POJOKSATU.id - Media sosial kembali dihebohkan dengan dugaan kasus child grooming yang menyeret seorang kepala sekolah di SMK Letris Indonesia 2.

Sosok yang disebut telah beristri dan memiliki anak itu diduga mendekati hingga memacari sejumlah siswinya sendiri.

Kasus tersebut viral usai akun X @lesdeaux mengunggah sederet tangkapan layar percakapan yang diduga melibatkan kepala sekolah dengan siswi.

Baca Juga: Didik J Rachbini Sebut Nadiem Masuk 'Kubangan Politik Abu-abu', Bandingkan dengan Mark Zuckerberg

Unggahan itu langsung menyebar luas dan memicu kecaman publik di media sosial.

“Temen2 boleh bantu ramein? kepsek smk-ku dulu, ternyata pedo.. udh pnya istri & anak malah godain byk siswi bahkan ada yg sampai dipacarin,” tulis akun tersebut, dikutip Jumat (15/5).

Percakapan Pribadi Viral di Media Sosial
Tangkapan layar yang beredar memperlihatkan percakapan bernada personal hingga menggoda.

Baca Juga: Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Deretan Artis hingga Figur Publik Ramai Bersuara

Dalam salah satu chat, pria yang diduga kepala sekolah itu terlihat mengajak siswi bertemu di lobi dan meminta datang ke sebuah ruangan.

Saat siswi bertanya “ada apa pak?”, pria tersebut menjawab santai dan meminta siswi masuk ke ruangannya.

Di percakapan lain, obrolan juga mengarah pada permintaan foto pribadi. Sosok pria itu diduga meminta agar percakapan disimpan sendiri dan tidak melibatkan orang lain.

Baca Juga: Muhammad Gumarang Ungkap Program MBG Bagus Namun Pelaksanaan Dipaksakan

Tak hanya chat pribadi, unggahan tersebut turut memuat sejumlah pesan anonim yang menuding sang kepala sekolah sering mendekati siswi.

Salah satu pesan bahkan menyebut dirinya kerap menunjukkan citra keluarga harmonis di media sosial, namun di saat bersamaan diduga memiliki hubungan khusus dengan murid.

Kasus ini langsung menuai reaksi keras dari warganet. Banyak yang mengecam dugaan tindakan tidak pantas tersebut karena melibatkan relasi kuasa antara tenaga pendidik dan murid yang masih berstatus pelajar.

Yayasan Nonaktifkan Sementara Kepsek
Pihak yayasan Letris Pamulang menyatakan telah mengambil langkah responsif dengan menonaktifkan sementara jabatan yang bersangkutan selama proses investigasi berlangsung.

Baca Juga: KDM Dorong Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih, Ubah Perspektif Mistis Jadi Sejarah

“Demi menjunjung tinggi transparansi dan kelancaran proses investigasi, saat ini yang bersangkutan telah dinonaktifkan sementara dari jabatannya hingga proses pemeriksaan internal dinyatakan selesai sepenuhnya,” tulis yayasan dalam pernyataan resminya.

Yayasan juga mengaku telah membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan kasus tersebut.

Mereka menegaskan akan menyelesaikan persoalan secara adil dan tegas sesuai aturan hukum serta kode etik pendidikan.

Baca Juga: Sosok Pratu PS Tewas Ditembak Rekan Sesama TNI AD di Kafe Panhead, Bertugas di Kesehatan

“Yayasan telah membentuk tim khusus untuk mendalami fakta-fakta yang ada. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini secara adil, tegas, dan sesuai dengan aturan hukum serta kode etik pendidikan yang berlaku,” lanjut pernyataan tersebut.

Selain investigasi internal, pihak yayasan menegaskan fokus utama mereka saat ini adalah memastikan lingkungan sekolah tetap aman dan kondusif bagi seluruh siswa.

“Fokus utama kami saat ini adalah memastikan lingkungan belajar tetap aman dan kondusif bagi seluruh siswa-siswi,” tulis yayasan.

Baca Juga: Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Meriahkan Bandung Malam Ini, Mahkota Binokasih Asli Ikut Diarak

Kasus ini masih menjadi perhatian publik di media sosial.

Banyak pihak berharap proses investigasi dilakukan secara transparan demi melindungi siswa dan menjaga lingkungan pendidikan tetap aman bagi anak-anak. ***