POJOKSATU.id — Pernah dengar fenomena yang terdengar paradoksal ini?
Efek Mpemba, kondisi di mana air panas dapat membeku lebih cepat daripada air dingin.
Meski terdengar aneh, fenomena ini sudah menarik perhatian ilmuwan sejak pengamatan pertama oleh Erasto Mpemba pada 1963.
Baca Juga: IMM Fisipol UMY Kembangkan Desa Wisata Budaya di Guwosari
Apa Itu Efek Mpemba?
Efek Mpemba dinamai dari Erasto Mpemba, pelajar dari Tanzania yang mengamati bahwa adonan es krim yang dibuat dari air panas terkadang mengeras lebih cepat daripada yang dibuat dari air dingin.
Fenomena ini bukan hukum mutlak, ia terjadi dalam kondisi tertentu dan dipengaruhi banyak variabel eksperimen.
Baca Juga: Trigger: Drama Korea yang Bikin Penonton Terjebak di Dilema Etik Paling Rumit
Faktor-faktor yang mempengaruhi
1. Evaporasi
Air panas lebih cepat menguap, sehingga volume yang harus membeku berkurang.
Pengurangan volume ini bisa mempercepat waktu pembekuan.
2. Gas terlarut
Baca Juga: Mahasiswa PTKI Wajib Tahu! 7 Jurus Sukses untuk Unggul di Akademik, Ibadah, dan Karier
Pemanasan mengeluarkan gas terlarut (misalnya oksigen) dari air. Penurunan kandungan gas bisa mengubah titik beku dan pola pembentukan kristal es.
3. Supercooling
Supercooling adalah kondisi ketika air mendingin hingga berada di bawah titik beku, namun belum membeku, lalu suhunya kembali naik ke titik beku sebelum akhirnya berubah menjadi es.
Air dingin kadang mengalami supercooling lebih kuat, sehingga meski suhunya lebih rendah, ia belum membeku sampai nukleasi (pembentukan inti kristal) terjadi.
4. Kondisi wadah dan lingkungan
Bahan wadah, orientasi, aliran udara di freezer, dan keberadaan lapisan es di permukaan freezer berpengaruh.
Bukti eksperimen dan penelitian
Sejak laporan awal Mpemba, banyak percobaan di laboratorium telah mencoba mereproduksi fenomena ini.
Hasilnya bervariasi, pada beberapa pengaturan, air panas memang membeku lebih cepat; pada pengaturan lain, tidak ada perbedaan.
Baca Juga: Semarak Kemerdekaan di Plawad, 80 Tiang Merah Putih Dipasang di Jalan Sepanjang 800 Meter
Karena begitu banyak variabel, konsistensi hasil sulit dicapai, dan para peneliti masih mengkaji kontribusi faktor-faktor terpisah.
Implikasi dan aplikasi praktis
Dalam kehidupan sehari-hari, Efek Mpemba jarang memiliki aplikasi yang signifikan karena kondisi yang diperlukan sulit dikontrol.
Baca Juga: Menyambut HUT RI ke-80, Warga Karawang Barat dan TNI Bersihkan Irigasi
Namun fenomena ini berharga secara ilmiah karena ia menantang asumsi sederhana tentang pendinginan dan memberi wawasan lebih dalam tentang termodinamika, perilaku fase, dan nukleasi.
Untuk penggemar sains, bereksperimen sendiri dengan pengawasan bisa menjadi latihan ilmiah yang menarik.***




