POJOKSATU.id — Kabar membanggakan datang dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang, Banten.

Dr Robby Zidny, dosen sekaligus Ketua Jurusan Pendidikan Kimia FKIP Untirta, mencatat sejarah sebagai akademisi Indonesia pertama yang berhasil meraih Juara Pertama dalam ajang SEAMEO-Jasper Research Award 2024/2025.

Ajang bergengsi tingkat Asia Tenggara ini mengangkat tema “Engaging Minority and Indigenous Communities in Southeast Asia”, dengan fokus pada pelibatan komunitas adat dan kelompok minoritas dalam pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Kompetisi ini diselenggarakan oleh SEAMEO (Southeast Asian Ministers of Education Organization), lembaga kerja sama antar-kementerian pendidikan di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga: Jelang PSU Papua, Pj Gubernur Agus Fatoni Pimpin Apel dan Serukan Netralitas ASN

SEAMEO-Jasper Research Award diberikan kepada peneliti yang dinilai memiliki kontribusi nyata di bidang pendidikan dan sosial budaya. Tahun ini, Dr. Robby sukses mengharumkan nama Untirta, sekaligus juga mengangkat Indonesia di panggung akademik Asia Tenggara.

“Selama ini belum pernah ada peneliti dari Indonesia yang meraih penghargaan ini. Saya merasa terhormat bisa mewakili Indonesia dan Untirta, membawa kearifan lokal kita dikenal oleh dunia,” dilansir dari laman untirta.ac.id, Senin 4 Agustus 2025.

 

Dari Desa ke Dunia

Ide besar dalam penelitiannya tak lahir dari menara gading, melainkan dari akar budaya masyarakat Baduy. Berbekal kenangan masa kecilnya di Desa Cipeucang, Pandeglang, Dr. Robby mengembangkan model pembelajaran sains berbasis nilai-nilai pikukuh Baduy, sebuah filosofi hidup masyarakat adat Baduy yang menjunjung aturan dan etika untuk menjaga alam.

Baca Juga: Kumpulan Soal IPA Kelas 8 Semester Ganjil: Soal Sel Tumbuhan, Sistem Pencernaan, dan Energi Kinetik

Prinsip-prinsip kearifan lokal masyarakat Baduy menjadi dasar dalam pengembangan pendekatan Education for Sustainable Development (ESD) yang dikembangkan Dr. Robby. Ia menjelaskan bahwa pendidikan yang berakar pada nilai-nilai lokal dapat membentuk kesadaran lingkungan yang kuat, terutama jika dipadukan dengan pengetahuan sains modern.

Menurutnya, nilai-nilai tradisional dari masyarakat adat yang masih hidup selaras dengan alam dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran tentang pembangunan berkelanjutan. Di saat yang sama, siswa dan mahasiswa juga diperkenalkan pada sudut pandang ilmu pengetahuan modern. Dengan begitu, mereka dapat memahami dua jenis pengetahuan yang saling melengkapi, yaitu nilai-nilai kearifan leluhur, dan ilmu pengetahuan modern.

Pendekatan ini diharapkan bisa membentuk pola pikir yang kritis sekaligus menghargai akar budaya dan lingkungan sekitarnya.

Baca Juga: Kemendikdasmen Berikan Materi Khusus tentang Keberagaman dan Cara Mengajar di Program PPG!

Keunggulan Riset

Riset yang dikembangkan Dr. Robby memiliki keunggulan karena tidak hanya menyajikan materi yang sesuai dengan konteks lokal, tetapi juga menjadi sala satu pelopor pendekatan yang menggabungkan pengetahuan sains modern dengan pengetahuan tradisional.

“Keunggulan riset ini terletak pada kebaruannya, atau novelty-nya. Saya termasuk salah satu pelopor yang menggabungkan dua konsep pengetahuan, yaitu pengetahuan tradisional dan pengetahuan sains modern, yang saling melengkapi,” ujar Dr. Robby.

Pengetahuan sains modern, menurutnya, berperan dalam pengembangan teknologi dan metode ilmiah. Sementara itu, pengetahuan tradisional memuat nilai-nilai etika serta cara masyarakat menjaga kelestarian alam yang telah dijalankan turun-temurun dalam kehidupan sehari-hari.

Secara khusus, ia mencontohkan bahwa sains modern berfokus pada aspek teknis, misalnya dalam bidang kimia, sedangkan pengetahuan tradisional lebih menekankan pada asal-usul suatu pemahaman serta filosofi masyarakat dalam merawat lingkungan.

Kombinasi dua pendekatan ini dinilai penting untuk menjawab tantangan pendidikan di abad 21, yang tidak hanya menuntut menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Inovasi Pendidikan

Sejak 2020, Dr. Robby mengembangkan riset yang menggabungkan pendidikan kimia dengan kearifan lokal melalui pendekatan Education for Sustainable Development (ESD). Pendekatan ini dinilai sebagai langkah awal yang penting dalam mengintegrasikan pengetahuan tradisional ke dalam pembelajaran sains.

Ia menjelaskan bahwa pengetahuan lokal yang sebelumnya kurang dihargai, ternyata bisa menjadi materi pembelajaran yang menarik dan relevan jika dimasukkan ke dalam kurikulum. Hal ini membuat siswa lebih mudah memahami pelajaran karena berangkat dari pengalaman dan budaya yang mereka kenal.

Dr. Robby juga menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar di bidang pengetahuan tradisional karena keragaman suku dan budaya masih terjaga. Sementara di negara-negara Barat, pengetahuan serupa sudah banyak yang hilang. Ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk tampil sebagai pemimpin di bidang tersebut.

Pengakuan Internasional

Hasil riset ini tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga telah mendapat perhatian internasional. Artikel-artikel ilmiahnya telah dipublikasikan di jurnal bereputasi dan telah disitasi hampir 500 kali di Google Scholar ini menunjukkan pengaruhnya yang luas.

Riset ini pun dinilai layak meraih penghargaan tertinggi oleh dewan juri SEAMEO yang terdiri dari pakar riset dari Kanada dan British Council.

Penghargaan akan diberikan secara resmi pada November 2025 di Thailand, disertai dengan presentasi ilmiah di hadapan delegasi kementerian pendidikan se-Asia Tenggara. Riset ini bahkan direncanakan untuk diseminasi lebih lanjut ke Kanada dan negara ASEAN lainnya.

Harapan untuk Pendidikan Indonesia

Lebih dari sekadar prestasi akademik, Dr. Robby berharap riset ini bisa dikembangkan di wilayah lain, agar kekayaan pengetahuan tradisional di Indonesia makin tergali. Ia juga berharap pendekatan ini dapat diterapkan dalam kurikulum nasional, menjadi ciri khas pendidikan Indonesia di tengah arus globalisasi.

Menurutnya, jika kurikulum mampu menggabungkan sains modern dan nilai-nilai lokal, maka Indonesia akan memiliki sistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga kuat dalam karakter dan budaya.***

 

 

Baca dan komentari artikel lainnya melalui aplikasi kami:

 

Versi Android: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.promedia.pojoksatu

 

Versi iOS: https://apps.apple.com/app/pojok-satu/id6670306141

 

Saluran WhatsApp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaizUTRDjiOXHsJCgQ2E

 

Halaman Penggemar edugov: https://www.facebook.com/profile.php?id=61575904868212