POJOKSATU.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa Sekolah Rakyat. Dua peserta didik terpilih menjadi delegasi Indonesia dalam ajang 9th ASEAN Children's Forum (ACF) 2026.
Ini adalah forum anak tingkat regional yang mempertemukan perwakilan dari negara-negara ASEAN untuk membahas perlindungan anak dan pencegahan berbagai bentuk kekerasan.
Kedua siswa tersebut adalah Misfan Nazriel Faturrahman dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi dan Jasmia Kusuma Dewi dari Sekolah Rakyat DKI Jakarta.
Baca Juga: Apa Itu MPLS PJJ 2026? Ijazahnya Setara Sekolah Formal, Ini Roadmap Kemendikdasmen hingga 2029
Bersama dua delegasi dari Forum Anak Nasional, mereka mewakili Indonesia pada forum bertema "Shielding ASEAN Childhood: Say No to Violence" yang berlangsung secara hybrid di Putrajaya, Malaysia, pada 4–5 Agustus 2026.
Forum yang berada di bawah koordinasi Senior Officials Meeting on Social Welfare and Development (SOMSWD) itu menjadi ruang bagi anak-anak ASEAN untuk menyampaikan aspirasi, bertukar pengalaman, sekaligus menyusun rekomendasi kebijakan guna memperkuat perlindungan anak di kawasan.
Bahas Lima Bentuk Kekerasan terhadap Anak
Selama mengikuti forum, Misfan dan Jasmia mengikuti berbagai sesi diskusi, presentasi, hingga penyusunan rekomendasi bersama mengenai upaya pencegahan kekerasan terhadap anak.
Baca Juga: Bupati Bandung Lepas Capaska 2026 ke Pusdiklat, Siap Tempaan Menuju Tugas Sakral 17 Agustus
Mereka mengikuti kegiatan secara daring dari Aston Imperial Bekasi dengan pendampingan guru Sekolah Rakyat serta mentor dari Kementerian Sosial dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).
Dalam presentasinya, delegasi Indonesia mengangkat lima bentuk kekerasan terhadap anak yang menjadi perhatian nasional, yaitu:
-
kekerasan fisik;
-
kekerasan psikologis atau emosional;
-
kekerasan seksual;
-
kekerasan digital; dan
-
penelantaran anak.
Baca Juga: Bagaimana Hujan Buatan Dilakukan? Kenali Tahapan dan Faktor Keberhasilannya
Seluruh materi dipersiapkan sendiri oleh para delegasi Indonesia melalui proses diskusi, penyusunan naskah, hingga verifikasi data.
"Kami membuat semuanya bersama, mulai dari video, teks presentasi, brainstorming, hingga mengecek ulang data dari berbagai kementerian agar informasi yang disampaikan benar dan menggunakan bahasa yang tepat," ujar Misfan.
Persiapan Intensif Selama Sepekan
Keikutsertaan dalam forum internasional itu tidak diraih secara instan.
Selama sekitar satu minggu, para delegasi mendapat pendampingan intensif dari guru Sekolah Rakyat untuk memperdalam isu perlindungan anak sekaligus meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris.
Guru Bahasa Inggris Sekolah Rakyat DKI Jakarta, Tahta Aulia Pangestika, mengatakan para siswa melakukan riset terhadap berbagai kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia maupun negara-negara ASEAN.
"Ini pertama kalinya siswa Sekolah Rakyat mengikuti forum internasional. Kami banyak melakukan riset dan brainstorming, sekaligus mempelajari istilah-istilah bahasa Inggris yang akan digunakan selama forum," ujarnya.
Jasmia: Ternyata Saya Bisa
Bagi Jasmia Kusuma Dewi, kesempatan mewakili Indonesia di tingkat ASEAN sempat membuatnya gugup.
Namun setelah menjalani seluruh rangkaian kegiatan, rasa cemas itu berubah menjadi kepercayaan diri.
Baca Juga: Jadwal Pemutihan Pajak Jawa Timur Agustus 2026, Ada Penghapusan Denda hingga Bebas BBNKB
"Sebelumnya saya benar-benar deg-degan karena ini pertama kali ikut acara sebesar ini. Tapi ternyata pas hari H tidak semenakutkan itu. Setelah dijalani, ternyata bisa," katanya.
Sebelum mengikuti forum ASEAN, Jasmia dikenal aktif mengikuti berbagai kegiatan di Sekolah Rakyat, mulai dari lomba Bulan Bahasa, pidato bahasa Inggris, hingga menjadi pembawa acara pada kegiatan Open House Sekolah Rakyat yang dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Misfan Ingin Jadi Insinyur Penerbangan
Sementara itu, Misfan mengaku awalnya menganggap forum tingkat ASEAN sebagai tantangan yang berat karena diikuti peserta dari berbagai negara.
Baca Juga: Berapa Tinggi Toren Air yang Tepat? Ini Panduan agar Air Mengalir Lebih Deras
Namun ia memilih untuk percaya pada kemampuan diri sendiri.
"Awalnya saya pikir pasti berat karena ini tingkat ASEAN dan pesertanya pasti hebat-hebat. Tapi saya jalani saja dan percaya pada kemampuan sendiri," ujarnya.
Di sekolah, Misfan dikenal aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik, seperti Olimpiade Sains Nasional bidang Matematika, debat Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, Paskibra, pencak silat, hingga taekwondo.
Ketertarikannya pada bidang sains membuatnya bercita-cita melanjutkan pendidikan di bidang teknik penerbangan atau aerospace engineering.
Baca Juga: Bukan Cuma Pintar, Ini Kemampuan yang Wajib Dimiliki Mahasiswa untuk Sukses Kuliah
Harapkan Lebih Banyak Prestasi Internasional
Guru pendamping berharap keberhasilan Misfan dan Jasmia menjadi awal lahirnya lebih banyak prestasi siswa Sekolah Rakyat di tingkat dunia.
Keikutsertaan mereka di ASEAN Children's Forum membuktikan bahwa siswa Sekolah Rakyat memiliki kemampuan bersaing di forum internasional ketika memperoleh kesempatan, pendampingan, dan dukungan yang tepat.
Diharapkan, pencapaian tersebut dapat menginspirasi peserta didik lainnya untuk terus mengembangkan potensi, berani tampil di berbagai ajang nasional maupun internasional, serta menjadi generasi yang mampu membawa suara dan kepentingan anak Indonesia ke tingkat global. ***




