POJOKSATU.id - Bagi Anda yang tengah mencari link download contoh Jurnal Pembelajaran Modul 3 PPG Guru Tertentu 2024 versi MS Word, tersedia di sini.
Seperti diketahui, Jurnal Pembelajaran Modul 3 merupakan tugas terakhir yang harus diselesaikan peserta pendidikan profesi guru tertentu 2024.
Setelah jurnal ini dikerjakan, barulah peserta bisa melakukan pendaftaran UKPPPG atau Uji Kompetensi Peserta Pendidikan Profesi Guru.
Dalam artikel ini, 4 contoh Jurnal Pembelajaran Modul 3 merupakan milik peserta piloting tahap 1.
Sehingga sudah dipastikan telah tervalidasi oleh sistem Platform Merdeka Mengajar atau PMM.
Karena itu kami ingatkan agar jangan meniru sama persis alias plagiat.
Kami sajikan contoh-contoh jurnal berbagai topik ini hanya sebagai referensi saja.
Sebab jika Anca cuma copy-paste dipastikan Anda sendiri yang akan rugi apabila nantinya jurnal malah gagal validasi.
Baca Juga: Usut Dalang Intelektual Kasus PPPK Madina 2023, AMP2K Baca Yasin dan Bawa Keranda ke Kantor Bupati
Saran kami, terapkan ATM atau amati, tiru dan modifikasi.
Selain itu sesuaikan dengan pengalaman pribadi yang Anda dapat sendiri di kelas.
Ingat, bahwa tidak ada salah dan benar dalam pembuatan jurnal.
Tapi jurnal pembelajaran yang baik adalah yang dibuat dan disusun sendiri berdasarkan pengalaman sendiri.
Seperti diketahui bersama jurnal dengan versi MS Word dan Google Docs sangat disarankan.
Hindari penggunaan aplikasi visual seperti Canva.
Setelah jurnal selesai dikerjakan, barulah disimpan atau diconvert menjadi file format PDF.
Barulah setelah itu jurnal siap untuk diunggah di PMM.
Berikut ini salah satu contoh Jurnal Pembelajaran Modul 3 PPG Guru Tertentu 2024 versi MS Word yang bisa dijadikan referensi.
JURNAL PEMBELAJARANKU
PENGANTAR PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
KERAGAMAN PESERTA DIDIK
Apakah Implementasi Lebih Bernilai dari pada Teori?
KERAGAMAN PESERTA DIDIK
Keragaman peserta didik adalah perbedaan-perbkedaan yang ada di antara peserta didik dalam suatu lingkungan pendidikan.
Keragaman peserta didik dapat berbentuk dalam berbagai aspek namun tidak terbatas pada latar belakang sosial, budaya, kemampuan, kebutuhan pembelajaran, bakat dan karakteristik lain.
Penerapan keragaman peserta didik dalam pembelajaran adalah mengakui bahwa setiap peserta didik merupakan individu yang unik dengan kebutuhan,
potensi, dan karakteristik yang berbeda.
Hal baru apa yang saya dapat dari konsep keberagaman peserta didik?
1. Keragaman peserta didik di dalam kelas adalah kepastian
2. Keragaman menjadi landasan yang kaya akan perspektif
3. Keragaman menjadi penunjang lingkungan belajar yang optimal
4. Keragaman menjadi bagian dari interaksi sosial
5. Keragaman mendukung perkembangan peserta didik
Jenis-Jenis Keragaman Peserta Didik
1. Keragaman Gaya Belajar dan Tipe Kecerdasan
- Verbal Linguistik: mahir dalam berbahasa tulis maupun lisan
- Auditori: suka belajar dengan mendengarkan dalam menyerap informasi
- Naturalis: peka terhadap alam
- Kinestetik: mempunyai kesadaran tubuh yang baik
- Interpersonal: mempunyai pemahaman emosi, motivasi serta niat orang lain
- Interpersonal: berhubungan dengan kesadaran diri, instropeksi dan kecerdasan emosional
- Eksistensial: memiliki pemahaman mendalam dalam filsafat dan eksistensial
- Logis Matematis: penalaran logis dalam pemecahan masalah dan operasional matematika
- Musikal: menyukai music dan ritme
- Visual Spasial: lebih suka mengambar, visualisasi ruangan dan ide
2. Keragaman Kebutuhan Khusus
a. Kebutuhan Khusus Permanen
- Disabilitas fisik (dan motorik), disabilitas fisik dan motorik mempengaruhi mobilitas dan fungsi fisik/terganggunya fungsi gerak.
- Disabilitas intelektual, Perilaku adaptif dan fungsi intelektual yang terbatas adalah tanda disabilitas intelektual.
- Disabilitas mental ada 2 kategori
- Psikisosial, kondisi seperti OCD Obsessive-Compulsive Disorder, skizofrenia, bipolar, depresi, anxiety dan gangguan kepribadian.
