POJOKSATU.id - Pada November 2025, menjadi momen penuh syukur bagi banyak guru.
Di tengah kesibukan mengajar dan menyiapkan ujian akhir semester, dua kabar gembira datang bersamaan, yaitu program beasiswa pelatihan dan pencairan tunjangan sertifikasi.
Sejak pagi, grup WhatsApp dan media sosial para guru ramai dengan kabar yang sama: “Sudah cair!”
Di berbagai daerah, mulai Jawa Tengah hingga Sulawesi, guru ASN melaporkan saldo mereka bertambah sekitar Rp9 jutaan.
Bagi mereka, ini bukan sekadar uang, ini bentuk penghargaan atas dedikasi panjang dalam mendidik generasi.
Namun cerita bahagia guru hari ini bukan hanya soal pencairan tunjangan. Dari Kementerian Pendidikan, kabar baik datang berupa kesempatan pengembangan diri melalui program beasiswa pelatihan non gelar yang menggandeng Monash University Australia.
Program daring ini berfokus pada peningkatan kemampuan numerasi bagi guru SD, sementara program lain menargetkan guru SD dan SMP di bidang STEM, coding, dan kecerdasan buatan.
Batas pendaftaran program ini berakhir 5 November 2025, membuat banyak guru bergegas melengkapi persyaratan agar tak kehilangan kesempatan emas tersebut.
“Saya tertarik banget ikut yang AI, biar bisa adaptasi sama kurikulum Merdeka yang makin digital,” ujar salah satu guru SMP di Semarang.
Bersamaan dengan itu, peraturan baru pemerintah juga memperkuat semangat para pendidik.
Baca Juga: Impor Bahan Baku Meroket Tanda Pabrik Indonesia Sedang Pulih atau Justru Ketergantungan Baru?
Dalam PP Nomor 11 Tahun 2025 dan PMK Nomor 23 Tahun 2025, pemerintah menegaskan guru yang tidak memperoleh tunjangan kinerja akan menerima tambahan dua bulan tunjangan sertifikasi melalui THR dan gaji ke-13.
Kebijakan ini disambut positif karena mempersempit kesenjangan kesejahteraan antar guru di berbagai wilayah.
Bagi banyak guru, kombinasi antara peningkatan kompetensi dan pencairan tunjangan ini ibarat dua sisi mata uang kesejahteraan, satu memperkuat kemampuan, satu menguatkan kehidupan.
Mereka tidak hanya dihargai lewat angka, tapi juga diberi kesempatan untuk tumbuh.
Baca Juga: Bhabinkamtibmas Kota Sukabumi Dilatih jadi Polisi Penolong, Kuasai Teknik Tangani Kebakaran dan Ular
Bagi para pendidik, kabar hari ini adalah energi baru untuk terus berjuang di kelas, meski kadang dengan segala keterbatasan.
Tapi di balik papan tulis dan tumpukan kertas ujian, mereka kini punya alasan tersenyum, negara masih peduli, dan kerja keras mereka tak sia-sia. ***




