POJOKSATU.id — Jadwal pelajaran di jenjang Sekolah Dasar (SD) tahun ajaran 2025/2026 kini disusun berdasarkan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 yang mengatur penyesuaian kurikulum di tingkat PAUD, SD, SMP, dan SMA/SMK, dengan penekanan pada pendekatan pembelajaran mendalam.

Meski begitu, Kurikulum Merdeka tetap menjadi acuan utama dengan metode menghadirkan pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel, relevan, dan mengedepankan pengalaman belajar bermakna bagi peserta didik.

Pembagian Fase Belajar SD

Untuk memahami lebih jauh, perlu diketahui dulu fase pembelajaran yang ada dalam struktur Kurikulum Merdeka.

Seperti bapak ibu ketahui, di jenjang SD dibagi menjadi tiga fase utama:

  • Fase A: Kelas 1–2

  • Fase B: Kelas 3–4

  • Fase C: Kelas 5–6

Setiap fase tersebut dikembangkan berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) yang berfokus pada literasi, numerasi, dan penguatan karakter.

Baca Juga: Capaian Pembelajaran PAUD 2025 Kini Berubah, Apa Tujuan dan Manfaatnya? Simak Penjelasan Ini!

Guru didorong untuk menyusun strategi belajar kontekstual, sesuai dengan kebutuhan murid dan lingkungan sekolahnya.

Penekanan Literasi, Numerasi, dan Eksplorasi IPAS

Jadwal pelajaran tetap terdiri dari mata pelajaran inti seperti Bahasa Indonesia, Matematika, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, serta IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial).

Meski begitu, pembelajaran tak lagi hanya berorientasi pada penyampaian materi, melainkan juga membangun nalar kritis, logika numerik, dan pemahaman reflektif dari fenomena yang nyata di sekitar murid.

Nah, khusus mata pelajaran IPAS, pendekatan lintas disiplin ilmu ini diterapkan agar siswa mampu melakukan eksplorasi lingkungan, observasi, hingga analisis berbasis pengalaman.

IPAS juga diperkuat dengan kegiatan berbasis proyek sebagai bagian dari jadwal reguler.

Baca Juga: DOWNLOAD MODUL KODING dan AI Fase E dan F Jenjang SMA dan SMK, LENGKAP DOWNLOAD Capaian Pembelajaran, Siap Hadapi Dunia Digital Masa Depan

Kegiatan Pembelajaran yang Aktif dan Bermakna

Penting menjadi perhatian, seluruh kegiatan belajar disusun untuk mengaktifkan peran murid sebagai subjek pembelajaran.

Prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan juga diterapkan secara konsisten.

Proses ini mengintegrasikan 8 dimensi Profil Pelajar Pancasila, seperti gotong royong, bernalar kritis, kreatif, serta beriman dan bertakwa.

Sedangkan Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Agama tetap menjadi pilar utama pembentukan karakter.

Proses belajarnya tak lagi hanya hafalan nilai, melainkan ruang untuk berdialog, berefleksi, dan menginternalisasi nilai luhur dalam keseharian.

Penambahan Mapel Koding dan AI

Mulai tahun ajaran 2025 2026, satuan pendidikan dasar dan menengah juga diberi mandat menyelenggarakan mata pelajaran pilihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) secara bertahap.

Inisiatif ini memberi peluang bagi murid untuk membangun keterampilan masa depan sejak dini.

Baca Juga: DOWNLOAD MODUL KODING dan AI Fase D Jenjang SMP Kelas 7 - 9, LENGKAP DOWNLOAD Capaian Pembelajaran, Cek Enam Elemen Utama KKA

Jadwal yang Fleksibel, Kreatif, dan Kontekstual

Selain beberapa poin dan nilai yang ditawarkan itu, diberlakukan juga jadwal pelajaran yang disusun tidak kaku.

Guru diberi keleluasaan merancang waktu belajar yang adaptif, mulai dari pembelajaran tatap muka, eksplorasi lapangan, proyek lintas pelajaran, hingga refleksi bersama.

Integrasi teknologi digital, penggunaan platform LMS, serta pembuatan konten kreatif juga menjadi bagian dari jadwal yang disesuaikan.

Selain itu, ruang bagi pembelajaran seni, budaya lokal, dan pendidikan jasmani juga semakin kuat.

Jadwal pelajaran menyertakan sesi untuk ekspresi diri, kebugaran, serta pengenalan nilai-nilai budaya lokal.

Unduh Struktur dan Jadwal Lengkap

Berikut akses unduhan dokumen struktur kurikulum dan jadwal pelajaran lengkap untuk tiap jenjang kelas SD:

Baca Juga: Download Modul KKA Fase C SD Lengkap 1 sampai 5, Berikut Capaian Pembelajaran

Penerapan struktur baru ini menunjukkan bahwa pendidikan dasar tidak lagi terpaku pada jadwal tetap yang seragam, melainkan bertransformasi menjadi sistem pembelajaran yang adaptif, kolaboratif, dan menyenangkan.

Bagaimana menurut bapak ibu?

Adakah tanggapan atau pengalaman di lapangan yang bisa dibagi? Tulis di kolom komentar ya.

Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami: