POJOKSATU.id - Hidup sehat ternyata bisa dimulai dari dapur rumah sendiri.

Bahan-bahan sederhana seperti empon-empon dapat diolah menjadi minuman herbal yang menarik sekaligus mudah diracik.

Semangat itulah yang dituangkan Dharma Wanita Persatuan Universitas Diponegoro (DWP UNDIP) melalui sebuah buku resep berjudul “Meracik Sehat di Bumi Merdeka”.

Buku tersebut bukan sekadar kumpulan resep.

Isinya merupakan hasil kreativitas DWP dari berbagai unit di lingkungan UNDIP, mulai dari tingkat universitas hingga fakultas.

Baca Juga: Dirjenpas Ungkap Asal Foto Jimmy Masrin di Lapas Cibinong, 13 Rumah Dinas Masih Didalami

Resep-resep tersebut dikembangkan dari kegiatan Lomba Menghias Empon-Empon yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.

Dari kegiatan itu, beragam olahan empon-empon kemudian dikemas menjadi resep minuman sehat yang bisa dipraktikkan secara mandiri di rumah.

Dengan begitu, kreativitas dalam kegiatan internal kampus tidak berhenti sebagai perlombaan saja.

Hasilnya justru dapat menjadi inspirasi untuk membangun kebiasaan hidup sehat dalam keseharian.

Baca Juga: Komisi II Dalami Temuan Lapas Cibinong, Bukan Cuma Soal Klaster Mewah Tapi Juga Soal Ini

Buku “Meracik Sehat di Bumi Merdeka” kemudian diserahkan Ketua DWP UNDIP, Dewi Widayani Suharnomo, S.H., M.Pd., kepada Ketua KHDTK UNDIP, Prof. Dr. Ir. Sri Puryono KS., M.P., bersama anggota DWP UNDIP.

Menariknya, kegiatan tersebut juga membuka ruang untuk memperluas kepedulian dari urusan kesehatan menuju lingkungan.

Prof. Sri Puryono mengajak DWP UNDIP ikut mengambil bagian dalam menjaga kawasan hutan Penggaron dan Sungai Babon.

Kawasan KHDTK UNDIP sendiri tidak hanya diarahkan sebagai kawasan yang perlu dijaga, tetapi juga dikembangkan sebagai wahana eduwisata.

Baca Juga: Ombudsman Konfirmasi Sosok Pria di Kamar Mewah Lapas Kelas IIA Cibinong Jimmy Masrin

Salah satu bentuk pengembangannya dilakukan melalui kegiatan off-road menggunakan jeep yang melintasi kawasan hulu Sungai Babon.

Aktivitas tersebut dapat menjadi sarana untuk mengenalkan kawasan sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan.

Di titik inilah pesan dari buku resep herbal tersebut terasa semakin luas.

Empon-empon mengajarkan pemanfaatan bahan alami untuk menjaga kesehatan, sementara kawasan hutan mengingatkan pentingnya menjaga sumber daya alam.***