POJOKSATU.id - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar menyampaikan permohonan maaf atas kendala akses yang terjadi pada laman sistem Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) saat pengumuman hasil pemetaan.
Gangguan tersebut sempat dikeluhkan sejumlah orang tua dan calon murid yang berusaha mengakses hasil pemetaan secara daring pada waktu yang hampir bersamaan.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan bahwa kendala akses terjadi akibat tingginya antusiasme masyarakat yang mengunjungi sistem secara serentak.
Selain itu, tim teknis juga tengah melakukan optimalisasi fitur pengumuman agar data yang ditampilkan tetap akurat dan presisi.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para orang tua dan calon murid baru dalam mengakses pengumuman hasil PCMB," ujar Purwanto dalam Konferensi Pers Pengumuman Hasil PCMB 2026.
Disdik Jabar Pastikan Data Calon Murid Tetap Aman
Meski terjadi gangguan akses, Disdik Jawa Barat memastikan seluruh data calon murid tetap tersimpan dengan aman dan tidak mengalami perubahan apa pun.
Baca Juga: Prediksi Skor Skotlandia vs Maroko: Singa Atlas Diunggulkan Menang
Purwanto menegaskan bahwa kendala teknis yang muncul hanya berkaitan dengan akses layanan dan tidak memengaruhi data hasil pemetaan calon murid baru.
"Kami memberikan jaminan penuh bahwa seluruh data pemetaan calon murid baru tersimpan dengan sangat aman.
Tidak ada satu pun hak calon murid yang dirugikan secara administratif akibat proses penyempurnaan sistem ini," tegasnya.
Menurutnya, tim teknis terus bekerja melakukan penyempurnaan fitur pengumuman agar layanan dapat diakses secara optimal oleh seluruh masyarakat Jawa Barat.
Baca Juga: Insentif Guru PAI Non-ASN dan Non-Sertifikasi Tahap II Cair, Terima Bantuan Rp250 per Bulan
Sekitar 77 Ribu Calon Murid Belum Tertampung di Sekolah Negeri
Selain menjelaskan kendala teknis, Disdik Jabar juga menyoroti keterbatasan daya tampung sekolah negeri yang masih menjadi tantangan setiap tahun ajaran baru.
Melalui pelaksanaan PCMB, pemerintah berupaya memetakan seluruh calon murid agar memperoleh layanan pendidikan yang sesuai dengan kondisi dan pilihan yang tersedia.
Purwanto mengungkapkan saat ini terdapat sekitar 77 ribu calon murid yang belum tertampung di SMA maupun SMK negeri.
"Anak-anak yang belum tertampung di sekolah negeri akan kami salurkan ke sekolah-sekolah swasta yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bagian dari upaya perlindungan layanan pendidikan," ungkapnya.
Biaya Sekolah Swasta Akan Didukung Pemprov Jabar
Untuk membantu calon murid yang harus melanjutkan pendidikan di sekolah swasta, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan skema dukungan pembiayaan pendidikan.
Kerja sama dengan sekolah swasta terus diperluas melalui koordinasi antara Cabang Dinas Pendidikan dan sekolah-sekolah swasta di berbagai daerah, terutama wilayah yang memiliki jumlah calon murid belum tertampung cukup tinggi.
Melalui skema tersebut, biaya pendidikan seperti Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) maupun Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) akan memperoleh dukungan pembiayaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sesuai prioritas dan kemampuan fiskal daerah.
Baca Juga: Unpad Jadi Kampus Top 500 Dunia! Tembus Peringkat 496 QS WUR 2027, Makin Diperhitungkan Global
"Melalui skema tersebut, biaya pendidikan seperti Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) maupun Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) akan mendapat dukungan pembiayaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sesuai skala prioritas dan kapasitas fiskal daerah," jelas Purwanto.
SMA Terbuka Terus Dioptimalkan
Selain menggandeng sekolah swasta, pemerintah juga terus memperluas akses pendidikan melalui program SMA Terbuka di wilayah yang membutuhkan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada anak usia sekolah yang kehilangan kesempatan memperoleh layanan pendidikan akibat keterbatasan daya tampung sekolah negeri.
Baca Juga: Wamenko Pangan Soroti Sapi dan Sawit yang Dikawinkan, Dinilai Cocok untuk Breeding
Purwanto mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya terkait hasil pemetaan maupun keamanan data.
"Kami memastikan data calon murid tetap aman dan tidak ada manipulasi dalam proses ini. Atas berbagai kendala yang terjadi, kami kembali memohon maaf dan akan terus melakukan perbaikan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik," pungkasnya.
Keterbatasan kursi sekolah negeri memang masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bertahap.
Namun, upaya memperluas kerja sama dengan sekolah swasta dan pengembangan SMA Terbuka menjadi harapan agar setiap anak di Jabar tetap memiliki asa melanjutkan pendidikan tanpa terputus di tengah jalan. ***




