POJOKSATU.id, SALAH satu kesalahpahaman yang kerap terjadi dalam penggunaan bahasa Indonesia adalah arti kata acuh. Banyak orang mengira kata ini bermakna sama dengan “tidak peduli” atau “masa bodoh”.
Padahal, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), makna asli acuh justru berkebalikan dari anggapan tersebut.
Fenomena ini menunjukkan betapa pentingnya memahami arti kata secara tepat agar pesan yang disampaikan tidak keliru.
Makna Acuh yang Sebenarnya
Dalam KBBI, acuh diartikan sebagai peduli atau mengindahkan. Artinya, seseorang yang acuh bukanlah cuek, melainkan peduli atau memberi perhatian.
Jadi, jika ada kalimat “Dia acuh terhadap kondisi temannya”, artinya adalah ia memberikan perhatian kepada kondisi temannya, bukan sebaliknya.
Mengapa Sering Salah Kaprah?
Menurut Balai Bahasa Jawa Barat, kesalahpahaman ini muncul karena sering dipasangkan dengan kata tidak.
Ungkapan “tidak acuh” yang artinya “tidak peduli” membuat sebagian orang mengira acuh sendiri sudah bermakna “tidak peduli”.
Baca Juga: FAKTA BAHASA: Menyelami Kekayaan Kosakata, Penanda Waktu Setelah 'Lusa'
Padahal, secara tata bahasa, “tidak acuh” bermakna kebalikan dari “acuh” yang berarti peduli.
Kata Menghiraukan yang Juga Sering Salah Dimaknai
Selain acuh, ada pula kata menghiraukan yang kerap menimbulkan kesalahpahaman. Kata ini bermakna memedulikan, mengacuhkan, mengindahkan, atau memperhatikan.
Misalnya pada kalimat “Ia tidak menghiraukan nasihat orang tuanya”, yang dimaksud adalah ia tidak memedulikan nasihat tersebut.
Sayangnya, dalam percakapan sehari-hari, masih banyak yang mengira menghiraukan bermakna tidak peduli.
Padahal, sama seperti acuh, makna sebenarnya justru sebaliknya, yaitu menunjukkan adanya perhatian atau kepedulian.
Baca Juga: 10 Netbook Gacoan Berkualitas, Murah, Ringan, dan Setia Menemani Aktivitas Harian!
Dampak Salah Pemahaman dalam Komunikasi
Kesalahan arti kata seperti acuh dan menghiraukan tentu bisa menimbulkan kebingungan.
Misalnya, jika seseorang berkata, “Dia sangat menghiraukan pendapat temannya,” sebagian orang bisa salah paham mengira maksudnya “tidak peduli”.
Akibatnya, komunikasi menjadi rancu dan pesan sulit diterima dengan benar.
Dalam dunia pendidikan dan pekerjaan, hal ini bisa berakibat fatal karena makna kalimat yang berubah bisa memengaruhi pengambilan keputusan.
Oleh sebab itu, memahami arti kata dengan cermat menjadi hal yang tidak bisa disepelekan.
Baca Juga: Badly Ayatullah Ngacir di Sepang! Dua Podium Beruntun Harumkan Indonesia di IATC 2025
Contoh Penggunaan yang Tepat
- Guru itu sangat acuh terhadap perkembangan muridnya.
- Ibu selalu acuh pada kesehatan anak-anaknya.
- Siswa itu menghiraukan nasihat gurunya agar lebih rajin belajar.
- Pemerintah mulai menghiraukan masukan masyarakat terkait kebijakan baru.
Menjaga Ketepatan Berbahasa
Bahasa adalah cermin pemikiran. Dengan memahami arti kata acuh dan menghiraukan yang sebenarnya, kita dapat menyampaikan pesan dengan tepat dan menghindari salah tafsir.
Baca Juga: Jangan Asal Bicara ke Anak, 10 Kalimat Ini Ternyata Bisa Menghancurkan Rasa Percaya Diri Mereka
Selalu merujuk pada KBBI dan sumber resmi lainnya adalah langkah kecil namun penting untuk menjaga ketepatan penggunaan bahasa Indonesia.
Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;
Mulai sekarang, mari gunakan acuh dan menghiraukan sesuai makna aslinya. Jangan biarkan salah kaprah membuat komunikasi kita jadi salah arah. ***




