POJOKSATU.ID – 2026 menjadi momen yang penuh tanda tanya bagi sejumlah tenaga pendidik.

Di tengah penerapan skema baru pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang seharusnya cair setiap bulan.

Banyak guru yang sempat dibuat cemas karena hingga akhir Januari, dana yang dinanti tak kunjung menunjukkan tanda-tanda masuk ke rekening.

Namun, keresahan itu berubah menjadi kejutan besar bagi salah seorang guru di daerah.

Alih-alih hanya menerima jatah satu bulan sesuai aturan terbaru tahun 2026, guru ini justru mendapati saldo rekeningnya membengkak secara drastis dalam sekali transaksi.

Baca Juga: Guru Wajib Cek Mutasi Hari Ini! Rapel TPG Triwulan 3 & 4 Resmi Cair Sekaligus, Jangan Sampai Terlewat!

Apa yang Sebenarnya Terjadi? Kejadian ini sempat memicu spekulasi di kalangan rekan sejawat.

Apakah ini bonus awal tahun atau justru kesalahan sistem dari bank penyalur?

Setelah ditelusuri melalui pengecekan di laman resmi Info GTK, misteri "rejeki nomplok" tersebut akhirnya terungkap.

Ternyata, dana besar yang masuk tersebut bukanlah kesalahan teknis, melainkan gabungan dari beberapa periode pembayaran yang sempat tertunda.

Baca Juga: Otw Ramadan 2026: Intip Jadwal Awal Puasa Versi Pemerintah dan Muhammadiyah yang Perlu Kamu Tahu

Meskipun mulai tahun 2026 pemerintah telah mengupayakan pencairan TPG secara bulanan

Kenyataan di lapangan menunjukkan adanya proses sinkronisasi data yang belum tuntas di akhir tahun sebelumnya.

Ternyata Dana Rapel Berdasarkan keterangan dari pihak terkait, dana yang masuk setara 6 bulan tersebut merupakan akumulasi dari Rapel Triwulan 3 dan Triwulan 4 tahun 2025 yang baru bisa dicairkan bersamaan dengan jatah awal tahun 2026.

Kendala administrasi dan validasi data Dapodik di akhir tahun lalu ditengarai menjadi penyebab utama mengapa tunjangan tersebut menumpuk dan baru "tumpah" di awal tahun ini.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi para guru untuk tetap rajin memantau validitas data di Info GTK.

Meski skema bulanan sudah mulai berjalan, proses transisi dan pembersihan data lama (carry over) masih berpotensi menyebabkan pencairan dalam jumlah besar secara sekaligus atau rapel.

Bagi para guru yang mengalami hal serupa, sangat disarankan untuk melakukan cetak rekening koran guna memastikan bahwa nominal yang masuk sudah sesuai dengan hak yang seharusnya diterima.***