POJOKSATU.id — Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu bangsa yang memiliki kedudukan penting dalam komunikasi sehari-hari, baik secara lisan maupun tulisan.
Namun, tidak sedikit orang yang masih kesulitan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Hal ini bukan hanya soal tata bahasa, melainkan juga tentang kebiasaan, kosakata, hingga pemahaman makna di balik setiap istilah.
Baca Juga: HONORER Tak Lolos Seleksi CASN 2024 Diangkat PPPK Paruh Waktu, Cek Gaji dan Jam Kerjanya!
Lalu, bagaimana cara membiasakan diri agar penggunaan bahasa Indonesia menjadi lebih tepat dan menyenangkan?
Mengenali Pentingnya Bahasa Baku
Bahasa baku sering kali dianggap kaku, padahal sebenarnya justru menjadi kunci komunikasi yang jelas dan teratur.
Misalnya, penggunaan kata "daring" untuk dalam jaringan lebih tepat daripada “online”, atau "gawai" sebagai pengganti “gadget”.
Meskipun jarang digunakan, istilah-istilah ini memperkaya kosakata dan mendekatkan kita dengan jati diri bahasa Indonesia.
Baca Juga: SIPENA, Program Mahasiswa KKNT IPB University Dorong Legalitas Usaha UMKM di Desa Jatinom Wonogiri
Membiasakan Diri Membaca Teks Formal
Salah satu cara efektif adalah dengan rutin membaca artikel, buku, atau jurnal berbahasa Indonesia yang menggunakan bahasa baku.
Selain menambah wawasan, aktivitas ini juga melatih kita untuk terbiasa dengan struktur kalimat yang sesuai kaidah.
Misalnya, dari bacaan formal kita bisa menemukan istilah seperti pranata (aturan atau sistem) atau ragam tulis ilmiah yang jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Latihan Menulis dengan Kosakata Variatif
Menulis bukan hanya menuangkan ide, tetapi juga melatih kita memilih kata yang tepat.
Cobalah mengganti kata sehari-hari dengan padanan baku, misalnya:
Praktik alih-alih praktek
Ijazah alih-alih ijasah
Unggul alih-alih excellent
Kebiasaan ini akan membuat bahasa kita lebih kaya dan sesuai dengan kaidah Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
Menggunakan Kamus dan Tesaurus
KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) dan Tesaurus menjadi sahabat terbaik untuk menemukan kosakata baru.
Jangan ragu untuk membuka KBBI saat menemukan kata yang belum dipahami. Misalnya, kata nirmala yang berarti suci atau murni, atau abdi yang berarti pelayan.
Dengan demikian, kita bisa memperluas khazanah kosakata yang jarang terdengar namun indah dan bermakna dalam.
Membiasakan Ragam Santai yang Santun
Bahasa yang baik dan benar tidak berarti harus selalu kaku.
Saat berbicara dengan teman sebaya, gunakan ragam santai tetapi tetap santun.
Contohnya, hindari kata kasar atau singkatan berlebihan, namun tetap boleh memakai gaya ringan.
Hal ini membuat komunikasi tetap akrab sekaligus menghargai lawan bicara.
Baca Juga: Tes Kemampuan Akademik, Ujian Nasional Gaya Baru?
Melibatkan Diri dalam Diskusi atau Komunitas Literasi
Mengikuti diskusi, klub buku, atau komunitas bahasa akan melatih keterampilan berbahasa secara langsung.
Kita bisa saling berbagi tentang pemakaian istilah yang tepat dan memperkaya pengetahuan.
Selain itu, keterlibatan aktif juga memacu keberanian untuk menggunakan bahasa baku tanpa canggung.
Membiasakan diri menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar bukanlah hal instan, tetapi bisa dibangun melalui pembiasaan kecil yang konsisten.
Mulai dari membaca teks formal, memperluas kosakata, menulis dengan padanan baku, hingga berdiskusi dengan komunitas, semua dapat membantu kita lebih mencintai bahasa Indonesia.
Dengan demikian, bahasa Indonesia tidak lagi terasa kaku, melainkan menjadi jembatan komunikasi yang indah dan bermartabat.
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami di bawah ini:
Versi Android: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.promedia.pojoksatu
Versi iOS: https://apps.apple.com/app/pojok-satu/id6670306141
Channel Whatsapp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaizUTRDjiOXHsJCgQ2E
Fanpage edugov: https://www.facebook.com/profile.php?id=61575904868212
Demikian artikel tentang cara membiasakan menggunakan Bahasa Indonesia yang baku. Semoga bermanfaat!***




