POJOKSATU.id — Tim peneliti dari Kelompok Keahlian Mekanika dan Operasi Terbang, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut Teknologi Bandung (ITB), berhasil mengembangkan inovasi drone canggih bernama ZEKE-03.
Drone mikro beroda ini dirancang khusus untuk menjelajah ruang terbatas seperti pipa, tangki industri, dan gorong-gorong—tempat yang biasanya sulit dijangkau oleh manusia maupun drone konvensional.
Inovasi ini lahir dari kolaborasi ITB dengan PT Terra Drone Indonesia melalui program Kedai Reka Matching Fund 2024.
Baca Juga: Tiga Ilmuwan AS Raih Nobel Fisika 2025 Berkat Eksperimen Revolusioner Kuantum
Berbeda dengan drone biasa, ZEKE-03 tak hanya bisa terbang dan melayang, tetapi juga mampu merayap di permukaan horizontal, vertikal, bahkan terbalik berkat struktur roda pelindung (wheel guard) yang ringan namun kuat.
Ketua Tim Peneliti, Dr. Ir. Yazdi I. Jenie, menjelaskan bahwa ide pengembangan drone ini muncul dari kebutuhan industri akan teknologi inspeksi yang efisien dan aman di area sempit.
“Biasanya inspeksi di ruang terbatas hanya bisa dilakukan dengan drone impor yang harganya sangat mahal. Karena itu, kami berinisiatif mengembangkan alternatif buatan dalam negeri yang lebih efisien,” ujarnya.
Dari Laboratorium Menuju Komersialisasi
Kolaborasi dengan Terra Drone Indonesia dimulai pada tahun 2022, saat perusahaan tersebut mendatangi ITB untuk mencari solusi inspeksi ruang sempit.
Dari prototipe awal yang masih sederhana, tim ITB kemudian mengembangkan versi terbaru ZEKE-03 dengan desain casing tertutup, siap menuju tahap komersialisasi pada tahun 2024.
Drone ZEKE-03 dilengkapi kamera gimbal 4K 8MP yang bisa berputar hingga 180 derajat, kamera termal untuk deteksi panas, serta lampu LED untuk penerbangan di area gelap.
Struktur utamanya dicetak menggunakan teknologi 3D printing di laboratorium ITB, sementara sistem kendali dan pemrogramannya dikembangkan sepenuhnya oleh tim kampus tersebut.
Menurut Dr. Yazdi, tantangan utama saat ini terletak pada daya tahan baterai.
“Durasi terbangnya masih sekitar tujuh hingga delapan menit. Ke depan, kami menargetkan bisa mencapai dua belas menit,” ungkapnya.
Sudah Diuji dan Dipamerkan
ZEKE-03 telah dipamerkan di berbagai ajang, seperti Indonesian Drone Expo 2024 dan Kedai Reka Exhibition.
Baca Juga: Malam Minggu Kalian Dijamin Gak Bakalan Basi! Pemprov DKI Hadirkan Night Safari di Ragunan
Drone ini juga telah diuji di lapangan untuk inspeksi pipa berdiameter 30 cm dan gorong-gorong tanpa sinyal GPS, dan berhasil menunjukkan kinerja optimal.
Pengembangan ZEKE-03 menjadi contoh sinergi nyata antara akademisi dan industri.
Terra Drone Indonesia berperan dalam menjembatani akses ke pasar dan pengguna potensial, sementara produksi massalnya akan dikembangkan bersama mitra seperti PT Iter Aero.
Baca Juga: Polisi Dalami Peran 2 Tetangga Heryanto Terlibat Pembunuhan Kasir Alfamart Cantik Dina Oktaviani
“Harapan kami, inovasi ini dapat memperkuat industri drone nasional dan membuka peluang komersialisasi yang lebih luas,” ujar Dr. Yazdi.
Tampil di Innovibes Vol. 1 ITB Innovation Park
Inovasi drone ZEKE-03 juga dipamerkan dalam acara Innovibes Vol. 1: Teknologi Cerdas dan Konektivitas Digital yang digelar pada Kamis (9/10/2025) di ITB Innovation Park Bandung Technopolis, kawasan Summarecon Bandung.
Acara yang digagas oleh Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi ITB (DKST) ini menjadi ajang open house perdana untuk memperkenalkan hasil kolaborasi ITB dengan industri dan pemerintah daerah.
Baca Juga: 5 Fakta Ledakan di Gedung Farmasi Tangsel hingga Lukai Balita
Melalui kegiatan seperti Innovibes, ITB menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem inovasi dan mempercepat hilirisasi riset menuju kemandirian teknologi nasional.***




