POJOKSATU.id - Indonesia kembali mengirimkan bibit unggulnya di bidang sains ke panggung internasional.
Melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), enam siswa terbaik resmi dilepas untuk berkompetisi di International Junior Science Olympiad (IJSO) 2025.
Ajang bergengsi untuk siswa SMP di bidang Fisika, Kimia, dan Biologi itu akan berlangsung di Sochi, Rusia pada 23 November hingga 2 Desember 2025.
Keenam delegasi merupakan pemenang Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang IPA tingkat Pendidikan Dasar.
Para wakil Indonesia tersebut adalah Howard Valero Hansen (SMP Darma Yudha, Pekanbaru, Riau), Neo Haven Tanuwijaya (SMPK Frater Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur), Matthew Pranawinata Tarigan (SMP Swasta Permata Bangsa, Binjai, Sumatera Utara), Reyno Felix Altair Hidayat (MTsN 3 Banyuwangi, Jawa Timur), Darrel Blessthee Hutagalung (SMPK 2 Penabur, DKI Jakarta), dan Benedict Luvenco Pardi (SMPS Narada, DKI Jakarta).
Pembinaan Intensif dan Dukungan Penuh dari Puspresnas
Menurut Puspresnas, keenam siswa telah melalui proses seleksi ketat dan menjalani pembinaan intensif sebelum diberangkatkan ke Rusia.
Seluruh program pembinaan dirancang khusus agar para peserta siap menghadapi materi teori dan eksperimen yang dikenal menantang.
Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, memberikan wejangan penuh semangat saat melepas para delegasi di Laboratorium Fisika Universitas Indonesia, Jumat, 21 November 2025.
Ia menyampaikan, “Perjalanan mulai dari Olimpiade Sains Nasional (OSN) hingga ke tahap ini tentu tidak mudah. Adik-adik harus semangat, percaya diri, dan jaga kesehatan.”
Baca Juga: 309 Daerah Ajukan TPG 100 Persen, Ini Status Lengkap November 2025
Selama kompetisi berlangsung, para delegasi akan didampingi oleh tim pembina berpengalaman: Yuniarty Ambarsari Setyawati dari Puspresnas, Iriawati dari Institut Teknologi Bandung (ITB), serta Budy Kurniawan dan Agustino dari Universitas Indonesia (UI).
Budy Kurniawan turut menegaskan optimisme seluruh tim.
“Kami tim pembina dan Puspresnas berupaya memberikan pembinaan yang optimal bagi siswa-siswa. Harapannya melalui kerja keras para siswa selama pembinaan mereka bisa membawa pulang medali. Mohon doanya,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pembinaan dilakukan dalam dua tahap mencakup materi teori dan eksperimen secara intensif.
Baca Juga: Contoh Soal dan Pembahasan Materi Teks Pidato Kelas 8 SMP Semester 2 Kurikulum Merdeka
Harapan Medali Emas Menggema dari Para Delegasi
Salah seorang delegasi, Neo Haven Tanuwijaya dari SMPK Frater Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur, mengaku bangga bisa menjadi perwakilan Indonesia.
Ia mengatakan, “Saya sangat bangga mengikuti IJSO. Semoga saya dan teman-teman bisa mendapatkan medali emas saat kembali pulang ke Indonesia.”
Optimisme serupa datang dari Matthew Pranawinata Tarigan. “Dengan adanya pembinaan dari Puspresnas saya jadi dapat pengetahuan baru yang sebelumnya tidak ada di sekolah. Kesempatan berharga ini akan kami manfaatkan sungguh-sungguh dengan meraih prestasi terbaik di IJSO,” ucapnya.
Baca Juga: 309 Daerah Ajukan TPG 100 Persen, Ini Status Lengkap November 2025
International Junior Science Olympiad (IJSO) sendiri merupakan kompetisi sains internasional tahunan yang mempertandingkan kemampuan siswa SMP di tiga bidang utama: Fisika, Kimia, dan Biologi.
Ajang ini dikenal menantang karena menggabungkan ujian teori, praktik, hingga eksperimen tim.elalu, generasi emas Indonesia! ***




