POJOKSATU.id - Puluhan karya inovatif hasil riset mahasiswa dipamerkan dalam Expo STEM Tadris Biologi 2025, menghadirkan kreativitas serta penelitian mahasiswa angkatan 2023 ke ruang publik akademik.
Acara dibuka secara simbolis melalui pemotongan pita oleh Kaprodi Tadris Biologi Achmad Ali Fikri, Dosen Pengampu Mata Kuliah STEM Shofwatun Nada, serta jajaran dosen lainnya.
Suasana hangat langsung terasa karena pengunjung dapat berkeliling di berbagai stand yang berisi inovasi mulai dari teknologi sederhana hingga produk biologi terapan ramah lingkungan.
Baca Juga: Terkuak! Kayu Banjir dengan Bekas Chainsaw, Kapolri Ungkap Jejak Kejahatan Hutan yang Disembunyikan
Kaprodi Tadris Biologi menyampaikan apresiasi penuh terhadap dedikasi mahasiswa. Ia menegaskan bahwa gerakan riset inovatif seperti ini perlu dijaga agar Tadris Biologi semakin dikenal sebagai program studi yang mampu melahirkan solusi berbasis sains untuk kebutuhan masyarakat.
Pada sesi berikutnya, Dosen Pengampu Mata Kuliah STEM, Shofwatun Nada, menjelaskan bahwa Expo STEM bukan sekadar pameran tugas akhir semester.
Ia menegaskan bahwa seluruh karya merupakan hasil diseminasi riset mahasiswa yang dirancang sejak awal melalui proyek real berbasis masalah lingkungan.
Baca Juga: Rencana TPG Bulanan Peluang Besar dan Risiko Besar! Bagaimana Cara Guru Bisa Menyesuaikan Diri?
Ia mengatakan tujuan kegiatan adalah memamerkan hasil riset mahasiswa mulai dari tahap perencanaan, proses penelitian, hingga pengembangan produk yang berpotensi menjadi solusi nyata.
Nada menambahkan bahwa perkembangan mahasiswa tampak sangat pesat setelah mengikuti pembelajaran berbasis proyek.
Menurutnya, mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi ketika menemukan masalah di lingkungan mereka lalu mengolahnya menjadi produk kritis dan solutif.
Baca Juga: Opang, Bocah 13 Tahun di Karawang yang Jadi Buruh Tani demi Bertahan Hidup
Ia berharap karya-karya ini bisa terus berlanjut dan memberi manfaat lebih luas, sebelum menutup penjelasannya dengan salam go green.
Antusiasme pengunjung juga terlihat jelas. Salah satunya, Diah Ayu Anggraini, datang karena penasaran setelah melihat pamflet kegiatan di media sosial.
Ia mengaku tertarik pada produk pengharum ruangan berbahan limbah kulit jeruk yang menurutnya menunjukkan bagaimana barang yang dianggap tidak berguna bisa memiliki nilai baru.
Baca Juga: Telkom Hadirkan WiFi Gratis di Tujuh Posko Bencana untuk Dukung Komunikasi Warga
Ia menilai Expo STEM memberi dampak positif bagi mahasiswa maupun masyarakat karena membuka cara pandang baru terhadap pemanfaatan limbah.
Mahasiswa Didorong Hadirkan Solusi Tepat Guna
Expo STEM 2025 tidak hanya menjadi ruang apresiasi, tetapi juga ajang pembuktian bahwa mahasiswa Tadris Biologi mampu menerjemahkan teori menjadi teknologi tepat guna.
Baca Juga: Ada Apa Dengan Jadwal Pencairan TPG? Tidak Pernah Sama Tiap Daerah? Cek Penjelasannya
Melalui karya-karya yang ditampilkan, mahasiswa diajak untuk memahami bahwa biologi bukan sebatas konsep akademik, melainkan alat perubahan yang dapat menjawab tantangan lingkungan.
Kegiatan ditutup dengan sesi kunjungan stand hingga siang hari, disertai ucapan terima kasih kepada panitia, dosen, peserta, dan seluruh tamu undangan yang telah hadir dan mendukung suksesnya acara. ***




