POJOKSATU.id - Peluang lolos masuk sekolah kedinasan dan langsung diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kini semakin besar. Tahun 2026, dua sekolah kedinasan baru dipersiapkan untuk resmi dibuka.
Seperti diketahui, sekolah kedinasan selalu menjadi incaran karena lulusannya langsung diangkat menjadi CPNS.
Selain itu, selama menempuh pendidikan tidak dipungut biaya kuliah, tersedia fasilitas asrama, serta pembelajaran dan pelatihan yang terintegrasi.
Tahun lalu, pendaftaran sekolah kedinasan dibuka untuk 29 sekolah dari tujuh kementerian dan dilakukan secara serentak melalui satu portal seleksi sekolah kedinasan yang diselenggarakan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Baca Juga: Aktivasi Rekening PIP 2025 Diperpanjang hingga 28 Februari 2026, Ini Data Terbaru dan Cara Ceknya
Dalam beberapa tahun terakhir, seleksi biasanya dibuka antara bulan Mei hingga Juni.
Popularitas sekolah kedinasan bahkan hampir menyamai seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Wajar saja, karena jaminan karier sebagai CPNS menjadi daya tarik utama.
Dua Sekolah Kedinasan Baru 2026 Siap Dibuka
Dua sekolah kedinasan baru ini merupakan pecahan dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) yang sebelumnya telah mengalami restrukturisasi.
Pada 2024, Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Imigrasi (Poltekim) dilebur menjadi Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin).
Baca Juga: Teks Bacaan Bilal Tarawih 23 Rakaat Lengkap dan Jawaban Jamaah
Penggabungan ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan mengintegrasikan pendidikan vokasi di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan.
Namun, Presiden Prabowo kemudian memecah Kemenkumham menjadi tiga kementerian, yakni Kementerian Hukum, Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM), serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Saat ini, kewenangan Poltekpin berada di bawah Kementerian Hukum. Sementara program studi yang berkaitan dengan keimigrasian dinilai lebih tepat dikelola oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Baru-baru ini, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan telah mendapatkan lampu hijau dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi untuk mendirikan sekolah kedinasan baru.
1. Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin)
Poltekpin tengah dipersiapkan secara matang agar bisa dibuka tahun ini. Persiapan mencakup penerimaan mahasiswa baru, penataan kelembagaan, pengalihan sumber daya manusia, serta pengembangan sarana dan prasarana pendidikan.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum, Gusti Ayu Putu Suwardani menyampaikan bahwa tahapan persiapan dimulai setelah terbit izin dan keputusan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi untuk empat program studi Hukum Terapan.
Saat ini, permohonan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Poltekpin masih dalam proses dan menunggu keputusan Panitia Seleksi Perguruan Tinggi Kementerian dan Lembaga (PTKL) yang diperkirakan terbit pada Maret.
“Target pengumuman penerimaan mahasiswa baru ditargetkan dapat dilaksanakan pada akhir Maret,” ujar Kepala BPSDM Hukum, dilansir dari laman resmi Kementerian Hukum yang diakses Rabu, 18 Februari 2026.
Poltekpin akan membuka empat formasi dengan total kuota sebanyak 200 calon mahasiswa.
2. Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltek Imipas)
Sekretaris Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Asep Kurnia menyampaikan bahwa dalam waktu dekat kementeriannya akan membentuk Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Pembentukan kampus ini menjadi langkah strategis untuk menyiapkan SDM yang profesional, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan tugas di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan.
"Saya dapat kabar baik, kabar yang menggembirakan dari kepala BPSDM, yang telah menerima salinan keputusan Kemdiktisaintek terkait dengan izin pembukaan prodi pada Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan," katanya saat hadir dalam Hari Bakti Imigrasi ke-76.
"Dengan terbitnya surat keputusan ini dan ditambah Peraturan menteri terkait organisasi dan tata kerja politeknik yang sudah ditandatangani pak menteri, maka bisa memulai lagi untuk mengelola Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan ini," tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPSDM Kementerian Imipas, Aman Riyadi menegaskan pentingnya penyesuaian status sekolah kedinasan Poltekip akibat perubahan struktur kementerian.
“Dengan adanya perubahan struktur pada kementerian sebelumnya, status Poltekip sebagai sekolah kedinasan perlu disesuaikan agar tetap selaras dengan regulasi dan kebutuhan instansi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, taruna Poltekip yang lulus nantinya akan lebih banyak disiapkan untuk menduduki jabatan Pembimbing Kemasyarakatan, terutama dalam rangka menyongsong implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang baru.
“Perubahan ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan lulusan Poltekip agar lebih siap menghadapi tantangan dalam Sistem Pemasyarakatan yang makin berkembang,“ tambahnya.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Film Komedi Indonesia Buat Ngabuburit, Dari Agak Laen sampai Kang Solah yang Absurd
Pihak Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan juga telah menganalisis kebutuhan ASN lulusan Poltekip agar distribusi pegawai seimbang dan memiliki pola karier yang jelas.
Peluang CPNS Makin Terbuka
Dengan bertambahnya dua sekolah kedinasan baru pada 2026, peluang bagi lulusan SMA/sederajat untuk masuk pendidikan kedinasan dan diangkat menjadi CPNS semakin terbuka lebar.
Apalagi, sekolah kedinasan menawarkan pendidikan gratis, fasilitas lengkap, dan jalur karier yang terstruktur. Bagi yang sudah menargetkan masa depan sebagai aparatur negara, ini tentu kabar baik yang tak boleh dilewatkan. ***




