POJOKSATU.id - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat Purwanto, menyampaikan bahwa puncak pendidikan adalah kreativitas, dalam Puncak Festival Budaya 4-14 GANTARAWI di SMAN 4 Bandung, Kamis 23 Oktober 2025.

Acara tahunan ini memamerkan beragam hasil kreasi siswa, mulai dari pertunjukan seni, pameran dekorasi, hingga pengumuman 11 pemenang lomba kesenian antarkelas.

Kadisdik mengapresiasi tinggi daya cipta yang ditampilkan para siswa dalam festival tersebut.

Baca Juga: Strategi Tangsel Imbas Pemangkasan Transfer Daerah: Gaji ASN Ditunda, TPP Dipotong 6 Persen

"Orang-orang yang bisa mengabdi dan bermanfaat bagi lingkungannya adalah orang-orang yang kreatif. Saya bangga sekolah ini sudah memperlihatkan hal itu," ujar Purwanto.

Purwanto menilai festival ini sebagai implementasi literasi kebudayaan yang mendorong partisipasi siswa dalam bidang yang mereka minati.

"Satu event bisa menggerakkan banyak disiplin ilmu. Ada yang suka foto, videografi bahkan ada ilmu ekonomi juga jika melihat perputaran ekonomi di tenant penjualan," tambahnya.

Baca Juga: Pemkot Tangsel Jawab Tudingan Dana Mengendap Rp1,13 Triliun

Kadisdik melanjutkan bahwa ajang ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan sikap apresiasi terhadap karya.

"Mengapresiasi bukan pekerjaan mudah, begitu pula menghormati. Sekolah ini telah menumbuhkan karakter apresiatif untuk saling menghargai karya teman-temannya," imbuhnya.

Plt. Kepala SMAN 4 Bandung, Firmansyah, menuturkan bahwa festival ini selaras dengan program Pendidikan Karakter Gapura Panca Waluya.

Baca Juga: Gubernur Banten Dorong ASN Tingkatkan Akuntabilitas, Targetkan SAKIP Naik ke Kategori Lebih Tinggi

"Hubungannya terletak pada inovasi dan pengembangan kreativitas anak. Inovasi para siswa sangat mumpuni sebagai bekal masa depan mereka," ujar Firmansyah.

Firmansyah juga memuji kemandirian siswa dalam mengemas acara secara meriah dengan mencari sponsor dan berjejaring dengan alumni.

"Kami hanya mengarahkan, selebihnya mereka yang mencari sponsor dan berjejaring dengan alumni. Anak-anak sangat luar biasa," pujinya.

Firmansyah meyakini kegiatan ini tidak hanya mengasah jiwa seni, tetapi juga memperkuat mental siswa untuk berkolaborasi dan bekerja sama.

Baca Juga: Aksi Kabur Tanpa Bayar di SPBU Ciputat, Polisi Lacak Pelat Nomor Mobil

ketua Pelaksana Festival, Athala Muhammad Aiko, menjelaskan bahwa tema kebudayaan Betawi diangkat untuk tahun ini.

"Tahun kemarin sudah budaya Sunda. Kali ini kami ingin mengenalkan budaya Betawi yang mulai jarang ditemui karena berada di Ibu Kota yang serba modern."

"Kami ingin menunjukkan bahwa Betawi punya banyak hal unik untuk dikenal," ujar siswa kelas XII tersebut.

Aiko berharap GANTARAWI dapat menjadi media untuk mendekatkan siswa keberagaman budaya Indonesia yang kaya.***