POJOKSATU.id - Perubahan Kurikulum PPG Daljab 2025 membuat kebutuhan akan modul pembelajaran semakin krusial, terutama bagi guru Pendidikan Agama Islam di madrasah.
Dengan diberlakukannya skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) 27 SKS dan 9 SKS pembelajaran mandiri, modul menjadi pedoman utama untuk memastikan kompetensi profesional dan pedagogik benar-benar dipahami.
Guru juga harus mempersiapkan diri menghadapi ujian yang mencakup aspek pedagogi dan profesionalisme sebagaimana ditegaskan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno.
"PPG ini fokus pada substansi pedagogi, sosial, budaya, dan profesionalisme guru," tegas Amien.
Kenapa Modul Akidah Akhlak Wajib Dipelajari?
Mata pelajaran Akidah Akhlak menjadi fondasi karakter siswa madrasah.
Dalam konteks PPG, modul resmi yang disusun Kemenag berfungsi sebagai panduan pembelajaran serta perangkat akademik yang harus dikuasai calon guru profesional.
Modul ini memperkuat kompetensi:
-
Pedagogik
-
Kepribadian
-
Sosial
-
Profesional
Semua aspek itu selaras dengan tujuan akhir PPG: menghasilkan guru madrasah yang kokoh secara nilai dan cakap dalam praktik pembelajaran.
Link Unduh Resmi Modul Akidah Akhlak PPG Daljab
Guru dapat mengakses modul lengkap Akidah Akhlak PPG Daljab melalui tautan resmi berikut:
[Unduh Modul Akidah Akhlak PPG Daljab Kemenag]
Selain modul Akidah Akhlak, Kemenag juga menyediakan modul mata pelajaran lain sebagai pendukung pembelajaran, silahkan download:
Seluruhnya dapat diakses melalui tautan yang sebelumnya telah dibagikan Kemenag.
Persiapan Menghadapi Pembelajaran Mandiri
Karena pembelajaran mandiri berlangsung dalam waktu yang cukup singkat—dimulai 24 November hingga akhir Desember—guru harus mencicil bacaan modul sejak dini secara berurutan, tidak bisa langsung loncat melewati urutan modul.
Jadwal PPG yang padat, termasuk try out, sinkronisasi data UKMPPG, hingga Uji Pengetahuan pada Januari 2026, menuntut kesiapan ekstra.
Modul Akidah Akhlak menjadi salah satu pegangan utama yang wajib dipahami agar nilai Uji Pengetahuan maupun Uji Kinerja dapat optimal. ***




