POJOKSATU.id - Kabar membanggakan datang dari dunia akademik Indonesia.

Seorang dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM), Sholahuddin Al Fatih, berhasil menorehkan prestasi di level global.

Namanya resmi masuk dalam daftar 100 Akademisi Terbaik Dunia bidang Ilmu Sosial versi measuresHE.

Baca Juga: 8 Cara Kreatif Manfaatkan Kantong Plastik Bekas Jadi Barang Berguna di Rumah

Pencapaian ini tak main-main, karena menempatkannya sejajar dengan peneliti dari kampus-kampus top dunia seperti Oxford University di Inggris hingga Deakin University di Australia.

Berbeda dari pemeringkatan institusi pada umumnya, measuresHE menilai individu peneliti secara objektif tanpa skema langganan berbayar.

Artinya, yang dilihat benar-benar kualitas dan dampak riset, bukan nama besar institusi semata.

Baca Juga: 30 Hari Kasus Andrie Yunus Disiram Air Keras Oknum TNI, Bakal Jalani Cangkok Usai Bola Mata Meleleh

Dinilai dengan Tiga Indikator Ketat
Pria yang akrab disapa Fatih itu menjelaskan bahwa ada tiga indikator utama yang digunakan dalam pemeringkatan ini.

Pertama, Research Gravitas yang mengukur kedalaman intelektual. Kedua, Olympic Mean untuk melihat konsistensi kualitas karya. Dan ketiga, Interaction Credit sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi substantif.

Seluruh data tersebut dilacak dari profil akademik terverifikasi seperti Scopus dan Web of Science, sehingga hasilnya dianggap lebih objektif dan kredibel.

Baca Juga: Tak Perlu Biaya! Ini 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta untuk SD hingga SMK

Saat mengetahui pencapaian ini, Fatih mengapresiasi metode measuresHE yang dinilainya mampu mengkurasi substansi karya tanpa bias nama besar. Ia menegaskan bahwa masuk jajaran akademisi dunia bukan soal kuantitas publikasi, tetapi kualitas dan dampaknya.

“Pengakuan ini memvalidasi upaya pengejaran riset yang menawarkan wawasan mendalam dan berdampak, bukan sekadar mengejar jumlah publikasi, tepatnya saya menempati peringkat ke-91,” tegas Fatih dilansir dari laman UMM, Sabtu (11/4/2026).

Riset yang Dekat dengan Masyarakat
Sepanjang kariernya, Fatih telah menghasilkan sekitar 60 artikel terindeks Scopus, lima artikel di Web of Science Core Collection, serta ratusan karya di Google Scholar.

Baca Juga: Bukan Hanya Ijazah Asli, Ini 5 Skill Wajib Biar Nggak Tergeser AI di Dunia Kerja

Menariknya, isu yang ia angkat tidak jauh dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Mulai dari teknologi, media sosial, hingga dinamika hukum di tengah disrupsi zaman.

“Kami harus menjembatani bagaimana hukum itu lebih aplikatif dan lebih banyak diterapkan. Tidak hanya berkutat di ranah konsep, tapi juga bagaimana implementasi nyatanya di masyarakat,” jelasnya.

Salah satu karya unggulannya lahir saat pandemi 2021. Ia mengkaji ekspresi masyarakat di media sosial beserta konsekuensi hukumnya.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar, Ini Dampak Nyata yang Bikin Kantong Makin Tipis

Topik ini terbukti relevan, karena mampu mengungkap bagaimana ruang digital dapat memicu tekanan psikologis hingga jeratan hukum. Di titik ini, riset Fatih menunjukkan bahwa hukum harus hadir secara praktis, bukan sekadar teori.

Kontribusinya pun terasa di dua sisi, memperkaya diskursus akademik sekaligus memberi sudut pandang solutif di lapangan.

Didukung Ekosistem Kampus
Keberhasilan ini juga tak lepas dari dukungan Universitas Muhammadiyah Malang yang menyediakan ekosistem riset memadai. Mulai dari akses jurnal primer, fasilitas internet, hingga insentif publikasi.

Baca Juga: Kemlu Iran Puji Peran Pakistan dalam Negosiasi dengan AS, Lindungi Hak dan Kepentingan Iran

Fatih berharap capaian ini bisa membawa nama UMM semakin dikenal di kancah internasional, sekaligus memotivasi dosen dan mahasiswa untuk terus berkarya.

Ia juga membagikan kunci konsistensinya, yakni rutin mencatat ide dan kerangka pemikiran setiap hari sebagai bahan riset.

“Capaian ini menjadi dorongan agar UMM semakin dikenal secara global, sekaligus memacu semangat menulis para dosen dan mahasiswa. Riset itu harus memberi dampak nyata. Jadi, mulai saja, jangan takut ditolak, dan teruslah maju!” pungkasnya. ***