POJOKSATU.id - Dosen Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Dr. Alfian Ferdiansyah, ST, MT, berhasil menciptakan aditif pelumas dari limbah timah.
Inovasi ini diharapkan dapat mengurangi biaya dan dampak lingkungan dari pelumas.
Aditif pelumas ini terbuat dari serbuk nano SnO2, yang disintesis dari limbah hasil peleburan timah.
Serbuk nano ini memiliki ukuran yang sangat kecil, sehingga dapat meningkatkan kinerja pelumas dengan mengurangi gesekan dan keausan, meningkatkan ketahanan korosi, serta memperpanjang umur pelumas.
Baca Juga: Sejarah Pendirian Institut Pertanian Bogor (IPB), Dari Fakultas Pertanian UI Hingga Berdiri Sendiri
"Aditif pelumas ini memiliki potensi untuk mengurangi biaya dan dampak lingkungan dari pelumas," ujar Dr. Alfian dalam keterangannya, Rabu (2/11/2023).
Dr. Alfian menjelaskan, limbah timah merupakan salah satu limbah industri yang berbahaya.
Limbah ini dapat mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.
"Inovasi ini juga membuka peluang besar dalam pemanfaatan limbah yang mengandung timah, seperti sampah elektronik," imbuhnya.
Baca Juga: Mahasiswa UI Juara Kompetisi AI Satria Data 2023 dengan Inovasi Cek Keselarasan Peraturan
Penelitian ini didanai oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN).
Dr. Alfian juga bekerja sama dengan PT Timah Tbk, perusahaan tambang timah milik negara, untuk mengembangkan dan memasarkan aditif pelumas ini.***



