POJOKSATU.id — Kurikulum Merdeka menjadi arah baru dalam sistem pendidikan dasar di Indonesia.
Di jenjang Sekolah Dasar (SD), kurikulum ini diterapkan dengan pendekatan yang lebih fleksibel, kontekstual, dan berpihak pada murid.
Tujuannya bukan hanya membentuk kecakapan akademik, tetapi juga memperkuat karakter dan kemampuan berpikir kritis.
Salah satu perubahan penting adalah pembagian jenjang pembelajaran ke dalam tiga fase, yaitu:
-
Fase A: Kelas 1 dan 2
-
Fase B: Kelas 3 dan 4
-
Fase C: Kelas 5 dan 6
Setiap fase memiliki Capaian Pembelajaran (CP) yang menjadi panduan guru dalam merancang strategi pembelajaran sesuai dengan karakteristik murid dan kondisi sekolah.
Struktur Mata Pelajaran
Meski kurikulum baru ini tetap menyertakan mata pelajaran inti seperti Bahasa Indonesia, Matematika, IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial), Pendidikan Pancasila, dan Pendidikan Agama, pendekatannya jauh berbeda.
Pembelajaran difokuskan untuk menggali makna, memperkuat pemahaman, dan melatih kemampuan berpikir murid secara reflektif.
Khususnya dalam pelajaran IPAS, materi disajikan sebagai integrasi antara ilmu pengetahuan alam dan sosial yang lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Proses belajar diarahkan pada eksplorasi lingkungan, observasi langsung, dan kegiatan proyek yang kontekstual.
Penguatan Literasi dan Numerasi
Salah satu fokus utama Kurikulum Merdeka adalah penguatan literasi dan numerasi.
Jadwal pelajaran diatur agar murid memiliki cukup waktu untuk membangun keterampilan membaca, menulis, dan bernalar logis melalui integrasi dengan berbagai mata pelajaran lain.
Keduanya tidak diajarkan secara terpisah, melainkan melekat dalam pembelajaran kontekstual yang lebih bermakna.
Pembelajaran Mendalam dan Profil Pelajar Pancasila
Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka dirancang berlandaskan prinsip mendalam: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
Melalui integrasi 8 dimensi Profil Pelajar Pancasila, murid diajak memahami konsep secara utuh, mempraktikkan nilai-nilai dalam tindakan nyata, serta merefleksikan proses dan hasil belajarnya.
Pendidikan Karakter dan Penguatan Nilai Kehidupan
Mata pelajaran Pendidikan Agama dan Pendidikan Pancasila tetap menjadi pilar penting dalam pembentukan karakter murid.
Namun pendekatannya telah berubah; bukan sekadar hafalan, tapi mengajak murid berdialog, merenung, dan mengaitkan nilai-nilai tersebut dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Seni, Budaya, dan Jasmani: Ruang untuk Ekspresi dan Keseimbangan
Kurikulum ini juga memberi ruang cukup untuk pengembangan kreativitas melalui seni, pelestarian budaya lokal, serta pendidikan jasmani.
Jadwal pelajaran mencakup waktu khusus agar murid dapat menyalurkan ekspresi diri, menjaga kebugaran fisik, dan memperkuat identitas budaya.
Integrasi Teknologi dan Ruang Eksplorasi Digital
Di era digital, pemanfaatan teknologi juga mendapat perhatian.
Jadwal pelajaran dapat mencakup sesi eksplorasi materi digital, penggunaan platform pembelajaran daring (LMS), hingga pembuatan media kreatif.
Ini mendukung terciptanya pengalaman belajar yang lebih luas dan mendalam.
Jadwal yang Adaptif dan Kolaboratif
Salah satu ciri khas Kurikulum Merdeka adalah fleksibilitas dalam penyusunan jadwal. Guru diberikan ruang kolaboratif untuk mengatur waktu belajar sesuai konteks lokal sekolah.
Jadwal mingguan tidak harus kaku; dapat diisi dengan belajar di kelas, proyek lintas pelajaran, eksplorasi lapangan, hingga sesi refleksi.
Inilah bentuk nyata bahwa jadwal bukan lagi sebagai pengatur waktu kaku, melainkan alat pendukung proses belajar yang bermakna.
Unduh Jadwal dan Struktur Kurikulum SD
Sebagai panduan praktis, berikut beberapa tautan unduhan yang dapat dimanfaatkan sekolah dan guru:
Transformasi pendidikan di jenjang SD melalui Kurikulum Merdeka menunjukkan bahwa jadwal pelajaran bukan sekadar daftar mata pelajaran dan jam belajar.
Lebih dari itu, jadwal menjadi alat strategis untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, reflektif, dan bermakna bagi setiap anak.
Bagaimana menurut Anda?
Apakah jadwal pelajaran di sekolah Anda sudah mencerminkan semangat Kurikulum Merdeka? Yuk, bagikan pendapat atau pengalaman Anda di kolom komentar. ***
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:
Ikuti artikel menarik lainnya dari penulis: Rizq Azzahra




