalui bahasa Indonesia, para peserta dari berbagai negara dapat menyelami lebih dalam kearifan lokal sekaligus mempererat hubungan antarbangsa.***




