POJOKSATU.id - Kementerian Kesehatan melalui Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Jakarta kembali menggelar Workshop Pengembangan Kompetensi Penanganan Masalah Kesehatan Haji dan Umroh Angkatan 1 yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 8 November 2025.

Kegiatan ini dikhususkan bagi dokter spesialis kedokteran penerbangan, dengan total 6.75 SKP dan 3.5 JPL sebagai pengakuan kompetensi profesional.

Tujuannya, meningkatkan kemampuan dokter dalam menerapkan prinsip aerofisiologi serta melakukan asesmen medis menyeluruh terhadap jamaah haji dan umroh.

Pentingnya Kompetensi Dokter Penerbangan

Sebagai negara dengan jumlah jamaah haji dan umroh terbesar di dunia, Indonesia memerlukan tenaga medis yang mumpuni dalam menilai kelayakan terbang (preflight assessment), pemantauan kesehatan selama penerbangan (inflight assessment), serta tindak lanjut pasca penerbangan (postflight assessment).

Baca Juga: Sekolah Rakyat Dapat Tambahan 28 Bus Sekolah dari Kemenhub dan Kemensos: dari Rumah Sederhana Menuju Gerbang Ilmu

Dokter penerbangan berperan penting dalam memastikan jamaah dapat menjalani perjalanan udara dengan aman, terutama mereka yang memiliki kondisi medis tertentu seperti hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung.

Rangkaian Materi dan Narasumber

Workshop ini menghadirkan para pakar dari BBPK Jakarta, di antaranya:

  • dr. Citra Kurniasari Ilyas Nampira, membahas Aerofisiologi pada penerbangan haji dan umroh serta Peranan Kedokteran Penerbangan dalam Haji dan Umroh.

  • Ferdi Afian, mengulas Update Pedoman Preflight, Inflight, dan Postflight Assessment.

  • Dr. Anton Aryawan Suryakusumah, memaparkan Inflight Emergency Management dan memimpin sesi pleno.

Selain itu, peserta juga akan mengikuti sesi simulasi kasus yang difasilitasi oleh tim eksternal, sehingga mampu mengasah kemampuan analisis dan penatalaksanaan kondisi medis darurat selama penerbangan.

Baca Juga: Akhirnya Cair! Guru di 39 Daerah Terima TPG Triwulan III, Ini Jadwal Gelombang Berikutnya

Akses Materi dan Sertifikat

Peserta akan memperoleh dua bahan bacaan, konten pembelajaran yang dapat diunduh, serta sertifikat kelulusan sebagai bukti kompetensi.

Workshop ini dapat diikuti melalui platform resmi Kementerian Kesehatan di laman lms.kemkes.go.id.

Baca Juga: Pembentukan Ditjen Pesantren Dikebut Tahun Ini, Kemenag Segera Lakukan Penguatan Pendidikan Ponpres

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap para dokter penerbangan semakin siap menjadi garda depan dalam menjaga keselamatan dan kesehatan jamaah haji dan umroh Indonesia di setiap fase perjalanan udara.

Sebab, pelayanan medis yang tangguh bukan hanya soal keterampilan teknis, tapi juga wujud nyata kepedulian terhadap sesama. ***