POJOKSATU.id — Politeknik Negeri Manado (Polimdo) kembali menorehkan prestasi membanggakan.
Dua program studi andalannya, Prodi Teknik Jalan Jembatan dari Jurusan Teknik Sipil dan Prodi Produksi dan Perawatan dari Jurusan Teknik Mesin, berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) Teknik, Kamis (14/08/2025).
Status ini menandai pengakuan resmi terhadap kualitas pendidikan Polimdo, sekaligus menegaskan posisi kampus vokasi tersebut di jajaran perguruan tinggi dengan mutu terbaik di Indonesia.
Baca Juga: Wujudkan Jiwa Patriotisme melalui Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang
Capaian tersebut disambut suka cita oleh seluruh sivitas akademika, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga staf administrasi.
Simbol Perjuangan Kolektif
Perjalanan meraih predikat Unggul bukan perkara mudah. Seluruh elemen kampus terlibat dalam proses panjang yang penuh konsistensi, mulai dari pemenuhan dokumen, penyusunan kurikulum, hingga inovasi pembelajaran.
Dukungan kepemimpinan Direktur Polimdo, Dra. Mareyke Alelo, MBA, dinilai menjadi salah satu faktor penentu yang mendorong percepatan pencapaian.
Baca Juga: Sosok Kevin Silaban, Tangisnya Pecah Usai Kibarkan Merah Putih di Humbahas Saat Ayahnya Meninggal
Ketua Jurusan Teknik Mesin, Meidy P.Y. Kawulur, S.Si., M.Si., mengungkapkan rasa syukur atas hasil ini.
“Puji Tuhan, segala perjuangan tidak sia-sia. Kami bersyukur karena semua kelengkapan dokumen akreditasi disiapkan dengan matang,” katanya dengan penuh haru.
Meidy menegaskan, predikat Unggul merupakan hasil kerja sama solid antara pimpinan, tim akreditasi, dan seluruh tenaga pendidik.
Menuju Pengakuan Internasional
Tak berhenti di capaian nasional, Meidy juga menaruh harapan besar agar Prodi Produksi dan Perawatan semakin dikenal di tingkat global.
“Kami berharap Prodi Produksi dan Perawatan bisa semakin diakui, bukan hanya secara nasional, tetapi juga di tingkat internasional,” ujarnya.
Dengan pengakuan LAM Teknik ini, Polimdo berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas lulusan, memperkuat jejaring kerja sama dengan industri, serta menjaga standar pendidikan vokasi Indonesia agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.***



