POJOKSATU.ID - Dalam sebuah postingan di platform X Ditjen PAUD Dikdasmen mengungkapkan bahwa pembelajaran coding dan kecerdasan buatan (AI) kini menjadi bagian integral dari program pemerintah.

Hal tersebut untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan daya saing Indonesia di tingkat global.

Pembelajaran coding dan AI ini merupakan bagian dari pelaksanaan salah satu dari delapan misi atau Asta Cita yang dicanangkan oleh Presiden dan Wakil Presiden Indonesia.

Salah satu poin penting dalam Asta Cita adalah memperkuat pembangunan SDM, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.

Baca Juga: GURU SWASTA FULL SENYUM! Begini Kebijakan Bagi GURU NON-ASN Bersertifikasi Tahun 2025!

Dalam upaya memperkenalkan pembelajaran coding dan AI, pemerintah memutuskan untuk menjadikannya sebagai mata pelajaran pilihan.

Hal ini berarti pembelajaran tersebut akan disesuaikan dengan kemampuan dan kesiapan setiap satuan pendidikan serta minat dan kemampuan siswa.

Mata pelajaran ini hanya akan diterapkan di satuan pendidikan yang telah memiliki fasilitas dan sarana yang memadai untuk mendukung pembelajaran tersebut.

Penting untuk diketahui, pembelajaran coding dan AI akan lebih maksimal jika didukung oleh alat-alat dan sarana internet yang memadai.

Oleh karena itu, satuan pendidikan yang belum memiliki fasilitas yang memadai diharapkan akan terus berbenah agar dapat mengakses pembelajaran ini dengan optimal.

Baca Juga: Momen Haru Presiden PRABOWO MENANGIS di Hadapan Ribuan Guru, DIBALAS Lagu Hymne Guru, Giliran PARA GURU yang Menangis Berpelukan

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mempelajari model dan materi pembelajaran yang telah diterapkan di satuan pendidikan yang sudah lebih dulu menerapkan pembelajaran coding dan AI.

Dengan demikian, Kemendikbudristek dapat memastikan bahwa materi yang diajarkan relevan, berkualitas, dan sesuai dengan perkembangan teknologi yang pesat.

Dengan adanya penguatan pada bidang coding dan AI, diharapkan para siswa Indonesia akan lebih siap menghadapi tantangan di era digital dan teknologi maju.

Melalui kebijakan ini diharapkan dapat menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas tetapi juga kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan teknologi untuk kemajuan bangsa.***