POJOKSATU.ID - Seorang wali murid, Adhel Setiawan melaporkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. 

Dedi Mulyadi pun buka suara terkait laporan pidana yang ditujukan kepada dirinya. 

Alih-alih meradang, Dedi memilih merespons dengan tenang.

Baca Juga: Peluang Guru PPPK Jadi Kepala Sekolah: Apakah Masa Kerja 4 Tahun Cukup?

Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu menyebut bahwa kritik dan upaya hukum terhadap dirinya bukan sesuatu yang harus ditanggapi secara emosional.

“Saya sampaikan ya kepada semuanya, berbagai upaya yang diarahkan pada diri saya baik kritik, saran, bully, nyinyir atau upaya mempidanakan diri saya, enggak usah ditanggapi dengan emosi,” ucap Dedi pada Sabtu 7 Juni 2025.

Baca Juga: Gaji Pensiunan PNS Juli 2025 Bisa Tak Cair, Ini Kesalahan Fatal yang Harus Dihindari!

Ditambahkan Dedi jika pihak-pihak tersebut ingin mencari perhatian. 

“Mungkin mereka lagi mau mencari perhatian,” lanjutnya.

Untuk diketahui, Dedi Mulyadi dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Adhel Setiawan ke pada Kamis 5 Juni 2025.

Baca Juga: Bentuk Apresiasi Grab dalam Semarak Idul Adha 1446 H : Ratusan Ekor Kambing Dibagikan kepada Mitra Pengemudi

Adhel menuding kebijakan Gubernur Dedi yang mengirimkan siswa bermasalah ke barak militer sebagai bentuk pelanggaran terhadap hak anak.

Menurut Adhel, kebijakan tersebut melanggar ketentuan yang tertuang dalam Undang-Undang Perlindungan Anak.

“Pasal yang kami masukkan itu UU Perlindungan Anak di Pasal 76 H,” jelas Adhel.

Baca Juga: Sasar Pensiunan dengan Sebar File APK, 2 Pelaku Pembobolan M-Banking Diamankan

Tak hanya itu, Adhel juga menuding Dedi menjalankan kekuasaan tanpa landasan hukum.

“Dedi Mulyadi ini kami anggap melaksanakan negara kekuasaan,” imbuhnya.

Tak hanya ke Bareskrim, Adhel juga telah mengadukan urusan ini ke Komnas HAM pada 8 Mei 2025 terkait kasus yang sama.

Baca Juga: Amanda Lucson Pasrah Tetap Dihujat setelah Klarifikasi Bukan Selingkuhan Fajar Noor, Off dari Medsos Sementara Waktu

Menanggapi berbagai tudingan itu, Dedi menegaskan bahwa ia siap menghadapi serangan terhadap kepemimpinannya.

Ia juga mengingatkan agar pemimpin yang mengambil keputusan tidak langsung dihakimi publik secara membabi buta.

“Jangan sampai setiap orang yang mengambil tindakan, ramai-ramai ‘digebukin’," ucap Dedi.

Baca Juga: Klarifikasi Amanda Lucson usai Dicap Orang Ketiga dalam Hubungan Fajar Noor dan Shabrina Leanor, Beberkan Awal Kenal Runner up Indonesian Idol XIII

"Kalau mentalnya kayak saya enggak ada masalah. Tapi, kalau mentalnya lemah, orang di Indonesia ini tidak akan ada yang mau ngurusin orang lain” pungkasnya.***