POJOKSATU.id - Setelah para pelajar terpilih mengikuti Program Duta SMA 2026 kini memasuki tahap pelaksanaan tugas kuti pengukuhan dan rangkaian pembinaan di Yogyakarta.
Program yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini tidak berhenti pada proses seleksi.
Para Duta SMA akan menjalankan masa tugas selama Agustus 2026 hingga Juli 2027, dengan membawa peran sebagai teladan, pemimpin muda, dan agen perubahan di lingkungan pendidikan.
Tahapan Duta SMA 2026 Sudah Sampai Mana?
Pemilihan Duta SMA 2026 sebelumnya berlangsung melalui beberapa tahapan.
Rangkaian tersebut dimulai dari pendaftaran pada 20 April-9 Mei 2026, kemudian Seleksi Tahap 1 pada 11-14 Mei, pengumuman tahap pertama pada 24 Mei, Seleksi Tahap 2 pada 9-12 Juni, dan pengumuman tahap kedua pada 21 Juni 2026.
Para peserta terpilih kemudian mengikuti pengukuhan pada 1-4 Juli 2026. Setelah itu, masa tugas Duta SMA 2026 berlangsung hingga Juli 2027.
Baca Juga: Sekolah Kedinasan 2026 Dibuka 18 Agustus, Cek Nilai Ambang Batas SKD dan Tahapan Seleksinya
Memasuki Agustus, para Duta SMA menjalani pembinaan dan berbagai kegiatan untuk memperkuat kesiapan mereka menjalankan tugas.
Kemendikdasmen melalui siaran pers terbaru pada 14 Agustus 2026 menyebut para Duta SMA mengikuti pembinaan, bertukar pengalaman dengan pelajar dari berbagai provinsi, serta menyusun gagasan dan kontribusi untuk lingkungan pendidikan.
Fidela Jadi Duta SMA Nasional Kategori Putri
Salah satu pelajar yang terpilih adalah Fidela Shahia Myiesha Susilo dari SMA Negeri 1 Yogyakarta sebagai Duta SMA Nasional Kategori Putri.
Baca Juga: Kawan SMK 2026 Diperpanjang hingga 31 Agustus, Cek Syarat, Tahapan Seleksi dan Link Pendaftaran
Bagi Fidela, menjadi Duta SMA bukan sekadar pencapaian, tetapi juga tanggung jawab untuk memberikan kontribusi.
“Saya berusaha untuk menampilkan versi terbaik dari diri saya untuk Duta SMA kali ini. Saya menggali lebih dalam lagi tentang kemampuan saya yang bisa saya sumbangkan untuk Indonesia,” ujar Fidela.
Ia juga mengajak pelajar SMA lainnya untuk berani menggali potensi diri.
“Persiapkan diri kalian dengan baik, gali potensi kalian sedalam-dalamnya. Cari di manakah celah kalian untuk bersinar,” pesannya.
Baca Juga: Apa yang Harus Dilakukan Saat Gempa Susulan? Ini Panduan untuk Tetap Aman
Fachri Siapkan Rencana Tindak Lanjut
Sementara itu, Fachri Akbar Triyanto dari SMA Negeri 1 Bojonegoro, Jawa Timur, terpilih sebagai Duta SMA Nasional Kategori Putra.
Menurut Fachri, pertemuan dengan para Duta SMA dari berbagai daerah menjadi kesempatan untuk saling mendukung dan menyusun gagasan.
“Kami pastinya menyusun rencana tindak lanjut yang akan menjadi sebuah wadah bagi siswa di Indonesia untuk bisa mengembangkan karya-karyanya, sehingga bisa menjadi seseorang yang bermanfaat pada masa depan,” ujar Fachri.
Baca Juga: Dandim Karawang Minta Babinsa Perkuat Deteksi Dini Jelang Pilkades Digital 2026
Rhiana Bawa Program Teman SMA Impact Challenge
Ada pula Rhiana Abigail Katu dari SMA Negeri 1 Waikabubak, Nusa Tenggara Timur.
Selama pembinaan, Rhiana mendapatkan materi mengenai komunikasi, kepemimpinan, kepedulian terhadap lingkungan, hingga cara mencari solusi atas persoalan yang dihadapi murid.
Ia kemudian ingin mengembangkan peran sebagai representasi pelajar di daerahnya melalui Teman SMA Impact Challenge.
“Tentunya hal yang ingin saya kembangkan sebagai Duta SMA adalah menjadi representasi yang dapat memberikan dampak positif bagi teman-teman SMA, khususnya di daerah saya, dengan menjalankan program Teman SMA Impact Challenge, di mana teman-teman SMA itu menjadi agen perubahan,” tutur Rhiana.
Baca Juga: Demo BEM UI Bubar Tak Sampai ke Bundaran HI, Tak Bisa Tembus Barikade Berlapis Polisi
Kenalkan Budaya Rote Ndao
Duta SMA juga menjadi ruang pertukaran budaya antarpelajar.
Albert Edon dari SMA Negeri 1 Lobalain, Nusa Tenggara Timur, mengaku mendapatkan kesempatan mengenal budaya dari berbagai provinsi sekaligus memperkenalkan budaya Kabupaten Rote Ndao.
“Kita bisa belajar banyak budaya dari provinsi-provinsi lain yang dapat kita lestarikan. Tentunya, sebagai Duta SMA Provinsi Nusa Tenggara Timur, saya juga mengajarkan banyak budaya dari Kabupaten Rote Ndao kepada teman-teman dari provinsi lain,” ujar Albert.
Baca Juga: Ryan Gosling Jadi Ghost Rider, Film Marvel Ini Dijadwalkan Tayang Juli 2028
Jalankan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Selama karantina di Yogyakarta, para Duta SMA juga menerapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur lebih cepat.
Mereka juga melakukan kegiatan bersama di SMA Negeri 2 Ngaglik, termasuk menanam pohon.
Selain itu, para duta mengunjungi Keraton Yogyakarta untuk mengenal warisan budaya dan sejarah Yogyakarta.
Baca Juga: Bioskop Pelat Merah Sinewara Milik PFN Segera Hadir, Ditargetkan Dibuka 2027
Bukan Lagi Tahap Seleksi, Kini Masuk Masa Pengabdian
Dengan selesainya tahapan seleksi dan pengukuhan, fokus Duta SMA 2026 kini bergeser dari membuktikan diri menjadi menjalankan peran.
Mereka memiliki masa tugas satu tahun untuk mengembangkan gagasan, mengajak teman sebaya berkolaborasi, serta menjadi contoh positif di lingkungan masing-masing.
Program Duta SMA sendiri menilai sejumlah aspek, mulai dari kepribadian, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, kontribusi dan motivasi, hingga pemahaman terhadap program prioritas Kemendikdasmen.
Karena itu, gelar Duta SMA bukan sekadar penghargaan. Para pelajar terpilih kini ditantang membuktikan gagasan melalui aksi nyata. ***




