POJOKSATU.id, KEMENTERIAN Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) membuka peluang baru bagi pelajar Indonesia melalui program Sekolah Unggulan Garuda.

Program ini dirancang untuk memberikan akses pendidikan berkualitas tinggi di bidang sains dan teknologi bagi seluruh anak bangsa, terutama mereka yang berasal dari keluarga menengah ke bawah dan daerah tertinggal.

Tahun 2026 akan menjadi babak baru karena pemerintah mulai membuka pendaftaran Sekolah Garuda Baru dan Sekolah Garuda Transformasi, dua bentuk lembaga pendidikan unggulan dengan sistem seleksi yang transparan dan inklusif.

Baca Juga: SMA Banua Kalsel Resmi Sandang Sekolah Garuda, Cetak Generasi Emas Berdaya Saing Global

Sekolah Garuda Baru, Akses Gratis untuk Anak Berprestasi

Sekolah Garuda Baru merupakan lembaga pendidikan baru yang dibangun di daerah yang belum memiliki SMA unggulan.

Sekolah ini mengusung kurikulum terpadu antara standar nasional dan *International Baccalaureate* (IB), serta dilengkapi fasilitas asrama.

Tujuannya adalah mencetak generasi unggul yang siap bersaing secara global.

Agar bisa diterima di Sekolah Garuda Baru, calon peserta didik harus memenuhi persyaratan berikut:

1. Prioritas untuk siswa dari keluarga menengah ke bawah.

Program ini memberikan peluang besar bagi pelajar yang memiliki keterbatasan ekonomi agar bisa mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa biaya.

Baca Juga: Penting Buat Nakes, Pelatihan BTCLS di LMS Kemenkes, Tingkatkan Kompetensi Perawat, Tangani Kegawatdaruratan

2. Memiliki prestasi akademik di bidang matematika, sains, dan teknologi.

Aspek akademik menjadi penilaian utama untuk menyeleksi siswa berpotensi tinggi.

3. Berasal dari daerah tertinggal atau terpencil.

Siswa dari wilayah yang belum memiliki sekolah unggulan akan mendapatkan nilai tambah dalam seleksi.

Menariknya, 80% kuota disediakan bagi siswa penerima beasiswa penuh, sedangkan 20% lainnya dibuka untuk siswa dari keluarga mampu yang bersedia membayar biaya pendidikan.

Dengan pola ini, Sekolah Garuda Baru menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan kompetitif, tempat siswa dari berbagai latar belakang dapat berkembang bersama.

Baca Juga: MAN Insan Cendekia Jadi Sekolah Garuda Transformasi : dari Madrasah Unggul Menuju Kelas Dunia

Sekolah Garuda Transformasi, Peningkatan Mutu Sekolah yang Sudah Ada

Berbeda dengan Sekolah Garuda Baru, Sekolah Garuda Transformasi ditujukan untuk SMA yang sudah berdiri, tetapi membutuhkan peningkatan kualitas agar mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.

Proses seleksi dilakukan oleh masing-masing sekolah secara lokal, sesuai pedoman dari Kemendiktisaintek.

Meski tidak ada seleksi nasional serentak, sebagian besar sekolah menerapkan standar berikut:

1. Siswa memiliki komitmen belajar yang tinggi.
2. Catatan akademik yang baik dan konsisten.
3. Potensi kepemimpinan atau minat di bidang sains, teknologi, seni, atau olahraga.

Baca Juga: Miliaran Rupiah dan Dolar Dikembalikan Vendor dan Pejabat Kemendikbud Soal Kasus Laptop Chromebook

Program ini menjadi jalan bagi sekolah-sekolah di daerah untuk bertransformasi menuju pendidikan berkualitas dan berdaya saing tinggi.

Kriteria Seleksi dan Penilaian

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menjelaskan bahwa seluruh proses seleksi akan dilakukan secara transparan dan objektif untuk mencegah adanya praktik titipan.

Tiga mata pelajaran inti akan menjadi dasar penilaian, yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

"Di dalam prestasi akademik, kita juga hanya melihat tiga subjek, Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris, untuk mengurangi ketimpangan bahwa tidak di setiap daerah punya guru fisika atau kimia," ujar Stella Christie.

Baca Juga: Tunjangan Sertifikasi Guru Tak Serentak Cair, Pemerintah Ungkap Alasannya

Ia menegaskan, seleksi akan berpedoman pada tiga kriteria utama, yaitu:

1. Prestasi akademik.
2. Latar belakang ekonomi.
3. Latar belakang geografis.

“Penerimaan itu hanya berdasarkan tiga hal, prestasi, latar belakang ekonomi, dan geografi,” tegas Stella.

Kemendiktisaintek juga memastikan seluruh proses seleksi akan diumumkan secara terbuka agar publik dapat memantau dan memastikan keadilan.

Lokasi Sekolah Garuda dan Jadwal Pendaftaran

Pada tahap pertama, pemerintah menargetkan pembangunan empat Sekolah Garuda Baru yang siap beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.

Baca Juga: Ini 7 Sekolah Negeri di Indonesia yang Resmi Masuk Sekolah Garuda, Begini Rancangannya

Keempat sekolah tersebut berlokasi di:

1. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)
2. Provinsi Bangka Belitung
3. Provinsi Kalimantan Utara
4. Provinsi Sulawesi Tenggara

Setiap siswa yang diterima akan memperoleh beasiswa pendidikan penuh, dengan seleksi ketat dan berbasis merit.

Pendaftaran akan dilakukan secara digital melalui platform resmi Kemendiktisaintek, dengan pengumuman hasil seleksi yang bisa dipantau publik secara terbuka.

Baca Juga: Apa Bedanya Sekolah Garuda Transformasi dan Sekolah Unggul Garuda Baru? Begini Pilar Pendidikan dan Kurikulumnya

Program ini menjadi tonggak penting dalam pemerataan pendidikan unggul di Indonesia, menghadirkan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk menggapai masa depan gemilang tanpa hambatan ekonomi maupun lokasi. ***