POJOKSATU.id – Kabar terbaru datang dari pelaksanaan Tes Substantif PPG 2025.

Sejumlah peserta yang telah mengikuti ujian hari ini mengonfirmasi bahwa tidak ada soal pedagogik dalam ujian tersebut.

Hal ini sekaligus mempertegas pernyataan para mentor dan admin PPG sejak awal bahwa tahun ini fokus penilaian diarahkan pada penguasaan bidang studi, literasi, dan numerasi.

 

Tak Ada Lagi Soal Pedagogik

Beberapa hari sebelum ujian, peserta sempat bertanya-tanya apakah soal pedagogik masih akan muncul seperti tahun sebelumnya.

Baca Juga: Status SKTP Sudah Terbit? TPG Aman, Guru Diminta Bersabar Menunggu Pencairan November Ini

Namun laporan dari berbagai grup peserta dan pengawas ujian menunjukkan, seluruh sesi tes hari pertama hingga siang ini tidak memuat soal pedagogik sama sekali.

“Saya sudah selesai ujian, dan benar, hanya bidang studi, literasi, serta numerasi. Tidak ada pedagogik sama sekali,” ujar peserta asal Jawa Tengah kepada redaksi PojokSatu, Rabu (12/11/2025).

Kebijakan baru ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menilai kompetensi profesional dan kemampuan berpikir kritis guru, bukan sekadar hafalan teori.

 

Fokus Ujian di Tiga Bidang Utama

Berdasarkan panduan resmi dan pengalaman peserta yang telah ujian, Tes Substantif PPG 2025 terdiri dari tiga jenis soal utama:

1. Bidang Studi (Professional Knowledge)

Menguji penguasaan materi sesuai bidang sertifikasi.

Misalnya, guru matematika akan menghadapi soal aljabar, analisis data, dan penerapan konsep dalam konteks pembelajaran.

2. Literasi

Mengukur kemampuan membaca teks kompleks, memahami isi bacaan, dan menarik kesimpulan logis.

Soal sering berupa analisis narasi atau interpretasi teks informatif.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pembunuh Pegawai Konter HP di Bandung, Pelaku Ternyata Teman Sendiri

3. Numerasi

Menilai kemampuan berpikir logis, menggunakan data numerik, dan menerapkan penalaran matematika dalam situasi kehidupan nyata maupun di ruang kelas.

 

Mengapa Soal Pedagogik Dihapus?

Sumber internal kampus penyelenggara PPG menyebut, penghapusan soal pedagogik dilakukan untuk menyederhanakan fokus penilaian.

Baca Juga: Terungkap Asal Sumber Air Kemasan dari 8 Merek Terkenal, Tak Semua dari Gunung

Sebelumnya, banyak peserta merasa soal pedagogik tumpang tindih dengan materi di UKIN (Uji Kinerja).

Tahun ini, Kemendikdasmen menegaskan tes substantif difokuskan pada kompetensi akademik dan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS), bukan hafalan teori pendidikan.

Kebijakan ini sejalan dengan penerapan Kurikulum Merdeka yang menuntut guru berpikir kontekstual dan reflektif.

 

Tes Lebih Ringan tapi Butuh Ketelitian

Reaksi peserta beragam. Sebagian menganggap ujian kali ini lebih fokus dan realistis, sedangkan yang lain menilai soal literasi-numerasi cukup menantang karena butuh kecepatan dan ketelitian tinggi.

Tanpa soal pedagogik, waktu pengerjaan dianggap lebih efisien dan peluang lulus lebih besar bagi peserta yang benar-benar menguasai bidangnya.

Pesan untuk Peserta yang Belum Tes

Bagi peserta yang belum menjalani ujian, para mentor menyarankan agar fokus pada tiga hal utama: penguasaan bidang studi, kemampuan membaca cepat, dan ketepatan dalam numerasi.

Tips sebelum ujian:

1. Baca ulang ringkasan materi bidang sertifikasi.

Baca Juga: Libatkan Komunitas Lewat Kongko, Bappeda Depok Mulai Susun Rencana Pembangunan 2027

2. Latihan soal literasi dan numerasi berbasis konteks.

3. Istirahat cukup agar fokus dan stamina terjaga.

Perubahan format Tes Substantif PPG 2025 menunjukkan bahwa sistem PPG terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan pendidikan modern.

Dengan meniadakan soal pedagogik, ujian kini lebih menekankan kompetensi profesional, literasi, dan numerasi sebagai dasar menuju guru yang berpikir kritis dan adaptif.

Bagi yang belum ujian, tetap semangat dan fokus.

Ingat, PPG bukan sekadar ujian, tapi langkah menuju guru profesional yang inspiratif dan reflektif di era Kurikulum Merdeka.***