POJOKSATU.id, JAKARTA—Kepala Kantor Regional (Kakanreg) VI BKN Medan Janry Haposan Simanungkalit menyebut tidak ada permainan uang di balik keluarnya Nomor Induk (NI) PPPK Guru Madina 2023 sebanyak 95 orang.

Janry Haposan Simanungkalit kembali dikonfirmasi terkait keluarnya NI PPPK Guru Madina 2023 ini melalui pesan WhatsApp (WA) pada Minggu (5/5/2024) siang.

“Apakah ada dugaan permainan uang ini ke oknum pegawai BKN Medan sehingga keluar NI PPPK dari 95 orang guru Madina ini,” tanya Pojoksatu.id, Minggu.

“Saya tegaskan Pak, NI yang bermasalah, termasuk Madina ditahan/tunda dulu sampai ada arahan Pusat, jadi tidak akan mungkin di-SK-kan. Kalau ada permainan uang kita hukum tegas, dan itu saya pastikan tidak ada, harap bersabar karena menunggu arahan Pusat,” kata Janry Simanungkalit.

Baca Juga: MenPAN RB Ungkap Penyebab Pendaftaran CPNS 2024 dan PPPK 2024 Tidak Bisa Dipastikan Kapan, Apa Mereka Tidak Merasa Berdosa?

Janry Haposan juga menjawab beberapa hal terkait keluarnya NI PPPK Guru Madina 2023 ini sebagaimana tertera di Instagram milik BKN Medan @officialbkn6medan yang diunggah Jumat (3/5.

“Dasar penilaian dari BKN untuk 95 tenaga guru ini dianggap bersih, dari mana Pak Kanreg? Apakah dari nilai CAT BKN, nilai SKTT dan nilai pengumuman Pemkab Madina?,” tanya wartawan.

“Bersih itu istilah anda, bukan kami,” katanya.

“Ini acuannya,” katanya seraya menautkan bahwa intinya Madina mereka tahan (hold) dulu, dan tidak akan diproses sebelum ada arahan dan keputusan Pusat.

Ditanya kembali oleh wartawan dasar penilaian dari BKN untuk 95 tenaga guru ini dianggap bersih sehingga dikeluarkan NI PPPK-nya, Janry kembali memberi jawaban.

“Kami tidak ada istilah bersih, berita di IG kami perjelas lagi,” jawabnya.

Wartawan kembali bertanya, kalau masih berkasus di Polda Sumut dan PTUN Medan, kenapa NI PPPK guru 95 orang dari Madina ini dikeluarkan.

Baca Juga: Sule Pastikan Rizky Febian dan Mahalini Menikah Secara Islam, Sang Calon Menantu Bakal Menjalani Proses Mualaf sebelum Ijab Kabul di Jakarta

“Ini dari sisi Tim Teknis, data kami perjelas kembali,” katanya.

Janry Haposan Simanungkalit juga menyebut bahwa dia sudah menjawab WA beberapa guru dari Madina terkait masalah ini.

“Yang bertanya langsung ke saya sudah saya jelaskan dan mereka paham,” katanya.

“Yang personal saja sudah clear dengan penjelasan saya, malah mereka yang merasa korban juga sudah jelas,” jelasnya lagi.

“Intinya Madina kita tahan (hold) dulu, tidak akan diproses sebelum ada arahan dan keputusan Pusat,” tegas Janry.

Baca Juga: Pasca Pernyataan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, Ratusan Ribu Emak-emak Diseluruh Jawa Barat Siap Memangkang KDM Jadi Gubernur Jabar

Diketahui, Instagram resmi BKN Medan @officialbkn6medan, melakukan unggahan terbaru, Jumat (3/5) terkait progres penetapan NI PPPK Guru hasil seleksi 2023 untuk instansi di Sumut atau wilayah kerja Kanreg VI BKN.

Untuk Kabupaten Madina yang diketahui sedang bermasalah dan ditangani Polda Sumut dan proses gugatan di PTUN Medan, ternyata progresnya sudah mencapai 11,35 persen.

Dalam unggahan data tenaga guru itu, usulan formasi Madina sebanyak 921 orang. Usul masuk 837 orang. NIP yang ditetapkan 95 orang. TMS sebanyak 0 orang. BTS sebanyak 14 orang. Dimana SK masih 0 orang.

Untuk persentase progres penetapan NI PPPK guru Kabupaten Madina sebesar 11,35 persen.***