POJOKSATU.ID - Suara dentuman keras yang terdengar hingga ke kawasan pesisir Serang, Banten, dipastikan bersumber dari fenomena gelombang rambatan udara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Pasauran, Muhammad Dika, mengonfirmasi bahwa suara menggelegar tersebut tercipta dari tekanan energi saat letusan kawah terjadi.

Ketika material vulkanik dilontarkan keluar dari perut bumi, pelepasan gas bertekanan tinggi secara mendadak menciptakan gelombang kejut di atmosfer.

Gelombang tekanan suara inilah yang kemudian bergerak menembus lapisan udara dan merambat hingga mencapai area pemukiman warga di pesisir pantai.

Baca Juga: Debu Vulkanik Krakatau Ancam Bandar Lampung, Lakukan Langkah Ini dan Tetap Waspada!

Peristiwa rambatan udara ini acap kali membuat warga panik karena getarannya mampu menggetarkan pintu serta kaca jendela rumah.

Meskipun memicu sensasi getaran yang mirip dengan gempa tektonik lokal, fenomena ini murni merupakan getaran akustik gelombang udara.

Kuat atau lemahnya dentuman yang diterima warga sangat dipengaruhi oleh arah serta kecepatan angin yang bertiup di sekitar Selat Sunda.

Apabila angin bertiup kencang menuju arah daratan, suara gemuruh dan rambatan gelombang udara akan terasa jauh lebih pekat dan menggelegar.

Baca Juga: Anak Krakatau  Erupsi, Hujan Abu Vulkanik Meluas Cepat Dari Sumatra Hingga Menembus Jawa Barat dan Jakarta!

Petugas imbau masyarakat pesisir untuk tetap tenang dan memahami mekanisme alamiah dari pelepasan tekanan udara gunung api tersebut.

Fenomena rambatan suara di atmosfer ini merupakan hal yang umum terjadi selama fase erupsi eksplosif berlangsung secara intensif.

Masyarakat dianjurkan untuk tidak langsung menyimpulkan getaran udara tersebut sebagai pertanda ancaman bahaya yang memicu tsunami.

Pihak otoritas terkait dipastikan terus memantau dinamika tekanan udara dan aktivitas seismik gunung berapi selama 24 jam penuh.

Informasi edukatif mengenai rambatan gelombang udara ini diharapkan dapat meminimalisir rasa cemas dan kepanikan yang tidak perlu di tengah warga.

Pemahaman yang benar mengenai gejala alam akan membantu masyarakat bersikap lebih bijak dan sigap dalam merespons situasi darurat.

Warga diimbau untuk selalu memperbarui informasi kebencanaan hanya melalui kanal resmi instansi pemerintah yang terpercaya.***