- Perkembangan, yang berpengaruh pada kemampuan interaksi sosial. diantaranya autis dan hiperaktif
b. Kebutuhan Khusus Temporer
Kebutuhan khusus temporer, juga dikenal sebagai disabilitas jangka pendek, mengacu pada kondisi yang menghalangi seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu dalam jangka waktu terbatas.
1) Kebutuhan emosional dan psikologis, peserta didik yang mendapatkan perawatan terus- menerus dapat mengalami gejala yang mirip dengan
gangguan kesehatan mental, seperti serangan panik, insomnia, dan kecemasan berat.
2) Physical Disabilities (berkebutuhan khusus fisik), peserta didik yang mendapatkan perundungan fisik dapat mengalami cedera yang membatasi mobilitas atau kemampuan fisik mereka 3) Cognitive Disabilities: peserta didik yang mengalami Stres dan trauma yang terus menerus
Akomodasi pembelajaran, dapat diartikan sebagai perubahan berupa peneyesuaian dan modifikasi yang diberikan untuk siswa berkebutuhan khusus dalam pembelajaran sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya
4 Jenis Akomodasi yang Layak dalam Pembelajaran Anak Kerkebutuhan Khusus:
1. Aksesibilitas Ruang Belajar
Ruang belajar adalah salah satu hal yang penting, ruang yang nyaman tentu dapat membantu peserta peserta memahami materi yang diberikan.
2. Fleksibilitas Proses Pembelajaran
- Ragam Gaya Belajar: gaya belajar peserta didik yang berbeda beda, visual, audiotori atau kinestetik
- Diferensiasi Instruksional: melibatkan metode pengajaran untuk memenuhi kebutuhan peserta didik
- Penggunaan Teknologi Inklusif: teknologi dapat menjadi alat dalam menciptakan fleksibilitas
- Pembelajaran Kolaborati: pembelajaran yang mengacu kerja sama antar perserta didik
- Adaptasi pada Kebutuhan Khusus: flesibilitas memungkinkan guru meneyesuaikan metode pengajaran sesuai kebutuhan peserta didik
- Evaluasi yang Beragam: Pendekatan fleksibel terhadap evaluasi jenis penilaian
- Desain Ruang Belajar yang Inklusif: fleksibilitas juga mencakup desain fisik dan lingkungan belajar yang dapat diubah sesuai kebutuhan.
3. Fleksibilitas Bentuk Materi Pembelajaran
- Media pembelajaran: gambar, video, animasi, dan rekaman
- Format materi: teks cetak, dokumen digital, rekaman video
- Interaktivitas: simulasi/ aktivitas pembelajaran online
- Modul pembelajaran: modul modul yang dapat diakses secara terpisah
- Keragaman sumber belajar, pilihan bahan bacaan bervariasi yang sesuai minat dan tingkat kesulitan peserta didik
- Pilihan bahasa: materi dalam berbagai bahasa untuk mendukung peserta didik dengan kebutuhan bahasa khusus
- Aksesibilitas: materi dapat diakses mudah melalui perangkat teknologi
- Penyesuaian tingkat kesulitans : memberi tugas sesuai dengan tingkat kemampuan perserta didik
- Peta konsep dan grafik: memasukkan peta konsep, grafik, dan ilustrasi untuk memvisualisasikan konsep-konsep pembelajaran
- Forum diskusi dan kolaborasi: mendorong partisipasi peserta didik melalui forum diskusi, kegiatan kolaboratif, dan platform interaktif
- Panduan tahapan pembelajaran, panduan langkah demi langkah untuk peserta didik melalui proses pembelajaran
- Penilaian yang beragam: menggunakan metode penilaian yan beragam, seperti
- ujian tertulis, proyek, presentasi, dan portofolio
- Adaptasi untuk kebutuhan khusus
4. Fleksibilitas waktu dan evaluasi
a. Durasi Pelajaran
1) Jadwal pembelajaran
Memberikan kemungkinan penyesuaian dalam jadwal kelas
2) Pembelajaran mandiri
Memberi waktu belajar mandiri luar kelas
3) Perencanaan belajar berdiferensiasi
Merancang rencana pembelajaran sesuai dengan kecepatan mereka
4) Konseling dan dukungan
Memudahkan layanan konseling dan dukungan khususnya peserta didik yang memerlukan jam tambahan
b. Fleksibilitas Evaluasi
1) Metode penilaian beragam
Mengunakan berbagai metode penilaian untuk mengevaluasi aspek kemampuan peserta didik
2) Pilihan tugas
Memberi opsi pilihan tugas yang menunjukan pemahaman mereka masing masing
3) Penilaian formatif
Melibatkan penilaian formatif untuk memberikan umpan balik dan kesempatan untuk memperbaiki pemahman mereka
4) Penyesuaian tingkat kesulitan
Peneyesuaian tugas kesulitan dan evaluasi sesuai kebutuhan mereka
5) Perencanaan evaluasi individual
Mengembangkan rencana evaluasi individu yang mempertimbangkan kebutuhan khusus peserta didik
6) Evaluasi kolaboratif
Mendorong proyek atau tugas evaluasi yang melibatkan kolaborasi antar peserta didik, memungkinkan mereka belajar satu sama lain dan menunjukkan kontribusi unik mereka
7) Waktu tambahan pada evaluasi
Memberikan waktu tambahan bagi peserta didik yang memerlukan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan tugas atau ujian
