POJOKSATU.id — Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (FH UPNVJ) terus memperkuat komitmennya dalam mencetak mahasiswa hukum yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Hal ini diwujudkan melalui kegiatan pembekalan magang bertema 'Membentuk Mahasiswa Hukum Berkualitas dan Berdampak: Magang sebagai Pilar Transformasi Hukum dan Pengabdian Masyarakat', pada Rabu (6/8/2025).

Narasumber utama dalam kegiatan tersebut adalah Hakim Yustisial Mahkamah Agung RI, Buang Yusuf.

Buang Yusuf menegaskan bahwa program magang harus dimaknai lebih dari sekadar pelengkap kurikulum, melainkan sebagai ruang latihan nyata (living laboratory) dan sarana pengabdian langsung kepada masyarakat.

Baca Juga: FEB UMJ Latih Dosen Lewat Workshop OBE, Targetkan Lulusan Dilirik Industri

Pilar Transformasi dan Pengabdian Hukum

Buang membuka paparannya dengan menjelaskan tiga tujuan utama program magang mahasiswa hukum.

Yakni meningkatkan keterampilan praktis dalam penyusunan dokumen hukum dan proses litigasi, menanamkan etika profesi dan kedisiplinan, serta memperluas jejaring karier di ranah hukum.

“Magang bukan sekadar kegiatan pelengkap kurikulum, tapi bagian penting dari proses transformasi diri seorang mahasiswa hukum,” tegasnya.

Ia menyebutkan bahwa mayoritas lulusan FH UPNVJ terserap di institusi peradilan seperti Pengadilan Agama dan Pengadilan Negeri.

Baca Juga: Wagub dan TNI Hadir di PKKMB Unmul, Dosen Kritik: Kampus Bukan Tempat Pengenalan Pejabat

Maka dari itu, desain program magang perlu diarahkan secara strategis agar relevan dengan jalur karier tersebut.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa magang juga merupakan bentuk nyata pengabdian.

Mahasiswa tidak hanya belajar dari kasus, tetapi juga ikut menyuarakan keadilan, terutama bagi kelompok rentan.

Membangun Etika, Empati, dan Profesionalisme

Buang menekankan pentingnya kesiapan mental dan koordinasi antara kampus dengan mitra magang.

Mulai dari penyusunan MoU, administrasi, hingga pembekalan teknis menjadi langkah penting untuk memastikan magang berjalan optimal.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menjadikan laporan magang sebagai refleksi akademik, bukan sekadar laporan administratif.

“Jangan hanya menjalani, tapi renungkan. Temukan celah dalam sistem hukum dan jadikan itu inspirasi untuk memperbaikinya,” pesannya.

Baca Juga: Universitas Brawijaya Jadi Tuan Rumah Evaluasi SEA-Teacher ke-10, Bahas Standar Kompetensi Guru Asia Tenggara

Ia mendorong mahasiswa untuk memilih tempat magang sesuai minat dan karier masa depan, serta memperkuat soft skills dan kemampuan berpikir kritis.

Menurutnya, dunia hukum masa depan sangat membutuhkan sosok profesional yang tidak hanya paham hukum, tetapi juga berintegritas dan memiliki empati sosial.

Menutup paparannya, Buang menekankan pentingnya nilai-nilai fundamental yang harus dihidupi sejak dini oleh calon profesional hukum: independensi, integritas, dan profesionalisme.

“Independensi membuatmu berpijak pada konstitusi, integritas menjagamu tetap jujur, dan profesionalisme akan menjadikanmu unggul,” tutupnya.

Pihak FH UPNVJ berharap kegiatan magang tidak hanya menjadi pelengkap kurikulum, tetapi benar-benar berkontribusi dalam transformasi hukum nasional dan pemajuan keadilan sosial di Indonesia.***

Kirim komentar dan baca artikel Pojoksatu.id lainnya melalui aplikasi kami di bawah ini:

Versi Android

Versi iOS

Saluran WhatsApp

FanPage Edugov