POJOKSATU.id — Peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang doktor kini kembali terbuka bagi dosen vokasi di Indonesia.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi membuka pendaftaran Beasiswa Doktoral Dosen Vokasi Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi.
Program beasiswa ini disiapkan khusus untuk dosen tetap dari politeknik maupun sekolah vokasi di bawah naungan Kemdiktisaintek yang ingin melanjutkan studi doktor atau S3 di berbagai perguruan tinggi dalam negeri pilihan pemerintah.
Baca Juga: Buku Tentang Buku yang Wajib Dibaca Pecinta Literatur, dari Kisah Toko Buku hingga Dunia Distopia
Melalui program tersebut, pemerintah berharap kualitas akademik dosen vokasi semakin meningkat.
Tidak hanya dari sisi pendidikan formal, program ini juga diarahkan untuk memperkuat kompetensi profesional serta kemampuan melakukan riset terapan yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan vokasi di Indonesia.
Menariknya, beasiswa ini tidak sebatas memberikan bantuan biaya kuliah.
Baca Juga: Pecinta Kopi Wajib Tahu! Ini Daftar Merek Kopi Lokal Indonesia dan Cara Menikmatinya
Para penerima nantinya juga akan memperoleh dukungan pendanaan lain selama masa studi sehingga dapat lebih fokus menyelesaikan pendidikan tanpa terlalu terbebani persoalan finansial.
Adapun komponen pendanaan dalam Beasiswa Doktoral Dosen Vokasi 2026 mencakup biaya pendaftaran, biaya pendidikan program doktoral, tunjangan hidup bulanan, bantuan pembelian buku dan kebutuhan akademik, hingga dukungan biaya penelitian.
Selain itu, peserta juga akan memperoleh bantuan biaya perjalanan keberangkatan dan kepulangan, termasuk komponen pendanaan lain yang disetujui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Baca Juga: Kebiasaan Minum Kopi Tiap Hari, Baik untuk Tubuh atau Justru Memicu Masalah?
Bagi dosen yang berminat mengikuti program ini, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sebelum melakukan pendaftaran.
Calon peserta wajib berstatus sebagai dosen tetap di lingkungan Kemdiktisaintek yang berasal dari politeknik atau sekolah vokasi.
Pendaftar juga harus telah mengantongi surat penerimaan dari program doktor yang dituju serta berstatus sebagai warga negara Indonesia.
Selain itu, peserta dibatasi dengan usia maksimal 50 tahun. Pendaftar juga diwajibkan memiliki Nomor Urut Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) yang telah terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
Baca Juga: Rekomendasi Film Bioskop saat Libur Idul Adha 2026, Ada Sekawan Limo 2 hingga Badut Gendong
Beasiswa ini juga hanya diperuntukkan bagi dosen yang belum memiliki gelar doktor dan tidak sedang menjalani pendidikan doktoral.
Persyaratan lain yang tidak kalah penting adalah surat izin melanjutkan studi doktoral dalam negeri.
Untuk dosen perguruan tinggi negeri, surat izin diterbitkan oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya atau Kepala Biro Kepegawaian.
Sementara bagi dosen perguruan tinggi swasta, dokumen tersebut diterbitkan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti).
Tak hanya itu, peserta diwajibkan melengkapi surat pernyataan diri sesuai format yang telah ditentukan, menyusun tema atau judul rencana penelitian doktoral, melampirkan surat pernyataan pendaftar beasiswa doktoral dalam negeri, serta menyertakan surat keterangan sehat dari rumah sakit atau puskesmas.
Baca Juga: Gen Z Daftar Haji Tahun Ini Berangkat Kapan? Simak Estimasi Antrean dan Cara Daftarnya
Dalam program Beasiswa Doktoral Dosen Vokasi 2026, pemerintah juga telah menetapkan sejumlah perguruan tinggi tujuan yang dapat dipilih peserta.
Kampus tersebut terdiri dari berbagai universitas dan politeknik ternama di Indonesia, seperti IPB University, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Andalas, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada.
Selanjutnya, Universitas Hasanuddin, Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Sriwijaya, Universitas Sumatera Utara, Universitas Syiah Kuala, Universitas Udayana, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Bali, hingga Politeknik Negeri Ujung Pandang.
Baca Juga: Daging Kambing Bau Prengus? Coba 9 Cara Ini agar Aroma Hilang dan Masakan Lebih Enak
Bagi dosen yang ingin mengikuti program ini, pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi kualifikasi.kemdiktisaintek.go.id.
Tahapan seleksi diawali dengan pengisian formulir pendaftaran, dilanjutkan registrasi ke perguruan tinggi penyelenggara.
Setelah itu, peserta akan menjalani proses seleksi akademik di kampus tujuan, pemeriksaan administrasi, hingga tahapan seleksi substansi atau wawancara.
Pendaftaran Beasiswa Doktoral Dosen Vokasi 2026 dibuka sampai Selasa, 30 Juni 2026.
Karena itu, para calon peserta disarankan segera mempersiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan agar proses pendaftaran dapat berjalan lebih lancar dan peluang lolos semakin besar.***