8) Penyesuaian format ujian
Format ujian yang mendukung berbagai gaya belajar dan kemampuan peserta didik
REFLEKSI
1. Pemahaman baru apa yang anda dapat setelah mempelajari konsep keberagaman peserta didik dan akomodasi yang layak?
Pemahaman baru yang saya dapatkan adalah memahami keragaman peserta didik adalah kepastian yang menjadikan sebuah landasan sudut pandang atau perseptif dalam melihat perbedaan perbedaan.
Yang diantara peserta didik dalam berbagai aspek namun juga tidak tebatas pada latar belakang, sosial budaya, kemampuan, kebutuhan pembelajaran, bakat dan karakteristik.
Sehingga saya bisa melihat setiap peserta didik mempunyai keunikan karakter dalam gaya belajar dan kecerdasan dan juga tentang akomodisi apa yang layak untuk mereka yang menyandang anak berkebutuhan khusus.
Seperti aksesbilitas ruang belajar, flesibilitas proses pembalajaran, flesibilitas bentuk materi pemebelajaran serta fleksibilitas waktu dan evaluasi pembelajaran.
2. Bagian manakah dari konsep keberagaman peserta didik yang paling menantang?
Yang paling menantang adalah bagaimana menerapkan keragaman gaya belajar dan jenis kecerdasan yang berbeda di dalam proses pembelajaran.
Baca Juga: PPPK Bisa Ikut Seleksi CPNS 2024 Tanpa Harus Mundur, Simak Ketentuannya di PermenPANRB No 6
Serta bagaimana kita bisa menguasai kelas dan menyampaikan materi pembelajaran sesuai tingkat dan kemampuan peserta didik.
Dan yang tidak kalah penting adalah ke aktifan mereka dalam bersekolah atau belajar dan dukungan dari banyaj pihak.
3. Hal-hal lain apakah yang ingin anda pelajari lagi terkait dengan keberagaman peserta didik dan akomodasi yang layak?
Hal hal yang saya ingin pelajari terkait keragaman peserta didik dan akomodasinya adalah bagaimana mengajar, gaya belajar dan memahami tipe jenis kecerdasan secara mendalam serta aksesbilitas ruang belajar, proses pembalajaran, flesibilitas bentuk materi, serta waktu dan evaluasi pembelajaran.
Kegiatan yang saya lakukan untuk dapat menjadikan para peserta didik aktif berpatisipsi secara aktif di kelas:
1. Memperbanyak praktek dari pada sekedar teori
2. Managemen kelas dengan mengatur denah tempat duduk untuk kemudahn aksesbelitas dan flesibilitas
3. Memperbanyak diskusi kelompok, biar saling kolaborasi dan kerja sama
4. Mengunakan model pembelajaran beragam, seperti jigsaw, project based learning, problem based learning dll.
5. Memberikan apresiasi, pujian dan reward
6. Memberikan pertanyaan berbasis HOTS
7. Memberikan cerita inspiratif dan motivasi
Selanjutnya Anda bisa menyertakan foto-foto dokumentasi dan umpan balik lengkap dengan foto dan identitas pemberi umpan balik.
CATATAN PENTING
Perlu diketahui, contoh Jurnal Pembelajaran Modul 3 yang disajikan di sini tidak semuanya dalam format MS Word tapi ada juga yang sudah format PDF.
Akan tetapi Anda bisa mengubahnya ke dalam format MS Word dengan melakukan converting secara online.
Caranya ikuti langkah-langkah di bawah ini:
1. Ketikan 'pdf to word' pada kolom mesin pencari dan klik web paling atas
2. Klik tombol 'pilih file' atau 'select file' atau 'unggah file'
3. Pilih file jurnal yang sudah Anda unduh
4. Klik tombol 'convert to word' dan tunggu proses unduh yang berjalan
5. Kini Anda sudah mendapatkan file jurnal dalam format Word
Untuk link download 16 contoh Jurnal Pembelajaran Modul 2 PPG Guru Tertentu 2024 Modul bisa Anda dapatkan pada ling G-Drive di bawah ini:
https://drive.google.com/drive/folders/16KtHlS4kAWOUMCq2ksFLtRTsIhUDwu5S
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:
Itulah informasi link download 4 contoh Jurnal Pembelajaran Modul 3 PPG Guru Tertentu versi MS Word, gratis dan bebas pilih topik.***




