POJOKSATU.id, PERNAHKAH kamu membayangkan batu raksasa bisa bergerak sendiri tanpa disentuh manusia atau hewan?

Di Racetrack Playa, sebuah dataran garam di Death Valley, California, fenomena ini nyata terjadi.

Batu-batu raksasa meninggalkan jejak panjang seolah berjalan sendiri di permukaan tanah kering, memunculkan misteri yang telah membingungkan ilmuwan dan wisatawan selama bertahun-tahun.

Berbagai teori muncul, mulai dari kekuatan gaib hingga pengaruh medan magnet, bahkan spekulasi tentang campur tangan makhluk luar angkasa.

Baca Juga: Arah Baru BUMN, Prabowo Tegaskan TUJUH PERINTAH PENTING Pengelolaan BUMN untuk Efisiensi dan Transparansi

Namun, penelitian akhirnya mengungkap rahasia di balik fenomena unik ini.

Penelitian Ilmuwan

Pada 2014, dua ilmuwan bersaudara, Richard D. Norris dan James M. Norris, memulai Slithering Stones Research Initiative untuk mempelajari batu-batu yang “bergerak sendiri” ini.

Mereka memasang stasiun cuaca dan GPS pada beberapa batu di Racetrack Playa, memantau pergerakan batu secara real-time.

Penelitian ini bertujuan untuk memahami kondisi yang memungkinkan batu bisa berpindah posisi tanpa bantuan manusia atau hewan.

Temuan mereka cukup mengejutkan. Batu-batu hanya bergerak ketika kombinasi kondisi tertentu tercapai, biasanya pada musim dingin.

Baca Juga: Contoh Soal FIQIH Kelas 9 Semester Ganjil Lengkap dengan Jawaban, Siap Membuat Nilaimu Naik!

Malam hari, genangan air tipis di dataran kering membeku menjadi lapisan es tipis Saat siang hari, es ini mulai mencair dan pecah menjadi panel-panel besar yang mengapung di permukaan air.

Angin ringan kemudian mendorong panel es tersebut, dan batu-batu yang berada di atasnya ikut bergerak perlahan.

Gerakan ini meninggalkan jejak panjang di tanah liat kering, sehingga tampak seolah batu berjalan sendiri.

Pergerakan batu ini sangat jarang terjadi, biasanya hanya sekali setiap dua hingga tiga tahun.

Baca Juga: Prabowo Tak Singgung Kenaikan Gaji PNS di Pidato RAPBN 2026, Anggaran MBG Naik Jadi Rp335 Triliun

Jejak yang ditinggalkan dapat bertahan selama tiga hingga empat tahun sebelum permukaan tanah kembali rata.

Batu dengan permukaan kasar cenderung meninggalkan jejak lurus, sedangkan batu yang halus bergerak lebih acak.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kombinasi kondisi alam yang tepat seperti air, es tipis, dan angin dapat menciptakan pergerakan batu yang perlahan tapi konsisten, menghasilkan pemandangan alam yang menakjubkan dan penuh misteri.

Penelitian ini mengakhiri berbagai spekulasi sebelumnya.

Baca Juga: FAKTA SAINS: Otak Manusia Ternyata Lebih Aktif Saat Tidur Dibanding Saat Menonton TV

Teori tentang medan magnet, kekuatan gaib, atau intervensi makhluk luar angkasa kini digantikan dengan penjelasan ilmiah: interaksi alami antara es, air, dan angin di lingkungan yang sangat spesifik.

Fenomena batu berjalan ini menjadi contoh menakjubkan bagaimana kondisi alam yang sederhana namun langka bisa menciptakan efek luar biasa yang tampak ajaib bagi manusia.

Fenomena ini bukan hanya menarik wisatawan, tetapi juga menjadi bukti keajaiban alam yang menakjubkan.

Baca Juga: Metode Menghafal Hadits untuk Siswa MTs dengan Teknik Mind Mapping agar Lebih Cepat dan Efektif

Pergerakan batu di Racetrack Playa menunjukkan bahwa alam selalu menyimpan misteri yang unik, dan dengan observasi serta penelitian, kita bisa memahami keajaiban tersebut secara ilmiah.

Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;

Versi Android

Versi iOS

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov

Ini menjadi pengingat bahwa di balik kesederhanaan alam, selalu ada fenomena luar biasa yang menunggu untuk ditemukan. ***