POJOKSATU.id - Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama (Kemenag) Sahiron Syamsuddin menegaskan pentingnya penelitian ilmiah bagi masyarakat luas, terutama di tengah derasnya arus informasi di media sosial yang belum tentu benar.

Dalam unggahan Instagram @pendiskemenag, ia menjelaskan bahwa masyarakat saat ini dihadapkan pada banyak informasi yang beredar tanpa kejelasan validitas.

Karena itu, penelitian ilmiah menjadi sangat penting sebagai sumber kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga: Ini Identitas 15 Penumpang Korban Tewas KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, Semua Perempuan

"Info di media sosial, itu kita tidak tahu apakah benar atau tidak. Maka menjadi penting nih, menjadi penting penelitian itu," ungkapnya.

Menurutnya, penelitian yang dilakukan para dosen bertujuan menemukan truth atau kebenaran. Bukan hoaks, bukan informasi palsu, dan bukan narasi menyesatkan.

"Nah, penelitian itu dilakukan oleh para dosen untuk mendapatkan truth, bukan hoax, bukan fake, bukan apapun, tetapi kebenaran," katanya.

Ia juga menilai hasil riset tidak boleh berhenti di ruang akademik saja.

Penelitian yang sudah terbukti benar harus dikemas lebih menarik agar bisa menjangkau generasi muda melalui media digital.

Baca Juga: Kritik Keras Pernyataan Menteri PPPA soal Perpindahan Gerbong Wanita pada KRL Commuter Line, Gilang Dirga: Seolah-olah Laki-laki Tidak Berharga

Di sinilah peran anak-anak muda yang memahami publikasi digital dibutuhkan.

Hasil penelitian dapat dipotong menjadi konten singkat, mudah dipahami, dan disebarluaskan ke masyarakat luas.

"Ini nanti hasil penelitian yang semacam itu dimanfaatkan oleh dosen, dibantu oleh anak-anak muda yang suka publikasi digital," ujarnya.

Selain untuk pengembangan ilmu pengetahuan, hasil penelitian juga menjadi bahan transfer ilmu kepada mahasiswa secara resmi di ruang kelas.

Namun, di waktu yang sama, penelitian juga bisa menjadi sarana komunikasi dengan masyarakat luas di luar ruang kelas.

Ilmu dari kampus tidak hanya berhenti di meja kuliah, tetapi hadir langsung di tengah kehidupan sehari-hari.

Pesan ini menegaskan bahwa kampus memiliki peran penting dalam menjawab tantangan zaman.

Dari lingkungan akademik, lahir gagasan, solusi, dan pengetahuan yang bisa membawa perubahan nyata.

Penelitian ilmiah bukan sekadar urusan teori atau jurnal.

Lebih dari itu, riset adalah jembatan antara dunia pendidikan dan kebutuhan masyarakat.

Di tengah banjir informasi seperti sekarang, kebenaran menjadi sesuatu yang sangat berharga.

Maka ketika ilmu pengetahuan hadir lewat penelitian yang jujur, harapan untuk masyarakat yang lebih cerdas pun ikut tumbuh.***