POJOKSATU.ID - Teman-teman pasti khawatir ya soal ancaman pemutusan hubungan kerja PHK massal bagi PPPK mulai bikin resah di berbagai daerah.

Tapi kabar terbaru, DPR RI langsung pasang badan dan tegas menolak langkah tersebut.

Menurut DPR, kebijakan efisiensi anggaran jangan sampai malah mengorbankan kesejahteraan pegawai.

Baca Juga: Ikuti Kebijakan Pusat, ASN Sulsel Segera WFH Setiap Jumat, Ini Penjelasan Pemprov

Nah ya, khususnya PPPK yang selama ini jadi ujung tombak pelayanan publik.

 

Dampak Aturan Batas Belanja Pegawai

Lalu, ya masalah ini muncul setelah adanya aturan dalam UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah atau HKPD.

Dalam aturan itu, belanja pegawai dibatasi maksimal 30 persen dari APBD.

Baca Juga: MIRIS! Honor PPPK Paruh Waktu di Tulungagung Jadi Sorotan, DPRD Dorong Kenaikan 3 Kali Lipat

Kebijakan ini memang ditujukan untuk menjaga kesehatan fiskal daerah.

Eh namun di lapangan, banyak daerah justru kesulitan memenuhi aturan tersebut.

Akibatnya, muncul opsi ekstrem seperti pengurangan tenaga PPPK.

 

DPR Tegas Tolak PHK PPPK

Kemudian ya guys, DPR menilai, langkah PHK massal bukan solusi loh.

Wakil Ketua Komisi XI DPR tegaskan bahwa pemerintah daerah harus mencari jalan lain tanpa harus merumahkan pegawai.

Menurut DPR, gaji ASN termasuk PPPK adalah tanggung jawab negara guys.

Bahkan ya jika diperlukan, DPR membuka opsi untuk mengevaluasi kembali aturan yang dianggap memberatkan daerah.

 

3 Solusi Efisiensi dari DPR

Tenang ya guys, Ini ada 3 opsi sebagai jalan keluar loh.

Baca Juga: RESMI! Mulai Pekan Depan, ASN di Tangsel dan Tangerang WFH Tiap Jumat, Ini Aturannya

DPR menawarkan beberapa opsi agar efisiensi tetap berjalan tanpa PHK:

- Penyesuaian jam kerja yang lebih fleksibel

- Penghematan dari pos anggaran lain

- Evaluasi nilai kontrak sesuai kemampuan fiskal

Baca Juga: TERUNGKAP! Dukung Efisiensi Presiden, BKN Gaspol Digitalisasi Manajemen ASN, Ini Dampaknya

Selain itu, DPR juga mendorong pemerintah daerah untuk mencari sumber pendapatan lain agar beban anggaran tidak terlalu berat.

 

Efisiensi Harus Tepat Sasaran

Kemudian ya, DPR mengingatkan bahwa efisiensi anggaran harus dilakukan secara tepat, bukan asal potong.

Tujuannya jelas, agar pelayanan publik tetap berjalan maksimal tanpa mengorbankan tenaga kerja yang sudah ada.

Apalagi nih PPPK selama ini punya peran penting di sektor pendidikan, kesehatan, dan layanan dasar lainnya.

Eh tapinya, ada ancaman PHK PPPK akibat pembatasan anggaran memang nyata. Namun DPR menegaskan solusi tidak boleh merugikan pegawai.

Lalu, dengan opsi efisiensi yang tepat, keseimbangan antara fiskal sehat dan kesejahteraan pegawai masih bisa dijaga.***