POJOKSATU.id, UNIVERSTAS Negeri Surabaya (Unesa) semangat menjalankan Sekolah Rakyat yang ada di kampus mereka. Berbagai fasilitas telah disiapkan untuk menunjang sistem pembelajaran.
Sekolah Rakyat Unesa juga memastikan siap menampung calon siswa (Casis) dari berbagai daerah, termasuk murid disabilitas.
Kesiapan Sekolah Rakyat Unesa kembali ditinjau tim Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg) pada Rabu, 11 Juni 2025 lalu. Salah satu yang ditinjau yaitu Gedung Laboratorium Anti Doping yang disiapkan sebagai ruang kelas dan kegiatan belajar dan pembelajaran.
Kedatangan tim Kemenseneg dalam rangka memonitoring Sekolah Rakyat di Jawa Timur, termasuk mendengarkan tantangan dan penguatan untuk disampaikan ke pusat.
Baca Juga: Gaji Hakim Naik Ssbesar 280 Persen, Prabowo Singgung Soal Maling dan Koruptor
Segala masukan dan keluhan akan diterima dan dibahas lebih lanjut demi terlaksananya program sekolah rakyat di Jawa Timur yang rencanannya akan diresmikan Juli mendatang.
Wakil Rektor II Unesa, Bachtiar Syaiful Bahri menuturkan, Unesa dalam menyediakan fasilitas yang dibutuhkan. Juga tengah melakukan sejumlah penyesuaian sarana-prasarana.
"Terkait penerimaan siswa, Unesa bisa menerima dari berbagai daerah, bahkan mungkin jika ada casis (calon siswa) yang disabilitas, kami dengan senang hati menerima," sebutnya, dilansir Pojoksatu.id dari laman resmi Unesa, Jumat, 13 Juni 2025.
Wakil Rektor I Unesa, Martadi menyampaikan bahwa proses realisasi sekolah rakyat sudah dimatangkan. Menuju pembukaan sekolah tersebut, diperlukan komitmen bersama seluruh pihak.
Baca Juga: Israel Serang Iran Jumat Pagi, Jenderal-jenderal Militer dan Ilmuwan Nuklir Tewas, Bandara Ditutup
Terdapat beberapa hal yang benar-benar dimatangkan seperti terkait input siswa, kurikulum yang menjadi landasan proses belajar siswa, sumber daya guru, pengelola, dan tenaga pendidikan.
Selanjutnya mengenai sarana yang sudah disiapkan, dan manajemen pengelolaan sekolah hingga aspek pembiayaan.
"Semua aspek perlu benar-benar siap dari berbagai sisi, agar ketika sudah ada siswa yang masuk langsung bisa belajar dan merasakan pendidikan yang nyaman bagi pertumbuhan mereka," kata Martadi.
Sekolah Rakyat Unesa sendiri berada di Kampus 2 Lidah Wetan yang akan memulai pembelajaran perdana tahun ini dengan menyediakan 150 kuota siswa SMA.
Baca Juga: Siapa Pangeran Mangkubumi? Sekjen Relawan Gibranku yang Disemprot Rocky Gerung Ternyata Alumni UPH
Unesa memiliki sekolah laboratorium dari jenjang PAUD—SMA atau SMK, yang didukung program sister school dengan jaringan kemitraan dalam dan luar negeri, yang tentunya bisa memperkuat implementasi Sekolah Rakyat di Unesa.
Sejumlah penciri Sekolah Rakyat di Unesa yaitu ramah disabilitas, unggulan di bidang seni-budaya, dan olahraga dengan pembelajaran berbasis nilai, karakter, dan keahlian atau kompetensi.
Sehingga, peserta didik tidak hanya memiliki talenta atau prestasi terbaik, tetapi juga kompetensi dan karakter. Untuk peserta didik yang nantinya berprestasi akan diberikan beasiswa untuk kuliah di Unesa.
“Sistem Sekolah Rakyat di Unesa yaitu terintegrasi, holistik, dan berkelanjutan hingga ke perguruan tinggi atau industri. Sekolah Rakyat tahun pertama ini difokuskan di Kampus Lidah Wetan dulu. Nah, yang berikutnya akan dilaksanakan di Unesa Kampus Gedangan,” tutur Martadi.
Tenaga pendidik profesional yang dihasilkan Unesa melalui PPG bisa menjadi elemen penting dalam mendukung program pemerintah tersebut. Program ini juga diperkuat dengan SM3T atau Sarjana Mengajar di Daerah 3T. ***



