POJOKSATU.id - Issue mengenai Cerebral Palsy saat ini belum banyak diangkat di Indonesia. Bahkan banyak yang melewatkan tanggal 6 Oktober sebagai Hari Cerebral Palsy (CP) yang diperingati setiap tahun, sebagai tujuan meningkatkan kepedulian stakeholder terhadap Cerebral Palsy.
Harapan kepedulian terhadap Cerebral Palsy sebenarnya bukan hanya melibatkan stakeholder kesehatan saja. Namun juga di seluruh aspek kehidupan seperti pendidikan, sosial, pelayanan publik hingga hadirnya sarana dan fasilitas kota yang ramah terhadap keberadaan penyandang Cerebral Palsy.
Dalam tulisan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia (PERDOSRI) oleh Ellyana Sungkar, disebutkan bahwa Cerebral Palsy adalah suatu kondisi yang mempengaruhi perkembangan kontrol otot, gerakan, dan postur, bukan suatu penyakit.
“Hal tersebut terjadi akibat kerusakan otak pada bagian yang mengontrol gerakan. Akibatnya adalah munculnya disabilitas yang permanen seperti di antaranya kelemahan otot, dan kekakuan (spastisitas),” tulis Ellyana terkait kondisi Cerebral Palsy.
Gangguan fungsional yang mungkin terjadi akibat Cerebral Palsy itu antara lain gangguan komunikasi, gangguan mobilisasi, aktivitas sehari hari seperti mandi, makan, dan Iain-lain.
Gangguan ini berdampak pada partisipasi para penyandang di masyarakat seperti sekolah, melakukan hobinya maupun bekerja dalam meningkatkan kualitas hidupnya.
Di sisi lain, penyandang disabilitas Cerebral Palsy sebenarnya terus bergerak menunjukkan capaian-capaian positif dalam hidup mereka.
Upaya meningkatkan kepedulian berbagai stakeholder itu salah satunya berusaha dikomunikasikan oleh Yayasan Ramah Cerebral Palsy Bogor (RCP Bogor) dengan menggelar World Cerebral Palsy Day pada Minggu, 29 Oktober 2023 mendatang.
Even bertema "Belajar, Bermain Ceria Bersama" ini ditujukan untuk membantu menghasilkan kesadaran dan menginspirasi aksi seputar cerebral palsy.
Ketua Yayasan Ramah Cerebral Palsy Bogor Milandari Krisnawati mengungkapkan acara ini juga sebagai wahana untuk mempertemukan keragaman kemampuan para penyandang Cerebral Palsy.
"Even ini mempertemukan orang yang hidup dengan cerebral palsy, keluarga, pendukung dan organisasi. Ini merupakan upaya sosialisasi kepada masyarakat mengenai cerebral palsy," ungkap Milandari.
World Cerebral Palsy Day 2023 sedianya akan diikuti oleh 100 orang anggota yang selama ini telah aktif mengikuti kegiatan terapi di Ramah Cerebral Palsy Bogor.
Acara akan dimeriahkan dengan puppet show, melukis bersama dan direncanakan mengajak anak-anak penyandang cacat menikmati City Tour dengan menggunakan bus Uncal. "Ini akan memberikan kebahagiaan yang luar biasa bagi anak-anak," ujar Milan, berbinar.
Berpusat di Bogor Creative Centre (BCC), jalan Ir H Juanda Bogor, acara juga akan memamerkan hasil karya kreativitas anak (art display) dan boot display yang akan mengejutkan bagi pengunjung.
Milandari berharap acara ini mendapat dukungan dari berbagai pihak dan menjadikan kesempatan ini sebagai pintu untuk mengenal dan meningkatkan kepedulian semua pihak bagi para penyandang Cerebral Palsy.
"Kami berharap upaya ini sebagai salah satu langkah untuk memastikan masa depan anak cerebral palsy memiliki hak, akses dan pendidikan yang sama," tambah Milan.
World Cerebral Palsy Day 2023 di Bogor ini menjadi upaya hebat Ramah Cerebral Palsy untuk berkampanye dan sosialisasi sekaligus menyerukan terhapusnya diskriminasi terhadap para penyandang cerebral palsy.
Baca Juga: Sekolah Ramah Anak untuk Penuhi Hak Anak
Ramah Cerebral Palsy juga ingin memperkenalkan program sekolah yang hendak dirintisnya usai acara ini berlangsung.
"Sekolah itu kita coba rintis dengan melakukan penyesuaian kondisi anak sekaligus beradaptasi dengan kegiatan terapi rutin yang sudah mereka jalankan," terangnya.
Semangat awal yang sudah dibangun Yayasan Ramah Cerebral Palsy sejak 2021 ini, rupanya tak pernah pudar.
Ramah Cerebral Palsy dengan kukuh meniatkan diri sebagai wadah yang nyaman bagi penyandang cerebral palsy dan orang tuanya untuk belajar, tumbuh,
berkembang, dan mengoptimalkan potensinya.
Melalui komunitas Ramah Cerebral Palsy ini, diharapkan terbentuk pribadi penyandang cerebral palsy yang mandiri, berprestasi, bermanfaat bagi masyarakat, dan memperoleh kesempatan seluas luasnya dalam berbagai bidang kehidupan.
Nah, mulai saat ini yuk kenali lebih jauh Cerebral Palsy dan mulailah peduli bagi kesetaraan hidup mereka. ***




