POJOKSATU.ID – Sidang Terbuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Semester I Tahun Akademik 2025/2026 Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi panggung inspiratif bagi ribuan mahasiswa baru, di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga).

Acara tahunan ini dibagi ke dalam dua sesi. Sesi pagi diikuti mahasiswa baru dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM), Fakultas Teknologi Industri (FTI), Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM), serta Sekolah Farmasi (SF).

Salah satu sorotan utama datang dari orasi ilmiah Dr. Mika Rizki Puspaningrum, S.Si., M.T., Ph.D., dosen Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB, yang membawakan tema “Beyond Dinosaur: Digging the Past, Preparing for the Future.”

Baca Juga: Listrik Gratis 2.821 untuk Keluarga Prasejahtera di Seluruh Indonesia

Dalam orasinya, Dr. Mika mengingatkan bahwa kehidupan purba jauh lebih luas dari sekadar kisah dinosaurus.

“Dinosaurus hanyalah satu musim dalam sejarah panjang kehidupan di bumi,” ucapnya.

Meski hingga kini Indonesia belum memiliki temuan fosil dinosaurus, tanah air menyimpan kekayaan fosil lain yang menyuguhkan kisah penting tentang evolusi, migrasi, hingga kepunahan berbagai spesies.

Baca Juga: Viral Oknum Guru SD di Lampung Hampir Cekik Siswa, Para Murid Langsung Bubar Ketakutan

Berdasarkan pengalamannya meneliti di Flores, Sulawesi, Sumatera, hingga Jawa, Dr. Mika menjelaskan bahwa fosil adalah potongan puzzle yang hanya bisa dimaknai melalui pendekatan ilmiah.

Ia menguraikan proses penelitian mulai dari pencarian formasi geologi, ekskavasi, analisis morfologi menggunakan CT scan dan fotogrametri, penanggalan absolut maupun relatif, hingga rekonstruksi lingkungan purba lewat kajian isotop dan paleogeografi.

Menurutnya, mempelajari masa lalu adalah bekal untuk menata masa depan.

Baca Juga: EURO Futsal Championship 2025 Play-Off Bandung: Perayaan Fansclub, Ajang Regenerasi, dan Harapan Masa Depan

“Kepunahan adalah hal yang tak terhindarkan. Yang bisa kita lakukan adalah belajar beradaptasi, bertahan, berinovasi, dan membangun masa depan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Pesan reflektif itu menjadi penutup orasi ilmiah sekaligus motivasi bagi mahasiswa baru ITB. Dr. Mika menekankan, generasi muda adalah penulis babak baru sejarah kehidupan.

Baca Juga: Beredar, Nama Instagram Wanita Diduga Otak Pelaku Penculikan Pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih

“Kalian adalah generasi yang akan menorehkan jejaknya sendiri. Gunakan pengetahuan bukan untuk hidup di masa lalu, tetapi untuk membangun masa depan yang lebih bijak,” pungkasnya.***